Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Iran dan Oman Resmi Sepakati Jalur Pelayaran Baru di Selat Hormuz

Iran dan Oman Resmi Sepakati Jalur Pelayaran Baru di Selat Hormuz
potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/European Space Agency)
  • Iran dan Oman menyepakati jalur pelayaran baru di Selat Hormuz setelah negosiasi tiga bulan, untuk menjamin kebebasan dan keamanan berlayar tanpa intervensi pihak lain.
  • Iran menyatakan pemulihan pelayaran komersial normal dan pembukaan penuh Selat Hormuz bergantung pada kepatuhan AS terhadap syarat yang diajukan Teheran.
  • Enam syarat Iran mencakup penghentian ancaman dan serangan, penarikan militer AS, pencabutan blokade serta sanksi, ganti rugi, dan pembebasan aset Iran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran mengumumkan pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan Oman soal jalur pelayaran baru di Selat Hormuz. Kabar itu disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Sabtu (15/8/2026). 

Dalam pernyataannya, Baghaei mengatakan, kesepakatan soal Selat Hormuz ini murni dibuat oleh Iran dan Oman sebagai dua negara yang terletak di dekat Selat Hormuz tanpa ada intervensi dari pihak mana pun, termasuk Amerika Serikat (AS). Ia menjelaskan bahwa kesepakatan ini akan berguna untuk menjamin kebebasan dan keamanan berlayar di selat tersebut. 

  1. 1. Pemulihan situasi di Selat Hormuz bergantung pada sikap AS

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang diwawancara oleh pembawa acara NBC News, Tom Llamas, di Ruang Oval, Gedung Putih, pada 4 Februari 2026.
    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang diwawancara oleh pembawa acara NBC News, Tom Llamas, di Ruang Oval, Gedung Putih, pada 4 Februari 2026. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

    Meski demikian, Baghaei menambahkan, pemulihan situasi dan dimulainya kembali pelayaran komersial normal di Selat Hormuz bergantung pada sikap AS. Jika Washington mau mematuhi semua syarat yang sudah diberikan, Teheran akan kembali membuka Selat Hormuz secara penuh agar lalu lintas kapal bisa kembali normal. Jika tidak, maka pelayaran di selat tersebut tidak akan pernah kembali seperti semula. 

    “Terlepas dari halangan AS, pembicaraan telah menunjukkan kemajuan positif selama tiga minggu terakhir dan kesepakatan kini telah tercapai mengenai peta rute pelayaran (baru di Selat Hormuz),” kata Baghaei, seperti dilansir Anadolu Agency.

  2. 2. Iran memberikan enam syarat ke AS jika Selat Hormuz ingin kembali dibuka

    Syarat-syarat yang tertera di dalam sebuah dokumen.
    ilustrasi syarat perdamaian (pexels.com/RDNE Stock project)

    Iran sendiri telah memberikan enam syarat ke AS jika Selat Hormuz ingin kembali dibuka secara penuh. Enam syarat tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, pada 8 Agustus lalu. Dilansir Al Jazeera, berikut rincian syarat yang diberikan Teheran ke Washington soal Selat Hormuz. 

    1. Penghentian ancaman dan penghinaan AS terhadap Iran;

    2. Penghentian permanen serangan AS terhadap Iran dan para sekutu di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak;

    3. Pencabutan blokade angkatan laut AS serta penarikan pasukan angkatan laut dan udara AS dari sekitar Iran;

    4. Ganti rugi kerusakan akibat serangan AS ke Iran;

    5. Pencabutan sanksi ekonomi AS terhadap Iran;

    6. Pembebasan tanpa syarat aset Iran yang dibekukan AS.

  3. 3. Iran bernegosiasi dengan Oman soal Selat Hormuz selama tiga bulan

    Bendera Oman sedang berkibar.
    potret bendera Oman (pexels.com/Ugurcan Ozmen)

    Kesepakatan soal Selat Hormuz ini diraih usai delegasi Iran dan Oman melakukan negosiasi selama tiga bulan sejak 18 Juni. Negosiasi ini sempat mengalami pasang surut karena perbedaan pendapat di antara Teheran dan Muscat. Meski demikian, perbedaan itu bisa diatasi sehingga kedua negara kini resmi menyepakati rute pelayaran baru di Selat Hormuz. 

    Kendati demikian, Baghaei menjelaskan, Iran dan Oman masih akan melanjutkan negosiasi terkait sejumlah isu strategis. Namun, ia tidak menjelaskan isu strategis apa yang dimaksud.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More