Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trump Pasang Badan, Netanyahu Dipastikan Tak Akan Ditangkap di AS
Presiden AS Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) bersalaman saat menggelar konferensi pers bersama di East Room, Gedung Putih, Washington, D.C., pada 15 Februari 2017. (The White House from Washington, DC, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Donald Trump menegaskan Benjamin Netanyahu tidak akan ditangkap di AS, meski ada desakan dari Wali Kota New York Zohran Mamdani yang menilai Netanyahu sebagai penjahat perang di Gaza.
  • ICC telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu atas dugaan kejahatan perang, namun AS bukan anggota ICC dan Trump justru menyalahkan Iran atas berbagai konflik regional.
  • Ketegangan meningkat setelah serangan Iran menewaskan prajurit AS, sementara jalur diplomasi tetap terbuka dan rencana kedatangan Netanyahu ke New York masih menuai perdebatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tak akan ditangkap dalam bentuk apa pun jika datang ke AS. Pernyataan yang diunggah melalui media sosial Truth Social pada Senin (20/7/2026) disampaikan sebagai respons terhadap sikap Wali Kota New York City Zohran Mamdani, yang sedang mengkaji kewenangan hukum untuk memerintahkan kepolisian setempat menahan Netanyahu saat menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September mendatang.

Rencana tersebut muncul karena Mamdani menilai Netanyahu merupakan penjahat perang atas tindakannya di Gaza yang disebutnya sebagai genosida.

“Saya percaya bahwa perdana menteri Netanyahu seharusnya berada di Den Haag,” ujar Mamdani saat diwawancarai New York Times, dikutip The Guardian.

Mamdani juga menyampaikan komitmennya untuk menjalankan hukum internasional selama ketentuan hukum di tingkat lokal memungkinkan, tanpa perlu membentuk undang-undang baru.

1. ICC menerbitkan surat perintah penangkapan Netanyahu

Gedung Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag (OSeveno, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Di tengah dorongan Mamdani, AS tetap bukan negara anggota dan tak mengakui yurisdiksi Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Lembaga yang bermarkas di Den Haag itu telah menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu sejak November 2024 atas dugaan kejahatan perang di Gaza, termasuk penggunaan kelaparan sebagai metode perang, pembunuhan, dan penganiayaan. ICC juga mengeluarkan surat perintah serupa terhadap mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant serta pemimpin militer Hamas Mohammed Deif.

Sementara itu, Trump menolak tuntutan agar Netanyahu ditangkap. Trump menyebut Netanyahu sedang menghadapi Republik Islam Iran dan menyatakan Iran bertanggung jawab atas kematian 52 ribu demonstran tak bersalah serta gugurnya prajurit AS selama 47 tahun terakhir.

“Satu-satunya yang seharusnya ditangkap adalah orang-orang yang menjerumuskan Iran ke dalam spiral kematian dan kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Trump, dikutip Jerusalem Post.

2. Serangan Iran menewaskan prajurit AS

ilustrasi perang AS-Israel melawan Iran (unsplash.com/Saifee Art)

Pernyataan Trump yang membela Netanyahu disampaikan ketika ketegangan militer antara AS dan Iran meningkat. Tiga personel militer AS dilaporkan tewas dan satu lainnya hilang akibat serangan droneserta rudal Iran di Yordania dan Irak sejak pekan lalu. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi serangan tersebut, termasuk ledakan drone peledak di Irak yang menewaskan seorang prajurit.

Dalam wawancara dengan New York Post, Trump menyebut kematian para prajurit sebagai hal yang sangat disayangkan. Ia juga mengatakan para prajurit gugur ketika berupaya mencegah Iran memiliki senjata nuklir dan menjaga stabilitas Timur Tengah. Trump kemudian menginstruksikan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Ketua Gabungan Kepala Staf AS Jenderal Dan Caine, serta seluruh jajaran militer untuk membalas setiap tindakan Iran dengan respons yang berkali-kali lipat.

3. AS melanjutkan pembicaraan dengan Iran

Penampakan Selat Hormuz dari satelit (Jacques Descloitres, MODIS Land Rapid Response Team, NASA/GSFC, Public domain, via Wikimedia Commons)

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Jerusalem Post bahwa jalur diplomasi antara AS dan Iran masih tetap berjalan. Di sisi lain, perhatian utama Trump disebut tertuju pada langkah pembalasan atas pelanggaran nota kesepahaman dan tindakan terorisme Iran di Selat Hormuz.

Pemerintah AS menyatakan tindakan tegas akan terus dilakukan hingga terdapat keputusan lebih lanjut dari presiden. Perdebatan mengenai rencana kedatangan Netanyahu ke New York City pun tetap berlangsung bersamaan dengan perkembangan tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article