Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Mau Bagi Duit ke Warga AS jika Partai Republik Menang Pemilu

Trump Mau Bagi Duit ke Warga AS jika Partai Republik Menang Pemilu
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/Michael Vadon)
  • Donald Trump berjanji membagikan dividen 5.000 dolar AS kepada setiap warga dewasa jika Partai Republik memenangkan DPR dan Senat pada pemilu sela November 2026.
  • Pemilu sela AS pada 3 November menentukan dominasi DPR dan Senat; warga serta pejabat Demokrat khawatir kemenangan Republik memperkuat kebijakan Trump, termasuk perang Iran, antiimigran, dan tarif impor.
  • Trump juga menyoroti rekonstruksi fasilitas nuklir Iran di Gunung Pickaxe, meminta Teheran menghentikannya, serta mengancam serangan lebih besar bila Iran tetap melanjutkan aktivitas tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan dirinya akan membagikan uang sebesar 5.000 dolar AS atau Rp81 juta ke setiap warga Negeri Paman Sam jika Partai Republik menang dalam pemilihan umum (pemilu) sela (mid-term election) yang akan digelar November mendatang. Janji itu ia sampaikan dalam sebuah pidato di depan para pendukung Partai Republik di Dallas pada Rabu (9/9/2026). 

“Jika Partai Republik memenangkan DPR dan Senat karena kesuksesan ekonomi kita yang luar biasa, saya akan memberikan dividen kepada setiap warga negara dewasa di Amerika Serikat sebesar 5 ribu dolar,” jelas Trump dalam pidatonya yang dirilis di akun media sosial X Rapid Response 47

  1. 1. Pemilu sela di AS digelar di tengah masa jabatan presiden

    Orang-orang sedang memasukkan surat suara ke dalam kotak suara.
    ilustrasi pemilu (pexels.com/Edmond Dantes)

    Sebagai informasi, pemilu sela AS merupakan pemilu yang digelar di tengah masa jabatan presiden atau ketika presiden baru menjabat selama 2 tahun. Pemilu sela AS pada 2026 ini akan dihelat pada 3 November mendatang. Oleh karena itu, Partai Republik yang merupakan pendukung Trump dan Partai Demokrat kini sedang berlomba-lomba mencari suara.

    Dalam pemilu sela ini, warga AS tidak akan memilih presiden dan wakil presiden. Mereka akan memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan anggota Senat AS. Dilansir laman USA Facts, hasil pemilu ini nantinya akan menentukan partai mana yang mendominasi DPR dan Senat AS. Apakah itu Partai Republik atau Partai Demokrat.

  2. 2. Warga dan sejumlah pejabat AS khawatir Partai Republik menang pemilu sela

    Logo Partai Republik, Amerika Serikat.
    potret logo Partai Republik, Amerika Serikat (unsplash.com/Kelly Sikkema)

    Warga dan sejumlah pejabat AS, terutama yang berasal dari Partai Demokrat, sebetulnya khawatir jika Partai Republik memenangi pemilu sela pada November mendatang. Sebab, jika Partai Republik menang, mayoritas anggota DPR dan Senat AS akan semakin mendukung kebijakan Trump yang sebetulnya merugikan AS. Ini karena anggota DPR dan Senat AS nantinya akan didominasi oleh Partai Republik jika mereka menang.

    Salah satu contoh kebijakan Trump yang dianggap merugikan AS adalah perang dengan Iran. Perang antara AS dan Iran kini sudah membuat kondisi ekonomi Negeri Paman Sam terguncang. Sebab, selain membutuhkan banyak dana, perang dengan Iran juga membuat harga bahan bakar dan bahan pokok di AS naik drastis.

    Hal ini karena Iran menutup Selat Hormuz sehingga pasokan minyak dari Timur Tengah ke pasar global, termasuk ke AS menjadi terganggu. Selain itu, jika Partai Republik menang, anggota DPR dan kongres AS dikhawatirkan juga akan mendukung kebijakan antiimigran dan kebijakan tarif impor Trump untuk negara mitra dagang.

  3. 3. Trump menyoroti aktivitas rekonstruksi di Gunung Pickaxe Iran

    Donald Trump sedang berpidato.
    potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/US Embassy France)

    Selain soal pemilu sela, dalam pidatonya, Trump juga menyoroti aktivitas rekonstruksi di Gunung Pickaxe milik Iran. Gunung Pickaxe sendiri merupakan pusat fasilitas nuklir Iran. Di sanalah Teheran disebut menyimpan semua teknologi nuklirnya, termasuk teknologi yang digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir.

    Oleh karena itu, Trump meminta Iran untuk menghentikan proses rekonstruksi di Gunung Pickaxe. Jika tidak, Trump mengancam akan menyerang Teheran dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya. "Kami melihat ada sedikit aktivitas di (Gunung) Pickaxe. Saya menyarankan Iran untuk tidak bertindak gegabah karena kami akan membalas mereka dengan sangat keras," kata Trump. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More