Rusia Setuju Bayar Kompensasi atas Jatuhnya Pesawat Azerbaijan

- Rusia dan Azerbaijan sepakat mengakhiri perselisihan jatuhnya pesawat Azerbaijan Airlines di Chechnya, dengan Moskow bersedia membayar kompensasi atas insiden tersebut.
- Putin mengakui rudal pertahanan udara Rusia secara tidak sengaja menembak pesawat Azerbaijan saat menghadapi serangan drone Ukraina di wilayah Chechnya.
- Kedua negara menyepakati kerja sama ekonomi dan rekonstruksi di Zangilan meski hubungan sempat tegang akibat dugaan keterlibatan Rusia dalam percobaan kudeta di Azerbaijan.
Jakarta, IDN Times - Rusia dan Azerbaijan akhirnya sepakat mengakhiri perselisihan imbas jatuhnya pesawat maskapai Azerbaijan Airlines di Chechnya. Moskow akhirnya mau memberikan kompensasi kepada Baku.
“Kami mengakui bahwa jatuhnya pesawat tersebut adalah akibat dari serangan yang tidak disengaja oleh sistem pertahanan udara di dalam wilayah udara Rusia,” ungkapnya, dikutip dari The Moscow Times, Kamis (16/4/2026).
Beberapa tahun terakhir, hubungan Rusia dan Azerbaijan terus memanas imbas jatuhnya pesawat di Kazakhstan tersebut. Alhasil, Azerbaijan justru semakin mendekatkan diri dengan Ukraina.
1. Putin akui bahwa sistem pertahanan Rusia tembak pesawat Azerbaijan
Kesepakatan ini didasarkan pada pernyataan Presiden Rusia, Vladimir Putin pada Oktober 2025. Saat itu, Putin bertemu dengan Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev dan mengakui bahwa tembakan rudal Rusia yang merusak pesawat tersebut.
Dilansir The Times of Cental Asia, Putin menyebut, tembakan rudal sistem pertahanan udara Rusia tersebut tidak disengaja. Insiden tersebut berlangsung saat militer Rusia menghadapi serangan drone Ukraina di Chechnya.
2. Rusia dan Azerbaijan setujui kerja sama di Zangilan
Pada saat yang sama, Rusia dan Azerbaijan setuju rencana implementasi sistem elektronik untuk transportasi kedua negara. Langkah ini untuk mengekspansi kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi dan proyek gabungan antara Rusia dan Azerbaijan.
Sementara itu, pertemuan antara Rusia dan Azerbaijan di Zangilan tersebut untuk meningkatkan hubungan kedua negara. Keduanya berencana untuk merekonstruksi Zangilan yang berbatasan langsung dengan Iran dan Armenia.
3. Hubungan Rusia dan Azerbaijan tegang imbas rencana kudeta
Selain masalah pesawat, Azerbaijan menduga adanya keterlibatan Rusia dalam percobaan kudeta pada Oktober 2025. Sebab, percobaan kudeta tersebut berlangsung setelah pertemuan antara Putin dan Aliyev.
Dilansir OC Media, percobaan kudeta tersebut direncanakan oleh Asisten Kepresidenan Azerbaijan, Ramiz Mehdiyev. Ia bekerja sama dengan Jenderal Najmeddin Sadikov untuk merencanakan pembunuhan Aliyev dan Mehdiyev diduga sudah menghubungi pihak di Moskow.


















