Jakarta, IDN Times – Mahkamah Agung (MA) Brasil memerintahkan senator sayap kanan Flávio Bolsonaro menyerahkan paspor dan melarangnya bepergian ke luar negeri. Dilansir Time Magazine, perintah yang dikeluarkan Hakim MA Alexandre de Moraes pada Senin (26/10/2026) itu muncul sehari setelah Flávio kalah dalam pemilihan presiden dari petahana Luiz Inácio Lula da Silva.
Langkah tersebut berkaitan dengan penyelidikan pencucian uang yang bermula dari operasi federal pada April 2025. Operasi itu menyelidiki pemotongan iuran tanpa izin dari dana pensiun, sebelum penyidik menemukan aliran dana lebih dari 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp18 triliun yang melibatkan pengacara Brasil Willer Tomaz, menurut laporan New York Times.
Kepolisian menemukan bahwa Flávio memiliki akses sebagai pengguna utama ke rekening Alcazar Holdings, perusahaan yang dikuasai Tomaz. Berdasarkan laporan BPMoney dan dokumen Mei 2025, seseorang yang bekerja untuk Tomaz sempat meminta penghapusan akses tersebut.
Temuan itu juga diberitakan Times Brasil, yang mencatat permintaan penghapusan akses dalam dokumen perbankan untuk menyelidiki hubungan keuangan Flávio dengan perusahaan tersebut. Flávio dan Tomaz membantah memiliki rekening bersama maupun ikatan finansial, sedangkan Flávio mematuhi larangan pengadilan untuk menghubungi Tomaz.
