Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trump Ancam Serang Houthi jika Tutup Selat Bab el-Mandeb
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/Michael Vadon)
  • Donald Trump mengancam akan menyerang Houthi jika kelompok itu menutup Selat Bab el-Mandeb setelah insiden blokade kapal minyak Arab Saudi.
  • Penutupan Selat Bab el-Mandeb berpotensi memicu lonjakan harga minyak global karena jalur ini menjadi rute penting ekspor-impor minyak dari Timur Tengah.
  • Houthi beberapa kali mengancam menutup Selat Bab el-Mandeb sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran, meski sejauh ini hanya berupa ancaman tanpa penutupan total.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengancam bakal menyerang Houthi jika milisi asal Yaman tersebut menutup Selat Bab el-Mandeb yang ada di Laut Merah. Ancaman ini dilontarkan usai Houthi memblokade kapal minyak dari Arab Saudi yang melintas di selat tersebut beberapa waktu lalu.

“Sejauh ini, hal itu (Houthi menutup Selat Hormuz) belum terjadi. Mungkin akan terjadi, tetapi kami akan mengurusnya. Jika hal seperti itu terjadi, kami akan menanganinya. Anda tahu, kami pernah melakukan itu dengan Houthi sebelumnya dan kami belum mendengar kabar dari mereka sejak kami melakukan tindakan awal,” kata Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington D.C., pada Selasa (21/7/2026), seperti dilansir The Hill

1. Gangguan di Selat Bab el-Mandeb berpotensi membuat perang AS dan Houthi terjadi lagi

potret Selat Bab el-Mandeb (commons.wikimedia.org/WorldWind software)

Blokade Houthi terhadap kapal Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb tadi dilakukan pada Senin (20/7/2026). Blokade ini dilakukan usai Bandara Internasional Sana'a di Yaman diserang rudal. Houthi menyebut Arab Saudi merupakan dalang di balik serangan tersebut. 

"Embargo maritim terhadap musuh (Arab) Saudi yang kriminal berdasarkan prinsip pengawasan akan berlaku segera," ujar Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, dalam sebuah video yang diunggah di media sosial X dikutip Euronews.  

Gangguan di Selat Bab el-Mandeb ini berpotensi mengganggu perdamaian antara AS dan Houthi yang sudah diraih pada Mei 2025 lalu. Sebab, jika Houthi terus mengganggu pelayaran di selat tersebut, bentrokan dengan AS bisa kembali terjadi.

2. Penutupan Selat Bab el-Mandeb bisa membuat harga minyak global naik

ilustrasi tambang minyak (pexels.com/Jan Zakelj)

Saat ini, Houthi sudah berdamai dengan AS. Houthi berdamai dengan Washington berkat mediasi dari Oman pada 2025 lalu. Ketika itu, Oman meminta Houthi untuk berhenti menyerang kapal-kapal dagang dari Negeri Paman Sam yang melintas di Selat Bab el-Mandeb. Houthi pun menyetujuinya.

Jika Houthi menutup Selat Bab el-Mandeb, harga minyak global berpotensi mengalami lonjakan drastis. Sebab, Selat Bab el-Mandeb juga menjadi salah satu jalur ekspor dan impor minyak dari Timur Tengah ke pasar global. Sekitar 15 persen aktivitas ekspor dan impor minyak dari Timur Tengah ke pasar global dilakukan lewat selat tersebut. 

Kondisi ini juga semakin diperparah usai Iran memutuskan untuk kembali menutup Selat Hormuz pada 11 Juli. Usai selat tersebut ditutup, harga minyak sempat melonjak sekitar 3 persen. 

3. Houthi kerap mengancam akan menutup Selat Bab el-Mandeb

potret logo milisi Houthi Yaman (commons.wikimedia.org/hstoops)

Beberapa bulan yang lalu, Houthi memang kerap mengancam akan menutup Selat Bab el-Mandeb. Langkah ini dilakukan sebagai balasan terhadap AS dan Israel karena telah menyerang Iran. Ini merupakan bentuk solidaritas Houthi yang sudah menjadi sekutu Teheran sejak lama.

Kendati demikian, dalam praktiknya, Houthi tidak pernah benar-benar menutup Selat Bab el-Mandeb. Sebab, milisi yang sudah masuk daftar organisasi teroris itu hanya mengeluarkan ancaman dan menyerang kapal-kapal yang melintas di sana.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article