ilustrasi maskapai penerbangan China Airlines, bandara, pesawat (pexels.com/Tuan Vy Spotter)
Kemudahan perjalanan turut berkontribusi terhadap meningkatnya minat pasien asing untuk berobat ke China. Pemerintah China telah memperluas kebijakan bebas visa kepada lebih dari 70 negara. Warga dari 74 negara kini dapat masuk ke China tanpa visa dan tinggal hingga 30 hari, sehingga pasien gak perlu melalui proses administrasi yang rumit sebelum menjalani pengobatan.
Media sosial juga berperan besar dalam memperkenalkan layanan kesehatan China kepada masyarakat dunia. Banyak pengguna TikTok dan YouTube membagikan pengalaman positif setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, akupunktur, hingga perawatan gigi di sana. Meski jumlah pasien asing masih tergolong kecil dibandingkan total kunjungan pasien di China, paparan di media sosial membuat semakin banyak orang mengetahui bahwa negara tersebut kini memiliki kapasitas medis yang tak kalah dari destinasi wisata kesehatan lainnya.
Tren meningkatnya pasien asing yang berobat ke China menunjukkan adanya perubahan dalam peta wisata medis dunia. Kalau dulu banyak warga China pergi ke Eropa atau Amerika Utara untuk mendapatkan terapi terbaru, kini situasinya mulai berbalik. Dukungan industri bioteknologi yang berkembang pesat, biaya perawatan yang lebih ramah di kantong, serta kebijakan perjalanan yang semakin longgar menjadi modal besar bagi China untuk menarik lebih banyak pasien internasional.
Meski masih berada pada tahap awal pertumbuhan, bukan gak mungkin China akan menjadi salah satu tujuan utama wisata medis di Asia dalam beberapa tahun mendatang. Bagi kamu yang sedang mempertimbangkan pengobatan di luar negeri, perkembangan ini bisa menjadi alternatif menarik untuk dipelajari lebih lanjut.