Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tak Terima Diulas, Trump Ancam Laporkan Jurnalis NBC News ke FCC
Ilustrasi Donald Trump (commons.m.wikimedia.org/Gage Skidmore)
  • Donald Trump mengancam melaporkan jurnalis NBC News Kristen Welker ke FCC setelah liputan tentang rekor kemenangan kandidat yang didukungnya jelang pemilu sela.
  • Trump menilai laporan Welker sengaja merugikan reputasi politiknya, sementara NBC News membela profesionalisme jurnalis tersebut dan menyatakan akan terus mendukungnya.
  • Pakar hukum menegaskan FCC tidak berwenang menghukum jurnalis atau menyensor ulasan politik; pengawasannya terbatas pada pelanggaran teknis lisensi siaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan melaporkan jurnalis senior NBC News, Kristen Welker, kepada Komisi Komunikasi Federal (FCC) pada Minggu (30/8/2026). Ancaman ini dipicu oleh ketidakpuasan Trump terhadap pemberitaan yang mengulas rekam jejak dukungannya terhadap sejumlah kandidat dalam pemilihan umum sela (midterm election).

Melalui media sosial pribadinya, Trump menuding laporan televisi tersebut sengaja disiarkan untuk merugikan reputasi politiknya. Langkah konfrontatif ini seketika memicu sorotan publik terkait kebebasan pers dan iklim perpolitikan di AS menjelang masa pemungutan suara.

1. Silang pendapat soal rekor kemenangan kandidat

Perselisihan bermula saat Welker memberikan analisis politik mengenai pengaruh Trump jelang pemilu sela dalam program Meet the Press. Sang jurnalis menyebut bahwa dukungan politik Trump terhadap para calon legislatif di berbagai daerah membuahkan hasil yang bervariasi atau belum tentu menang.

Pernyataan ini memicu amarah Trump. Ia menegaskan bahwa persentase kemenangan kandidat yang didukungnya nyaris sempurna, baik di tingkat Senat (majelis tinggi) maupun DPR (majelis rendah). Trump menuduh media arus utama sengaja menyajikan narasi keliru guna menyudutkan agenda politiknya.

"Karena ketidakakuratan yang disengaja ini, Welker akan dilaporkan ke FCC untuk mendapatkan teguran atau hukuman," kecam Trump, dilansir Business Recorder.

2. NBC News pasang badan bela jurnalisnya

Merespons ancaman tersebut, jaringan televisi NBC News secara tegas pasang badan untuk membela reputasi dan profesionalisme jurnalisnya. Pihak manajemen menyatakan bahwa integritas pelaporan Welker telah memenuhi standar jurnalistik tertinggi di industri penyiaran.

Ketegangan antara Trump dan Welker sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Hubungan keduanya sempat memanas usai sesi wawancara langsung pada awal Juni lalu yang berujung pada perdebatan sengit. Di sisi lain, polemik ini mulai memicu kekhawatiran di kalangan investor terkait potensi lonjakan biaya hukum bagi induk perusahaan televisi tersebut.

"Kristen Welker adalah salah satu jurnalis terbaik di industri ini, dan kami akan terus mendukungnya," ujar perwakilan NBC News.

3. Pakar tegaskan FCC tak berwenang menyensor berita

Para pakar hukum menilai ancaman Trump berbenturan dengan perlindungan hak konstitusional kebebasan pers. FCC dipastikan tidak memiliki kewenangan hukum untuk mencabut izin atau menghukum jurnalis hanya karena sebuah ulasan politik.

Undang-undang secara tegas melarang lembaga pemerintah mengintervensi atau menyensor isi siaran berita di saluran publik. Pengawasan FCC murni berfokus pada pelanggaran teknis operasional lisensi, bukan untuk menilai kebenaran dari suatu narasi politik tertentu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article