Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Usai Kalah Pilpres, Paspor Flávio Bolsonaro Disita Diduga Pencucian Uang

3 min read
Usai Kalah Pilpres, Paspor Flávio Bolsonaro Disita Diduga Pencucian Uang
Senator Flavio Bolsonaro, yang merupakan putra Jair Bolsonaro (Roque de Sá/Agência Senado, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Mahkamah Agung Brasil menyita paspor Flávio Bolsonaro dan melarang perjalanan luar negeri terkait penyelidikan pencucian uang, sehari setelah ia kalah pilpres dari Lula.
  • Penyelidikan menyoroti akses Flávio ke rekening Alcazar Holdings, terkait aliran dana lebih dari 1 miliar dolar AS; ia dan pengacara Willer Tomaz membantah ikatan finansial.
  • MA juga menyelidiki dugaan pendanaan asing serta manipulasi algoritma kampanye; Flávio menyebutnya persekusi politik, sementara otoritas membantah klaim kecurangan pemilu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Mahkamah Agung (MA) Brasil memerintahkan senator sayap kanan Flávio Bolsonaro menyerahkan paspor dan melarangnya bepergian ke luar negeri. Dilansir Time Magazine, perintah yang dikeluarkan Hakim MA Alexandre de Moraes pada Senin (26/10/2026) itu muncul sehari setelah Flávio kalah dalam pemilihan presiden dari petahana Luiz Inácio Lula da Silva.

Langkah tersebut berkaitan dengan penyelidikan pencucian uang yang bermula dari operasi federal pada April 2025. Operasi itu menyelidiki pemotongan iuran tanpa izin dari dana pensiun, sebelum penyidik menemukan aliran dana lebih dari 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp18 triliun yang melibatkan pengacara Brasil Willer Tomaz, menurut laporan New York Times.

Kepolisian menemukan bahwa Flávio memiliki akses sebagai pengguna utama ke rekening Alcazar Holdings, perusahaan yang dikuasai Tomaz. Berdasarkan laporan BPMoney dan dokumen Mei 2025, seseorang yang bekerja untuk Tomaz sempat meminta penghapusan akses tersebut.

Temuan itu juga diberitakan Times Brasil, yang mencatat permintaan penghapusan akses dalam dokumen perbankan untuk menyelidiki hubungan keuangan Flávio dengan perusahaan tersebut. Flávio dan Tomaz membantah memiliki rekening bersama maupun ikatan finansial, sedangkan Flávio mematuhi larangan pengadilan untuk menghubungi Tomaz.

  1. 1. Hakim Agung menyelidiki dugaan pendanaan asing kampanye

    ilustrasi hukum (pexels.com/Sora Shimazaki)
    ilustrasi hukum (pexels.com/Sora Shimazaki)

    MA Brasil juga membuka penyelidikan kedua mengenai dugaan pendanaan asing dan rekayasa algoritma kampanye. Dilansir Democrata, Hakim Agung Flávio Dino memerintahkan Kepolisian Federal (PF) menyelidiki dugaan dukungan dari Rockbridge Network, kelompok lobi AS yang didirikan Wakil Presiden AS JD Vance.

    Dino meminta penyidik menelusuri pihak yang merumuskan proposal, sasaran, metode, hingga imbalan di balik dukungan tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa sumber daya mineral merupakan milik negara.

    Penyelidikan itu turut mencakup dugaan bahwa Meta mengubah algoritma untuk memperluas jangkauan konten Flávio. Namun, Mahkamah Pemilihan Tinggi Brasil (TSE) telah memutuskan, sepuluh hari sebelum putaran kedua, bahwa Meta tidak berwenang mencampuri konten kandidat berdasarkan aduan tim Lula.

  2. 2. Flávio menuding penyelidikan sebagai persekusi politik

    ilustrasi pemungutan suara
    ilustrasi pemungutan suara (pexels.com/Edmond Dantès)

    Flávio menyebut penyelidikan terhadap dirinya sebagai bentuk persekusi politik setelah kalah dari Lula dengan selisih lebih dari 4 juta suara. Meski partainya telah mengakui kekalahan, ia berencana mendorong diskualifikasi pasangan kandidat Lula dan mengorganisasi oposisi di Kongres. Flávio menyampaikan penolakannya terhadap hasil tersebut.

    “Saya bukan orang yang kalah, Sistem yang menang,” katanya.

    Presiden AS Donald Trump juga meragukan hasil pemilihan Brasil dengan menyebutnya tampak curang, tetapi tidak menyertakan bukti.

    “Saya tidak memihak, tapi itu tampak seperti pemilihan curang lainnya,” katanya.

  3. 3. Wakil Presiden Brasil membantah klaim kecurangan pemilu

    Bendera Brasil
    Bendera Brasil (pexels.com/Jonathan Borba)

    Wakil Presiden Brasil Geraldo Alckmin menanggapi tuduhan tersebut melalui Rede Vanguarda dengan menyebut klaim kecurangan itu sepenuhnya salah. Pernyataan tersebut berlawanan dengan tuduhan Trump mengenai hasil pemilihan yang dimenangkan Lula.

    Sementara itu, PF mengaktifkan operasi pencarian terhadap Flávio karena khawatir ia melarikan diri. Kekhawatiran itu muncul setelah adiknya, Eduardo Bolsonaro, masih berstatus buronan di AS. Otoritas Argentina juga telah membantah kabar bahwa Flávio sempat melintasi perbatasan melalui Puerto Iguazú. Kondisi ini diperparah dengan status ayahnya, eks Presiden Brasil Jair Bolsonaro, yang sedang menjalani hukuman lebih dari 27 tahun penjara terkait percobaan kudeta dalam tahanan rumah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More