Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Survei: Krisis Biaya Hidup Bikin Warga Eropa Ramai-ramai Ingin Hijrah
ilustrasi Jerman, Eropa (pexels.com/Sergej *****)
  • Survei terhadap 2.000 responden di Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris menunjukkan hampir separuh membayangkan tinggal di luar negeri, sementara sembilan dari sepuluh terbuka untuk hijrah.
  • Krisis biaya hidup menjadi pendorong utama, terutama bagi responden Inggris 53%, Prancis 48%, Jerman 43%, dan Italia 32%, demi biaya lebih terjangkau serta kualitas hidup lebih baik.
  • Spanyol menjadi tujuan favorit secara umum, meski pilihan berbeda tiap negara; survei juga mencatat pergeseran menuju tinggal fleksibel di beberapa negara sambil bekerja jarak jauh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Meningkatnya biaya hidup dalam beberapa tahun terakhir ternyata membuat banyak warga Eropa mulai mempertimbangkan kehidupan di negara lain. Keputusan untuk pindah ke luar negeri kini bukan lagi sekadar impian saat pensiun atau mengejar karier, tapi juga menjadi strategi untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

Hal tersebut terungkap dalam survei terhadap 2 ribu responden dari Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir separuh responden membayangkan akan tinggal di negara lain pada suatu saat nanti. Bahkan, sembilan dari sepuluh warga di negara-negara tersebut mengaku terbuka terhadap kemungkinan hijrah jika ada kesempatan yang tepat.

Lalu, apa saja temuan menarik dari survei yang membuat begitu banyak warga Eropa mulai mempertimbangkan hidup di luar negeri? Berikut penjelasannya.

1. Krisis biaya hidup jadi alasan utama pindah

ilustrasi toko daging di Swedia, Eropa (pexels.com/Tony Zohari)

Salah satu temuan paling mencolok dari survei ini adalah tingginya pengaruh krisis biaya hidup terhadap keinginan masyarakat untuk pindah ke luar negeri. Sebanyak 53% responden asal Inggris menyebut biaya hidup sebagai alasan utama, disusul Prancis 48%, Jerman 43%, dan Italia 32%. Angka tersebut menunjukkan bahwa tekanan ekonomi dirasakan hampir merata di berbagai negara Eropa.

Kondisi ini membuat banyak orang mulai mencari negara yang menawarkan biaya hidup lebih terjangkau, peluang kerja yang baik, atau keseimbangan hidup yang lebih nyaman. Buat kamu, fenomena ini menunjukkan bahwa keputusan pindah negara kini semakin dipengaruhi oleh faktor finansial, bukan hanya keinginan mencoba pengalaman baru. Saat kebutuhan sehari-hari terus meningkat, mencari tempat tinggal yang lebih ramah di kantong menjadi pilihan yang masuk akal bagi sebagian orang.

2. Spanyol jadi negara tujuan paling favorit

ilustrasi Spanyol, Eropa (pexels.com/TBD Traveller)

Dari seluruh negara tujuan yang disebut responden, Spanyol muncul sebagai favorit utama. Warga Inggris dan Italia paling banyak memilih negara tersebut sebagai tempat tinggal impian, masing-masing sebesar 24 persen dan 20 persen. Sementara itu, Spanyol juga menempati posisi kedua bagi responden asal Prancis dan Jerman.

Popularitas Spanyol bukan tanpa alasan. Negara ini dikenal memiliki iklim yang hangat, gaya hidup santai, serta biaya hidup yang relatif lebih rendah dibandingkan beberapa negara Eropa Barat lainnya. Kombinasi tersebut membuat banyak orang merasa bisa menikmati kualitas hidup yang lebih baik tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar ketika tinggal di negara asal mereka.

3. Setiap negara punya destinasi impian berbeda

ilustrasi Kanada (unsplash.com/sebastiaan stam)

Meski Spanyol menjadi favorit secara keseluruhan, setiap negara ternyata memiliki preferensi yang berbeda. Responden asal Prancis paling banyak memilih Kanada sebagai tujuan utama, sedangkan Italia berada di posisi berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa faktor bahasa, budaya, maupun peluang kerja juga ikut memengaruhi pilihan masyarakat.

Berbeda lagi dengan warga Jerman yang cenderung memilih negara tetangga. Sebanyak 17 persen responden memilih Austria, sementara Spanyol dan Swiss masing-masing memperoleh 12 persen. Di sisi lain, warga Inggris justru lebih tertarik pindah ke negara yang letaknya jauh seperti Australia, Kanada, dan Selandia Baru. Menariknya, Dubai yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi ekspatriat ternyata hanya dipilih oleh sekitar 3 persen responden Inggris, lho.

4. Gaya hidup ekspatriat mulai berubah

ilustrasi remote work (pexels.com/Vlada Karpovich)

Survei ini juga mengungkap perubahan cara pandang masyarakat terhadap kehidupan di luar negeri. Jika dulu banyak orang pindah secara permanen dan membangun kehidupan di satu negara, kini muncul tren yang lebih fleksibel. Banyak orang mulai mempertimbangkan tinggal di beberapa negara dalam periode tertentu sesuai kebutuhan pekerjaan maupun gaya hidup.

Pakar perjalanan Holly Rubenstein menjelaskan bahwa konsep ekspatriat tradisional mulai bergeser. Menurutnya, semakin banyak orang yang memilih tinggal selama beberapa bulan di suatu negara, bekerja secara remote, lalu berpindah ke tempat lain untuk mencoba pengalaman berbeda. Pola ini memungkinkan seseorang membangun jaringan internasional tanpa harus terikat pada satu lokasi dalam jangka panjang.

5. Generasi muda diprediksi semakin terbiasa hidup lintas negara

ilustrasi kafe di Paris, Prancis, Eropa (pexels.com/Andreas Fickl)

Perubahan tren tersebut diperkirakan akan semakin terasa pada generasi berikutnya. Holly Rubenstein menilai bahwa Generasi Alpha akan tumbuh di era ketika koneksi jarak jauh menjadi sesuatu yang biasa. Teknologi membuat pekerjaan, pertemanan, hingga identitas seseorang gak lagi bergantung pada satu negara saja.

Artinya, pindah ke luar negeri di masa depan bisa menjadi keputusan yang jauh lebih mudah dibandingkan sekarang. Kamu mungkin gak harus memilih satu tempat untuk menetap seumur hidup, melainkan bisa berpindah sesuai peluang dan kebutuhan. Selama pekerjaan dapat dilakukan secara fleksibel dan koneksi internet mendukung, batas geografis diperkirakan akan semakin tak terasa bagi banyak orang.

Hasil survei ini memperlihatkan bahwa krisis biaya hidup telah menjadi salah satu faktor terbesar yang mendorong warga Eropa mempertimbangkan pindah ke luar negeri. Meski alasan ekonomi mendominasi, kualitas hidup, fleksibilitas bekerja, dan kesempatan merasakan budaya baru juga ikut memengaruhi keputusan tersebut.

Spanyol menjadi destinasi paling diminati, tapi setiap negara tetap memiliki pilihan favorit masing-masing sesuai karakter masyarakatnya. Ke depan, tren hidup lintas negara kemungkinan akan semakin berkembang seiring meningkatnya pekerjaan jarak jauh dan perubahan cara generasi muda memandang tempat tinggal ideal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article