Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Trump Pede Negosiasi Damai dengan Iran Bakal Segera Rampung
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
  • Donald Trump mengklaim negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran akan segera rampung, menyebut upaya tersebut sebagai langkah besar menuju akhir permanen konflik kedua negara.
  • Iran menolak menghadiri negosiasi tahap kedua di Islamabad sebagai protes terhadap sikap tidak kooperatif AS, termasuk blokade pelabuhan yang memicu penutupan Selat Hormuz dan lonjakan harga minyak global.
  • Trump mengecam penolakan Iran dan mengancam tindakan militer lebih besar jika Teheran tetap menolak berunding, sementara Pakistan menyatakan jadwal baru pertemuan masih dalam pembahasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan klaim menohok soal progres negosiasi damai dengan Iran. Dalam pernyataannya, pria yang kini berusia 79 tahun itu mengklaim negosiasi perdamaian dengan Iran akan segera rampung. Dengan begitu, perang bisa segera berakhir permanen. 

"Kita telah melakukan pekerjaan yang hebat. Kita akan menyelesaikannya (negosiasi damai dengan Iran) dan semua orang akan merasa senang," kata Trump dalam sebuah wawancara telepon dengan seorang penyiar radio konservatif pada Senin (10/4/2026), seperti dilansir Anadolu Agency.

1. Iran menolak bernegosiasi dengan AS

potret bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)

Pernyataan Trump ini dilontarkan tidak lama usai Iran menyatakan penolakannya untuk menghadiri negosiasi damai tahap kedua dengan AS di Islamabad, Pakistan. Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.  

Ghalibaf mengatakan, penolakan ini merupakan bentuk protes terhadap langkah tidak kooperatif AS dalam mengupayakan perdamaian dengan Iran. Sebab, hingga saat ini, AS masih kerap menebar ancaman ke Iran. Bahkan, AS juga masih memblokade semua pelabuhan milik Iran. Imbas blokade ini, Iran akhirnya memutuskan untuk kembali menutup Selat Hormuz secara penuh. 

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran akhirnya membuat harga minyak global kembali melonjak. Dilansir CNA, harga minyak global dikabarkan naik drastis sebesar enam persen pada Senin. Padahal, pekan lalu, harga minyak sempat menurun sebesar lebih dari sembilan persen karena Iran bersedia membuka Selat Hormuz secara penuh. 

2. Penolakan Iran dikecam oleh Trump

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Penolakan Iran untuk bernegosiasi dengan AS tadi sudah dikecam oleh Trump. Ia mengancam akan menyerang Iran dengan kekuatan yang lebih besar jika Iran tetap enggan bernegosiasi dan menyepakati perdamaian dengan AS.

"Mereka akan bernegosiasi. Jika tidak, mereka akan menghadapi masalah yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Mudah-mudahan, mereka akan membuat kesepakatan yang adil dan membangun kembali negara mereka," ujar Trump.

"Namun, ketika mereka melakukannya, mereka tidak akan memiliki senjata nuklir. Mereka tidak akan memiliki akses dan tidak ada peluang untuk memiliki senjata nuklir,” lanjutnya.

3. Negosiasi perdamaian kedua AS-Iran awalnya bakal digelar pekan lalu

ilustrasi negosiasi damai (pexels.com/Markus Winkler)

Awalnya, negosiasi perdamaian tahap kedua antara AS dan Iran dikabarkan bakal digelar di Islamabad, Pakistan, pada Kamis (16/4/2026) waktu AS atau Jumat (17/4/2026) waktu Indonesia pekan lalu. Sayangnya, rencana tersebut urung terjadi. Sebab, menurut Kementerian Luar Negeri Pakistan, AS dan Iran masih menentukan waktu yang tempat untuk bertemu.

“Siapa yang akan datang, seberapa besar delegasinya, siapa yang akan tinggal, dan siapa yang akan pergi, itu terserah pihak-pihak yang terlibat untuk memutuskan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, kepada wartawan di Islamabad dilansir Al Jazeera

Namun, negosiasi damai tahap kedua antara AS dan Iran dikabarkan bakal berlanjut lagi pada pekan ini. Menurut laporan media Israel, Axios, Iran juga telah bersedia melakukan negosiasi dengan AS dan akan segera mengirim delegasinya ke Pakistan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team