Iran Buka Selat Hormuz, Trump: Blokade Militer AS Tetap Dilakukan

- Iran resmi membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran global setelah sempat ditutup akibat serangan militer AS dan Israel pada Februari lalu.
- Donald Trump menyambut keputusan Iran tersebut namun menegaskan blokade angkatan laut AS terhadap Iran tetap diberlakukan hingga negosiasi selesai sepenuhnya.
- Pemerintah Iran menyatakan pembukaan jalur ini berlaku selama masa gencatan senjata, memungkinkan kapal niaga melintas dengan rute terkoordinasi sesuai arahan otoritas maritimnya.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengucapkan terima kasih ke Iran, menyusul keputusan Teheran membuka jalur pelayaran strategis tersebut. Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menyambut pengumuman dari Iran dan menyebut jalur tersebut kini siap digunakan kembali untuk lalu lintas global.
“IRAN BARU SAJA MENGUMUMKAN BAHWA SELAT IRAN SEPENUHNYA TERBUKA DAN SIAP UNTUK DILALUI SEPENUHNYA. TERIMA KASIH!” tulis Trump di akun Truth Social, Jumat (17/4/2026).
Namun, di balik pembukaan jalur tersebut, Trump memastikan tekanan militer terhadap Iran belum akan dihentikan. Ia menegaskan, blokade angkatan laut Amerika Serikat masih akan tetap diberlakukan secara khusus terhadap Iran.
“TETAPI BLOKADE ANGKATAN LAUT AKAN TETAP BERLAKU PENUH TERHADAP IRAN SAJA, SAMPAI PROSES TRANSAKSI KAMI DENGAN IRAN SELESAI 100 PERSEN,” kata Trump.
Ia juga mengklaim proses negosiasi dengan Iran sudah berada di tahap akhir dan dapat segera diselesaikan. “PROSES INI SEHARUSNYA BERJALAN SANGAT CEPAT KARENA SEBAGIAN BESAR POIN SUDAH DINegosiasikan,” tambahnya.
Pernyataan Trump ini muncul di tengah situasi yang masih sangat dinamis, dengan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berakhir dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz. Araghchi menegaskan, jalur strategis tersebut kini dapat dilalui kembali oleh kapal-kapal niaga selama periode gencatan senjata berlangsung.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata, pada rute terkoordinasi seperti yang telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran,” tulisnya di platform X.
Langkah ini diambil setelah sebelumnya Iran menutup Selat Hormuz selama beberapa minggu sebagai respons atas serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayahnya pada Februari lalu.


















