Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Uni Eropa Siapkan Aturan Moderasi Lebih Ketat untuk ChatGPT dan Roblox
Bendera Uni Eropa (unsplash.com/ALEXANDRE LALLEMAND)
  • Komisi Eropa berencana menetapkan ChatGPT dan Roblox sebagai Very Large Online Platforms karena masing-masing melampaui 45 juta pengguna aktif bulanan di Uni Eropa.
  • Empat bulan setelah pemberitahuan resmi, OpenAI dan Roblox wajib menjalani audit independen, melaporkan transparansi, menilai risiko sistemik, serta mencegah konten ilegal.
  • Pelanggaran DSA dapat dikenai denda hingga 6 persen pendapatan global tahunan; Roblox juga mendapat sorotan terkait perlindungan anak dan pembatasan interaksi sosial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Komisi Eropa bersiap memperketat pengawasan terhadap platform ChatGPT dan Roblox. Langkah ini diambil setelah jumlah pengguna aktif bulanan kedua platform tersebut melampaui ambang batas Undang-Undang Layanan Digital (Digital Services Act/DSA), sebagaimana dilaporkan pada Rabu (29/7/2026).

Jika resmi berstatus Very Large Online Platforms (VLOPs), kedua layanan ini wajib mematuhi standar moderasi konten, transparansi, dan pencegahan risiko yang jauh lebih ketat di kawasan Uni Eropa.

1. Kriteria penetapan status kategori VLOP

Komisi Eropa berencana memasukkan ChatGPT dan Roblox ke dalam kategori VLOP karena masing-masing telah memiliki lebih dari 45 juta pengguna aktif bulanan di Uni Eropa. Pengumuman resmi diperkirakan rilis paling cepat pada Agustus mendatang.

Status tersebut akan menempatkan ChatGPT dan Roblox di bawah pengawasan langsung Komisi Eropa, sejajar dengan sejumlah perusahaan teknologi raksasa lainnya.

"Komisi Eropa akan menetapkan dua perusahaan teknologi asal AS ini sebagai platform digital berskala sangat besar sesuai aturan Undang-Undang Layanan Digital," kata seorang sumber yang mengetahui rencana tersebut, dikutip dari Bloomberg.

Seluruh kewajiban baru di bawah aturan DSA ini akan mulai berlaku empat bulan setelah perusahaan menerima pemberitahuan resmi.

2. Platform wajib jalani audit dan penilaian risiko

Lewat status baru ini, OpenAI dan Roblox wajib menyampaikan laporan transparansi berkala, menjalani audit independen, serta menyerahkan analisis risiko sistemik kepada Komisi Eropa.

Regulator juga mewajibkan kedua perusahaan menyiapkan langkah pencegahan sebaran konten ilegal dan risiko lain yang merugikan pengguna. Tiap platform juga akan dikenai biaya pengawasan tahunan berdasarkan jumlah pengguna.

Khusus ChatGPT, pengawasan bakal mencakup evaluasi fitur kecerdasan buatan yang berpotensi memicu risiko sistemik. OpenAI dan Roblox hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan ini.

3. Ancaman denda jadi fokus regulasi

Regulasi DSA memberi wewenang kepada Komisi Eropa untuk menjatuhkan denda hingga 6 persen dari total pendapatan global tahunan perusahaan jika terbukti melanggar aturan.

"Perusahaan yang melanggar Undang-Undang Layanan Digital berisiko terkena denda hingga 6 persen dari total penjualan global tahunan mereka," kata seorang peneliti hukum digital, dikutip dari The Star.

Roblox mendapat perhatian khusus terkait isu perlindungan anak di ruang digital. Platform ini mulai memperketat fitur keselamatan bagi pengguna anak-anak, termasuk membatasi interaksi sosial dan mengawasi jenis permainan yang dapat diakses.

Komisi Eropa menegaskan pengawasan platform digital akan terus diperketat demi menciptakan ruang berekspresi daring yang lebih aman bagi seluruh masyarakat di kawasan Uni Eropa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article