Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ukraina Klaim Hampir Capai Kesepakatan Damai dengan Rusia
potret bendera Ukraina (pexels.com/Mathias Reding)
  • Ukraina mengklaim hampir mencapai kesepakatan damai dengan Rusia setelah empat tahun perang, meski negosiasi masih diwarnai ego dari kedua pihak.
  • Sejumlah pertemuan trilateral antara Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat telah digelar di Abu Dhabi dan Jenewa, namun semuanya gagal menghasilkan kesepakatan perdamaian.
  • Negosiasi tahap keempat tertunda karena perbedaan lokasi yang diinginkan AS dan Rusia, sementara delegasi AS dijadwalkan berkunjung ke Ukraina untuk membahas kelanjutan proses damai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ukraina mengklaim pihaknya sudah hampir mencapai kesepakatan perdamaian dengan Rusia. Klaim tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Presiden Ukraina, Kyrylo Budanov. 

“Mereka semua (Ukraina dan Rusia) memahami bahwa perang harus diakhiri. Itulah mengapa mereka bernegosiasi. Saya rasa, (kesepakatan perdamaian akan dicapai) tidak lama lagi,” kata Budanov dalam wawancara dengan Bloomberg yang dirilis pada pada Jumat (10/4/2026) dikutip Anadolu Agency.

1. Ukraina dan Rusia sama-sama mempertahankan ego

ilustrasi perundingan damai Rusia dan Ukraina (unsplash.com/Zulfugar Karimov)

Budanov menambahkan, dalam proses negosiasi damai, Rusia dan Ukraina sama-sama mempertahankan ego. Inilah yang membuat proses negosiasi berjalan alot sehingga kerap berakhir tanpa kesepakatan berarti. 

Kendati begitu, Budanov yakin, baik Ukraina maupun Rusia kini semakin dekat pada kesepakatan perdamaian. Terlebih, Rusia juga sudah ingin segera mengakhiri perang dengan Ukraina. Sebab, perang ini sudah berjalan empat tahun dan sudah menghabiskan banyak biaya. 

"Ini adalah jumlah yang sangat besar. (Jumlahnya) sudah mencapai triliunan," ujar Budanov soal perkiraan biaya perang yang sudah digelontorkan oleh Rusia.

2. Ukraina dan Rusia sudah berkali-kali menjalani negosiasi damai

ilustrasi perdamaian (unsplash.com/Road Ahead)

Untuk mengakhiri perang, Ukraina dan Rusia sebetulnya sudah berkali-kali menggelar pertemuan trilateral dengan Amerika Serikat yang berperan sebagai mediator. Namun, semua pertemuan itu berakhir nihil tanpa kesepakatan berarti. 

Pertemuan pertama dan kedua dihelat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 23–24 Januari dan pada 4–5 Februari 2026. Namun, kedua pertemuan tersebut gagal menghasilkan kesepakatan perdamaian antara Ukraina dan Rusia.

Meski begitu, Ukraina dan Rusia tidak menyerah. Keduanya lantas menggelar pertemuan ketiga di Jenewa, Swiss, pada 17 dan 18 Februari lalu. Sayangnya, pertemuan tersebut lagi-lagi gagal menghasilkan perdamaian. 

3. Negosiasi tahap keempat masih tertunda

ilustrasi negosiasi (unsplash.com/Cytonn Photography)

Sebetulnya, Ukraina dan Rusia sudah siap melakukan pertemuan trilateral tahap keempat untuk menegosiasikan perdamaian. Namun, pertemuan itu tertunda karena AS masih fokus pada perang Iran. Negosiasi damai antara Ukraina dan Rusia tidak bisa berjalan tanpa melibatkan Negeri Paman Sam. 

Sebetulnya, pertemuan tahap keempat ini sudah hampir terlaksana. Sayangnya, upaya ini gagal karena AS tidak menyetujui tempat pertemuan trilateral tersebut. AS ingin pertemuan dilakukan di wilayahnya. Sebab, saat ini, AS tidak mau menggelar pertemuan di luar negeri karena situasi konflik di Timur Tengah. Di sisi lain, Rusia tidak mau pertemuan digelar di AS. Mereka ingin pertemuan digelar di Turki atau Swiss. Namun, AS menolak mentah-mentah usulan tersebut. 

Kendati begitu, Budanov mengatakan, delegasi dari AS akan berkunjung ke Ukraina pada pekan depan. Kunjungan tersebut dikabarkan bertujuan untuk membahas negosiasi damai antara Kyiv dan Moskow. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team