Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan memarahi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam percakapan telepon pada Senin (1/6/2026). Dalam kesempatan itu, Trump membentak Netanyahu karena dirinya telah memerintahkan pasukan militer Israel (IDF) untuk terus menyerang Lebanon meski sudah ada gencatan senjata.
Trump Bentak Netanyahu di Telepon, Protes Serangan ke Lebanon

- Donald Trump memarahi Benjamin Netanyahu lewat telepon karena Israel tetap menyerang Lebanon meski ada gencatan senjata, bahkan sampai melontarkan kata-kata kasar.
- Setelah percakapan itu, Trump menyebut pembicaraan mereka produktif dan Netanyahu bersedia menarik mundur pasukan IDF dari Lebanon untuk menghentikan serangan.
- Gencatan senjata Israel-Lebanon telah diperpanjang 45 hari, namun Netanyahu menegaskan serangan ke Hizbullah akan terus berlanjut jika kelompok itu masih menyerang Israel.
Berdasarkan laporan Axios yang dikutip The Hill, saking kesalnya, Trump sampai melontarkan kata-kata kasar ke Netanyahu. Trump menyebut Netanyahu gila seraya bertanya apa tujuan Israel terus melakukan serangan ke Lebanon di tengah gencatan senjata yang sedang berlangsung. “Apa yang kau lakukan?” tanya Trump kepada Netanyahu dengan nada tinggi.
1. Trump menyebut percakapan dengan Netanyahu produktif

Meski dikabarkan cekcok, Trump menyebut percakapannya dengan Netanyahu berjalan produktif. Trump mengatakan, Netanyahu kini sudah bersedia menarik mundur IDF dari Lebanon agar serangan bisa berhenti. Trump juga berterima kasih kepada Netanyahu karena sudah bersedia menarik IDF dari Lebanon.
“Saya berbincang dengan Bibi Netanyahu hari ini. (Saya) memintanya untuk tidak melakukan serangan besar-besaran ke Beirut, Lebanon. Dia memutar balik pasukannya. Terima kasih Bibi! Saya juga telah berbicara dengan Perwakilan Pemimpin Hizbullah. Mereka setuju berhenti menembak Israel dan tentaranya. Demikian pula, Israel setuju untuk berhenti menembak mereka,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social miliknya.
2. Netanyahu meminta IDF untuk menyerang Hizbullah di Beirut Lebanon

Sebelum ditelepon Trump, Netanyahu telah lebih dulu memerintahkan IDF untuk meluncurkan serangan baru ke Distrik Dahiyeh, Kota Beirut, Lebanon. Serangan tersebut ditujukan ke para anggota Hizbullah yang ada di sana. Tidak lama setelah itu, Netanyahu dikabarkan langsung dihubungi Trump untuk memintanya berhenti membombardir Lebanon.
Serangan terbaru Israel ke Lebanon tadi dikecam oleh Iran. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut serangan itu telah melanggar kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. “Gencatan senjata antara Iran dan AS adalah gencatan senjata yang mutlak di semua lini, termasuk di Lebanon,” tulis Araghchi dalam sebuah unggahan di X.
3. Gencatan senjata Israel dan Lebanon sudah diperpanjang 45 hari

Saat ini, gencatan senjata antara Israel dan Lebanon sudah diperpanjang selama 45 hari. Kesepakatan itu diraih usai Israel dan Lebanon melakukan negosiasi damai tahap ketiga di Gedung Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS, Washington D.C., pada 14 dan 15 Mei lalu.
Sayangnya, meski sudah ada gencatan senjata, Israel masih tetap menyerang Lebanon. Dalam pernyataannya, Netanyahu menegaskan Israel akan tetap menyerang Lebanon sampai semua anggota Hizbullah berhasil dibunuh. "Jika Hizbullah tidak berhenti menyerang kota-kota dan warga negara kita, Israel akan menyerang target teror di Beirut," kata Netanyahu.


















