Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trump Pertimbangkan Lanjut Perang Lawan Iran, Gimana Nasib Perdamaian?
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
  • Donald Trump dikabarkan mempertimbangkan untuk melanjutkan perang melawan Iran setelah berdiskusi dengan Menteri Pertahanan dan Kepala Staf Gabungan AS.
  • Meskipun ada ancaman perang, Trump masih mengutamakan jalur negosiasi dengan Iran yang kini berlangsung di Doha, Qatar.
  • AS menuntut Iran menghentikan program senjata nuklir dan menjamin kebebasan berlayar di Selat Hormuz sebagai syarat perdamaian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan perang melawan Iran. Informasi tersebut disampaikan oleh seorang pejabat AS yang tidak disebut namanya kepada Wall Street Journal (WSJ) pada Selasa (30/6/2026).

Menurut laporan WSJ, Trump sudah melakukan diskusi dengan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth dan Kepala Staf Gabungan Pasukan AS, Dan Caine soal rencana melanjutkan perang dengan Iran. Langkah ini dilakukan agar Trump tidak salah mengambil kebijakan.

1. Trump masih mengutamakan negosiasi dengan Iran

ilustrasi negosiasi (pexels.com/Monstera Production)

Kendati begitu, Trump dikabarkan masih mengutamakan negosiasi dengan Iran. Sebab, Trump optimistis bahwa negosiasi merupakan jalan terbaik untuk mencapai perdamaian jangka panjang dengan Teheran.  

Oleh karena itu, Trump kini masih belum memutuskan apa pun soal rencana melanjutkan perang dengan Iran. Terlebih, AS dan Iran saat ini juga sedang melanjutkan negosiasi di Doha, Qatar. Negosiasi ini dilakukan usai kedua negara kembali terlibat aksi saling serang di Selat Hormuz pada Jumat (26/6/2026) dan Sabtu (27/6/2026) pekan lalu. 

2. Trump sempat mengancam bakal melanjutkan perang melawan Iran

ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Pada pekan lalu, Trump sebetulnya sempat mengancam akan melanjutkan perang melawan Iran. Trump mengatakan, serangan terbaru akan dilakukan ke Iran jika mereka tidak mau mematuhi syarat yang diberikan AS dalam negosiasi yang sedang berlangsung. 

“Mereka (Iran) menyetujui apa yang saya mau dan mereka harus melakukannya. Jika tidak, kita akan kembali dan melakukan apa yang harus kita lakukan,” ujat Trump kepada awak media, seperti dikutip Times fo India

3. Ada sejumlah syarat dari AS yang harus dipatuhi oleh Iran

ilustrasi syarat perdamaian (pexels.com/RDNE Stock project)

Dalam negosiasi yang sedang berlangsung, AS memberi Iran sejumlah syarat yang harus mereka patuhi. Salah satunya adalah penghentian program senjata nuklir. AS ingin Iran menghentikan program senjata nuklirnya jika ingin mencapai perdamaian jangka panjang. Jika tidak, AS akan kembali menyerang Iran dan menghancurkan situs nuklir yang mereka punya. 

Selain itu, AS juga ingin Iran menjamin hak kebebasan berlayar di Selat Hormuz. Iran tidak boleh mematok tarif apalagi melarang kapal untuk berlayar di sana. Sebab, berbeda dengan terusan, seperti Terusan Suez dan Terusan Panama, Selat Hormuz merupakan perairan internasional sehingga kapal dari negara mana pun bebas berlayar di sana. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article