Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tolak Reshuffle, Warga Ukraina Desak Fedorov Kembali Jadi Menhan
Bendera Ukraina (unsplash.com/Yehor Milohrodskyi)

Jakarta, IDN Times - Ratusan warga menggelar unjuk rasa di depan kantor kepresidenan di Kiev, Ukraina, pada Jumat (24/7/2026). Mereka mendesak Presiden Volodymyr Zelensky untuk mengangkat kembali Mykhailo Fedorov sebagai Menteri Pertahanan.

Aksi ini dipicu oleh kebijakan perombakan kabinet di tengah perang melawan Rusia. Massa menilai pergantian kepemimpinan tersebut berisiko menghambat proses reformasi di sektor pertahanan.

1. Peran penting Mykhailo Fedorov menurut massa demonstran

Massa yang berkumpul di luar kantor kepresidenan menegaskan akan terus menggelar unjuk rasa setiap hari hingga pemerintah merespons tuntutan mereka.

"Kami sudah berdiri di sini, sedang berdiri, dan akan terus bertahan," ujar koordinator aksi, Dmytro Koziatynskyi.

Sejumlah veteran dan kelompok masyarakat sipil menilai Fedorov memiliki peran kunci dalam modernisasi militer. Menurut mereka, sosok Fedorov sangat dibutuhkan untuk melanjutkan reformasi di tubuh angkatan bersenjata.

"Kami tidak membutuhkan Fedorov sekadar sebagai simbol, tetapi sebagai pembaru muda," kata Dmytro Koziatynskyi.

2. Penolakan Fedorov terhadap jabatan baru dari Zelensky

Presiden Zelensky sempat menawarkan posisi lain di bidang inovasi teknologi militer kepada Fedorov. Namun, Fedorov menolak tawaran tersebut karena menilai jabatan baru itu tidak memiliki kewenangan yang cukup untuk menjalankan agenda reformasi.

"Hanya ada tiga posisi di negara ini yang menentukan arah pertempuran bersama pasukan di medan perang, yaitu presiden, menteri pertahanan, dan panglima tertinggi," tegas Mykhailo Fedorov, dikutip dari The Kyiv Independent.

Demonstran menilai kepemimpinan yang kuat di Kementerian Pertahanan sangat krusial. Mereka khawatir proses transisi pejabat justru menghambat penyelesaian berbagai persoalan militer di tengah situasi perang.

3. Rencana kelanjutan unjuk rasa dan gelombang dukungan

Koordinator aksi menyatakan bahwa unjuk rasa akan terus digelar sampai pemerintah bersedia meninjau kembali keputusan tersebut. Mereka menganggap tekanan publik diperlukan agar pemerintah mau mendengarkan aspirasi warga.

"Aksi berlangsung pada 24 Juli pukul 20.00 di Alun-Alun Ivan Franko, dan kami akan turun ke jalan setiap hari sampai pemerintah mendengarkan kami," kata Dmytro Koziatynskyi.

Sebelumnya, Presiden Zelensky juga mengganti Panglima Angkatan Bersenjata Oleksandr Syrskyi sebagai bagian dari perombakan sektor pertahanan. Gelombang dukungan agar Fedorov kembali menjabat kini mulai meluas ke sejumlah wilayah lain di Ukraina.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article