Kemenangan ini memuluskan jalan Da Silva untuk menjadi Presiden Brasil selama 4 periode. Sebab, Da Silva sudah menjadi orang nomor satu di Negeri Samba sejak Januari 2003 silam. Namun, kenapa Da Silva boleh menjabat selama 4 periode? Bagaimana aturan masa jabatan presiden di Brasil hingga ia bisa menjabat selama itu? Berikut ulasannya.
Kenapa Lula da Silva Boleh Jadi Presiden Brasil 4 Periode?

- Lula da Silva memenangkan pemilu presiden Brasil 2026 dengan 51,79 persen suara, mengalahkan Flávio Bolsonaro yang meraih 48,21 persen.
- Konstitusi Brasil membatasi dua masa jabatan berturut-turut, tetapi mantan presiden dapat maju lagi setelah jeda minimal satu periode atau empat tahun.
- Lula pernah memimpin pada 2003–2011, lalu kembali terpilih pada 2023 dan 2026; kemenangan terbarunya ditolak Bolsonaro, namun diakui otoritas pemilu.
Jakarta, IDN Times - Luiz Inácio Lula da Silva atau Lula da Silva resmi memenangi pemilihan umum (pemilu) presiden Brasil pada Minggu (25/10/2026) pekan lalu. Dalam pemilu kali ini, pria yang pada Selasa (27/10/2026) resmi berusia 81 tahun itu mengalahkan rival utamanya, Flávio Bolsonaro, dengan perolehan suara 51.79 persen berbanding 48.21 persen.
1. Aturan masa jabatan presiden di Brasil sedikit berbeda

ilustrasi undang-undang (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA) Dalam undang-undang Brasil pasal 82, masa jabatan seorang presiden adalah 4 tahun. Kemudian, undang-undang pasal 14 ayat 5 menjelaskan bahwa seorang presiden dapat dipilih kembali untuk satu masa jabatan berikutnya. Jika merujuk aturan kedua undang-undang tersebut, seorang presiden di Brasil hanya boleh menjabat maksimal 2 periode atau selama 8 tahun. Namun, di sini letak perbedaannya.
Meski sudah menjabat selama 2 periode, seorang presiden di Brasil boleh mencalonkan diri lagi untuk masa jabatan ke-3 dan ke-4, tetapi tidak boleh beruntun. Maksudnya, ia harus hiatus dulu dari pemilu selama minimal 4 tahun atau 1 periode masa jabatan presiden. Setelah itu, ia baru boleh mengikuti pemilu lagi. Jika terpilih, ia boleh menjabat lagi untuk periode ke-3. Ia juga boleh mencalonkan diri lagi untuk masa jabatan ke-4. Sebab, setelah hiatus dari pemilu selama beberapa tahun, siklus periode jabatan sebelumnya bisa terulang kembali.
2. Da Silva sempat hiatus dari dunia politik selama 12 tahun sebelum terpilih lagi

potret Presiden Brasil, Lula da Silva (commons.wikimedia.org/BrunoGuedes1) Inilah yang membuat Da Silva bisa menjabat sebagai Presiden Brasil selama 4 periode usai memenangi pemilu pekan lalu. Sebetulnya, Da Silva sudah pernah menjabat sebagai presiden selama 2 periode, yakni dari 2003 hingga 2011 silam. Setelah itu, ia sempat hiatus dari dunia perpolitikan Brasil selama kurang lebih 12 tahun.
Pada 2023, Da Silva kembali mencalonkan diri menjadi Presiden Brasil. Ia pun terpilih untuk masa jabatan ke-3. Kemudian, pada 2026 ini, ia kembali mengikuti pemilu dan terpilih lagi untuk masa jabatan ke-4. Hal ini bisa terjadi karena masa jabatan Da Silva yang sebelumnya tidak dihitung karena ia pernah hiatus dari politik selama belasan tahun sebelum mencalonkan diri lagi menjadi presiden.
3. Da Silva janji akan membawa Brasil jadi lebih baik

Presiden Brasil, Lula da Silva (kiri), dan mantan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden (kanan), sedang berjabat tangan. (commons.wikimedia.org/The White House) Kemenangan Da Silva dalam pemilu pekan lalu ini ditolak oleh Bolsonaro. Ia menuding Da Silva telah melakukan kecurangan sehingga bisa menang lagi untuk masa jabatan ke-4. Meski demikian, otoritas pemilu Brasil tetap mengakui Da Silva sebagai pemenang. Oleh karena itu, Da Silva berjanji akan membuat Brasil menjadi negara yang lebih baik pada masa jabatannya yang ke–4.
“Kita akan mengubah cara negara ini diperintah. Pemilu ini adalah kekalahan bagi penyangkalan. Saya ingin berterima kasih kepada Tuhan dan kepada Anda semua, pria dan wanita Brasil di negara ini. Demokrasilah yang mewujudkan ini semua,” jelas Da Silva di hadapan pendukungnya usai dinyatakan menang pemilu, seperti dilansir The Guardian.























