Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (18/4/2026) memutuskan mengubah arah kebijakan dengan melanjutkan pengecualian sanksi yang memberi ruang bagi negara sekutu membeli minyak dan produk turunannya dari Rusia. Langkah ini menandai perubahan dari sikap sebelumnya terkait pembatasan energi Rusia.
Dilansir DW, Departemen Keuangan AS kemudian menerbitkan lisensi baru pada malam hari yang sama. Izin tersebut memungkinkan pembelian minyak Rusia yang dimuat ke kapal sejak tanggal itu hingga 16 Mei 2026.
Kebijakan ini menggantikan izin sementara sebelumnya yang telah berakhir pada 11 April 2026. Dalam ketentuannya, pengecualian terbaru tidak mencakup transaksi yang melibatkan Iran, Kuba, maupun Korea Utara.
