Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung maupun dijadwalkan dengan pihak Iran pada Selasa (18/8/2026). Pernyataan keras ini disampaikan melalui unggahan di media sosial Truth Social, di mana ia juga membagikan peta yang mengklaim Selat Hormuz sebagai wilayah kekuasaan baru bagi AS. Langkah provokatif tersebut makin memperpanjang tensi panas perang kedua negara yang sudah berlangsung hampir enam bulan sejak akhir Februari lalu.
Kebuntuan diplomasi di perairan strategis itu memicu eskalasi baru di kawasan Teluk setelah Uni Emirat Arab (UEA) menuding Teheran menembakkan dua rudal balistik ke jalur pelayaran internasional. Pihak Iran menolak tuduhan tersebut, namun membalas gertakan Washington dengan menegaskan bahwa jalur vital distribusi minyak dunia itu tidak akan dibuka sampai AS mencabut seluruh sanksi serta blokade laut. Perselisihan sengit ini membuyarkan harapan publik internasional akan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat.
