Terancam Rusia, Estonia Naikkan Anggaran Pertahanan Di Atas 5 Persen

- Estonia menaikkan anggaran pertahanan lebih dari 5 persen PDB menjadi 2,2 miliar euro atau Rp44,9 triliun, merespons situasi keamanan dan ancaman Rusia di kawasan Baltik.
- Dana pertahanan akan memperkuat pertahanan udara, kemampuan serangan jarak jauh, sistem anti-tank, dan cadangan amunisi sebagai bagian komitmen Estonia di NATO.
- Pemerintah memperlambat investasi Rail Baltica dan infrastruktur jalan pada 2027 demi menekan defisit, sambil menambah 13 juta euro untuk pendidikan, gaji, serta pelatihan guru dan dosen.
Jakarta, IDN Times - Estonia mengumumkan peningkatan anggaran pertahanan hingga di atas 5 persen pada Senin (28/9/2026). Langkah ini sebagai komitmen besar Estonia dalam pertahanan dan sebagai anggota aliansi NATO yang mewajibkan menaikkan anggaran hingga 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Beberapa tahun terakhir, negara-negara Baltik, termasuk Estonia sudah berusaha meningkatkan kapabilitas militer. Keputusan ini didorong oleh ancaman Rusia usai invasi skala besar ke Ukraina sejak Februari 2022.
1. Tingkatkan anggaran pertahanan menjadi Rp44,9 triliun

Ilustrasi bendera Estonia. (unsplash.com/stanislau93) Menteri Pertahanan Estonia, Margus Tsahkna mengungkapkan bahwa rencana anggaran pertahanan akan ditingkatkan lebih dari 5 persen menjadi 2,2 miliar euro (Rp44,9 triliun). Kenaikan anggaran militer ini dalam menanggapi situasi di perbatasan Rusia.
“Kita saat ini sudah memasuki situasi keamanan baru di kawasan Baltik, Rusia sekarang menjadi jauh lebih agresif dibanding sebelumnya,” tuturnya, dikutip dari Democrata.
Rencananya, pemerintah akan mendorong proyek penguatan pertahanan udara dan kapabilitas serangan jarak jauh. Selain itu, sistem anti-tank dan cadangan amunisi akan ditingkatkan.
2. Perlambat pembangunan proyek Rail Baltica

ilustrasi kereta api barang (unsplash.com/anphotos) Pada saat yang sama, Menteri Keuangan Estonia, Juergen Ligi mengutarakan bahwa pembangunan proyek Rail Baltica akan melambat pada 2027. Namun, ia membantah bahwa pembangunan Rail Baltica akan dihentikan.
“Saya tidak akan mengatakan bahwa kami membatalkan proyek ini. Kami hanya melambatkan investasi proyek ini, yang mana proyek ini memiliki biaya yang sangat tinggi,” terangnya, dikutip dari ERR.
Menurutnya, jika semua dana dialokasikan sepenuhnya untuk Rail Baltica maka defisit anggaran akan semakin besar. Pihaknya mengkhawatirkan defisit akan membuat harga yang akan melambung.
3. Tingkatkan gaji guru dan dosen di Estonia

ilustrasi bendera Estonia (unsplash.com/aboodi_vm) Meskipun ada pengurangan dalam proyek Rail Baltica dan infrastruktur jalan, pemerintah Estonia tidak akan mengurangi anggaran pendidikan. Pemerintah justru akan meningkatkan pendanaan sebesar 13 juta euro (Rp265 miliar) pada sektor pendidikan yang banyak dibutuhkan dan gaji maupun pelatihan guru beserta dosen.
Menteri Pendidikan Estonia, Kristina Kallas mengatakan akan meningkatkan pendanaan pada studi lapangan dan menjaga prinsip pendidikan yang setara. Nantinya, pendidikan anak tetap dapat diakses semua orang tanpa melihat kondisi finansial orang tua.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















