Jakarta, IDN Times – Uji klinis perdana vaksin Ebola resmi dimulai di Republik Demokratik Kongo pada Jumat (23/10/2026). Langkah medis ini diambil untuk menekan laju wabah terburuk dalam sejarah negara tersebut yang telah mencatat lebih dari 9.700 kasus dan merenggut lebih dari 4.600 korban jiwa.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama Kementerian Kesehatan RD Kongo memimpin langsung penelitian ini di wilayah pusat penularan. Selama ini, penanganan darurat di lapangan terkendala oleh belum tersedianya obat maupun vaksin resmi untuk menangkal virus Ebola jenis Bundibugyo yang memicu krisis kesehatan tersebut.
