Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, secara mendadak memecat Menteri Pertahanan (Menhan) Ukraina, Mykhailo Fedorov, pada Rabu (15/7/2026). Pemecatan ini dilakukan di tengah upaya perombakan atau reshuffle kabinet yang akan dilakukan Pemerintah Ukraina.
Baru Menjabat 7 Bulan, Menhan Ukraina Tiba-tiba Dipecat Zelenskyy

- Presiden Volodymyr Zelenskyy memecat Menhan Ukraina Mykhailo Fedorov setelah tujuh bulan menjabat, sebagai bagian dari rencana reshuffle kabinet pemerintah.
- Pemecatan Fedorov dipicu konflik internal dengan Panglima Militer Oleksandr Syrskyi terkait tata kelola pertahanan yang membuat hubungan Kemenhan dan militer Ukraina renggang.
- Zelenskyy menawarkan posisi Menhan kepada Mendagri Ihor Klymenko, sementara Fedorov dikenal sebagai menteri termuda yang sebelumnya sukses memimpin reformasi digital dan pertahanan.
"Terima kasih kepada setiap orang yang membela Ukraina dan berjuang untuk kemenangan. Terima kasih kepada seluruh tim saya atas pengabdian efektif mereka selama 24/7. Saya akan terus bekerja menuju misi yang saya emban saat datang ke Kementerian Pertahanan untuk mengalahkan musuh melalui asimetri, kecepatan inovasi, dan kekuatan organisasi kita," tulis Fedorov di media sosial Facebook merespons pemecatannya, seperti dikutip Kyiv Independent.
1. Konflik dengan panglima militer Ukraina jadi alasan pemecatan Fedorov

Menurut seorang anggota parlemen Ukraina, Yaroslav Zhelezniak, pemecatan Fedorov ini disebabkan oleh konflik yang terjadi dengan Panglima Militer Ukraina, Oleksandr Syrskyi. Fedorov dikabarkan berseteru dengan Syrskyi soal tata kelola pertahanan militer Ukraina.
Konflik ini lantas membuat hubungan Kemenhan dan pasukan militer Ukraina renggang. Padahal, kedua instansi tersebut seharusnya berkolaborasi secara harmoni dalam memperkuat pertahanan dan keamanan negara. Sebab, hal tersebut diperlukan untuk menghalau serangan pasukan militer Rusia.
Imbas konflik ini, Zelenskyy akhirnya enggan menunjuk Fedorov lagi untuk menjadi Menhan Ukraina dalam reshuffle kabinet. Menurut Zhelezniak, langkah tersebut terasa seperti pengkhianatan. Sebab, sebagai Menhan, Fedorov sudah sangat berjasa kepada Ukraina, terutama dalam hal mempertahankan negara dari serangan Rusia.
2. Menteri Dalam Negeri Ukraina ditawarkan untuk menggantikan Fedorov

Untuk menggantikan Fedorov, Zelenskyy sudah menawarkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Ukraina, Ihor Klymenko, untuk menjadi Menhan yang baru. Klymenko mengaku dirinya sangat terkejut saat ditawari jabatan Menhan oleh Zelenskyy. Sebab, dirinya saat ini masih aktif menjabat sebagai Mendagri.
Namun, Juru Bicara Klymenko, Mariana Reva mengatakan, atasannya tetap akan menunggu perintah resmi dari Zelenskyy. Sebab, saat ini, ia baru ditawarkan untuk menjadi Menhan Ukraina dan belum resmi ditunjuk. Oleh karena itu, Klymenko akan menunggu sampai dirinya benar-benar ditunjuk oleh Zelenskyy untuk menjadi Menhan Ukraina yang baru agar bisa memutuskan langkah selanjutnya.
"Kami menunggu nominasi resmi dari presiden. Seperti yang Anda ketahui, Ihor Klymenko adalah seorang perwira. Baginya, kata-kata panglima tertinggi adalah perintah," kata Reva.
3. Fedorov baru menjabat sebagai Menhan Ukraina

Fedorov sendiri merupakan menteri termuda di kabinet Zelenskyy. Ia lahir pada 23 Januari 1991. Itu artinya, usianya kini masih menginjak 23 tahun.
Sebetulnya, Fedorov baru menjabat sebagai Menhan Ukraina pada Januari lalu. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri Transformasi Digital. Jabatan itu ia emban sejak 2019 silam.
Meski baru 7 bulan menjabat, Fedorov terhitung sudah menuntaskan sekitar 20 tugas prioritasnya sebagai Menhan. Beberapa di antaranya, seperti menutup sistem Starlink untuk pasukan Rusia dan melakukan reformasi militer Ukraina.






















