Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Warga Negara Teluk Kecam Serangan Iran ke Wilayahnya
potret negara-negara Teluk (pexels.com/Lara Jameson)
  • Warga dari Arab Saudi, Bahrain, dan Yordania mengecam keras serangan Iran ke wilayah Teluk yang memperburuk ketegangan di tengah konflik Iran-Amerika Serikat.
  • Serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS di negara-negara Teluk juga mengenai fasilitas publik, menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur penting.
  • Pertempuran antara Iran dan AS masih berlangsung dengan kedua pihak saling melancarkan serangan, memperlihatkan belum adanya tanda-tanda deeskalasi konflik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sejumlah warga di negara Teluk yang berasal dari Arab Saudi, Bahrain, dan Yordania mengecam serangan Iran ke wilayahnya. Kecaman tersebut disampaikan dalam sebuah wawancara yang dirilis media Israel, N12, pada Minggu (19/7/2026). Mereka geram karena serangan Iran yang menyasar negaranya di tengah perang dengan Amerika Serikat (AS) telah membuat situasi menjadi semakin panas. 

“Sejak Iran kembali meluncurkan rudal selama seminggu terakhir, situasi di Bahrain menjadi sangat tegang. Ada kekhawatiran besar tentang eskalasi ini karena setiap rudal atau serangan tambahan (dari Iran) dapat memengaruhi nyawa orang-orang yang tidak bersalah di Bahrain dan di negara-negara Teluk lainnya. Serangan Iran juga bisa membahayakan fasilitas-fasilitas penting dan membahayakan situasi ekonomi di Bahrain,” kata penulis dan aktivis asal Bahrain, Fatima Al Harbi.   

1. Serangan Iran ke negara Teluk berbahaya bagi Kawasan Timur Tengah

peta negara-negara Timur Tengah (pexels.com/Lara Jameson)

Dalam wawancara tersebut, seorang warga sekaligus eks jenderal militer dari Arab Saudi, Abdullah bin Ghanem Al-Qahtani, juga ikut mengecam serangan Iran yang menyasar negara-negara Teluk. Al-Qahtani mengatakan, serangan Iran ke negara Teluk sangat berbahaya bagi Kawasan Timur Tengah. Sebab, konflik antara Iran dan AS dikhawatirkan bakal meluas ke seluruh negara di kawasan tersebut. 

“Apa yang dilakukan Iran di kawasan ini dan terhadap kawasan ini sangat berbahaya. Semua tindakannya diarahkan terhadap kawasan ini, stabilitasnya, masa depannya, dan masa depan generasi mendatang,” jelas Al-Qahtani.

Menurut seorang jurnalis asal Yordania, Mustafa Zouati, AS bisa membalas jika mereka diserang Iran. Sayangnya, sejumlah negara Teluk yang ikut diserang Iran di tengah perang dengan AS tidak semuanya bisa membalas serangan Iran. Contohnya saja seperti Yordania. Menurut Zouati, negaranya tidak bisa membalas serangan Iran karena akan mendapatkan konsekuensi buruk dalam hal politik dan ekonomi.      

2. Serangan Iran ke negara Teluk kerap menyasar fasilitas publik

Angkatan bersenjata Iran melakukan serangan menggunakan rudal. (http://fna.ir/ezj0uh via commons.wikimedia.org/Medhi Marizad)

Iran dan AS sendiri kembali terlibat aksi saling serang sejak 11 Juli lalu. Hal ini dipicu langkah Iran yang memutuskan untuk kembali menutup Selat Hormuz. Langkah tersebut akhirnya membuat Presiden AS, Donald Trump, geram dan memerintahkan pasukan militernya untuk melakukan serangan ke Iran. Akibatnya, bentrokan antara Washington dan Teheran pun kembali meletus. 

Merespons serangan AS, Iran tentu tidak tinggal diam. Mereka melakukan serangan balasan ke semua pangkalan militer AS yang ada di negara-negara Teluk, seperti di Bahrain, Kuwait, Yordania, Qatar, dan Arab Saudi. Dalam serangan tersebut, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) kerap menyasar fasilitas militer vital yang dimiliki AS, seperti sistem komunikasi, peluncur rudal, dan pusat komando. 

Serangan Iran ke negara-negara Teluk sebetulnya memang ditargetkan ke markas militer AS. Namun, dalam praktiknya, serangan tersebut juga menyasar fasilitas publik yang ada di negara-negara tersebut. Bahkan, tidak jarang serangan Iran terhadap mereka juga menimbulkan korban luka dan korban tewas dalam jumlah masif.

3. Iran dan AS masih terlibat serangan hingga saat ini

ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Hingga saat ini, Iran masih terlibat serangan dengan AS. Trump mengatakan, pasukan AS baru menyelesaikan gelombang serangan ke-9 terhadap Iran pada Senin (20/7/2026) dini hari waktu setempat. Serangan tersebut dilakukan untuk membalas serangan Iran di Irak yang menewaskan tentara AS pada Minggu (19/7/2026) kemarin. 

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan AS akan terus menyerang Iran sampai mereka menyerah. Namun, di sisi lain, Iran juga menegaskan akan tetap menggempur markas-markas militer AS di negara Teluk sebagai serangan balasan. Sikap Washington dan Teheran yang sama-sama mementingkan ego masing-masing ini membuat perang jadi makin alot.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article