Portal Layanan Pengiriman Online dari AS ke Kuba Tutup

- Portal pengiriman envioscuba.com dari AS ke Kuba resmi dihentikan, menambah tekanan pada ekonomi Kuba yang bergantung pada remitansi di tengah krisis energi dan kelangkaan bahan pokok.
- Pemerintah AS menjatuhkan sanksi kepada perusahaan minyak negara Kuba, Union Cuba Petroleo, dengan tudingan digunakan sebagai alat represi dan mendukung rezim kleptokrasi di Kuba.
- Kuba menerima hampir 100 ton bantuan kemanusiaan dari Kolombia berupa obat-obatan dan makanan untuk membantu rakyat menghadapi dampak blokade serta kekurangan kebutuhan dasar.
Jakarta, IDN Times - Salah satu portal layanan pengiriman barang dan uang online, envioscuba.com dari Amerika Serikat (AS) ke Kuba resmi disetop. Padahal, platform tersebut umumnya digunakan imigran Kuba di AS untuk mengirimkan barang atau uang ke keluarganya di Kuba.
Berhentinya layanan pengiriman online dari AS semakin menekan ekonomi Kuba yang bergantung pada remitansi. Terlebih saat ini, Kuba terus dihadapkan pada krisis energi akut, kelangkaan bahan pangan dan obat-obatan akibat blokade AS.
1. Envioscuba berhubungan dengan Gaesa

Dalam keterangannya, Envioscuba mengatakan bahwa tidak lagi menerima pengiriman barang dari AS ke Kuba. Namun, semua barang, termasuk makanan dan pakaian, serta uang yang sudah diterima dan diproses akan tetap dikirimkan.
“Atas alasan yang tidak dapat kami kontrol, maka platform akmi tidak lagi dapat menyediakan layanan pengiriman barang ke Kuba,” tuturnya, dikutip dari ABC News, Selasa (16/6/2026).
Sementara itu, Envioscuba diketahui berhubungan dengan konglomerasi Kuba, Gaesa. Perusahaan itu tidak mengirimkan produk langsung dari AS ke Kuba, melainkan menjual dan mengirim produk yang disimpan di gudang Gaesa.
2. AS tetapkan sanksi kepada perusahaan minyak Kuba

Pekan lalu, AS resmi menjatuhkan sanksi kepada perusahaan minyak negara Kuba, Union Cuba Petroleo. Sanksi itu melarang seluruh entitas di AS untuk berbisnis dengan perusahaan milik negara di Kuba tersebut.
Dilansir Politico, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menuding pemerintah Kuba menggunakan perusahaan itu sebagai alat represi. Selain itu, perusahaan minyak itu juga dituduh berfungsi untuk melayani rezim kleptokrasi di Kuba.
“Sementara rakyat Kuba terdampak kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan mati lampu karena tidak ada investasi selama bertahun-tahun di fasilitas penting. Pemimpin komunis Kuba sudah mengalihkan energi ke dompet mereka masing-masing,” terangnya.
3. Kuba terima bantuan kemanusiaan dari Kolombia

Pada saat yang sama, Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel mengucapkan terima kasih kepada Presiden Kolombia, Gustavo Petro dan rakyat Kolombia atas bantuan kemanusiaan. Bantuan dari Kolombia tersebut berjumlah hampir 100 ton.
“Solidaritas datang kepada kami di tengah hari-hari sulit karena kebijakan kriminal blokade dari pemerintah AS. Namun, persaudaraan antara Kuba dan Kolombia tidak dapat diblokade,” katanya, dilansir dari EFE.
Kapal pengangkut bantuan kemanusiaan itu akhirnya tiba di Havana setelah berlayar dari Cartagena sejak April. Bantuan kemanusiaan tersebut berupa obat-obatan dan makanan untuk mengurangi dampak kelangkaan bahan pokok.


















