Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Portugal Demo Protes Reformasi UU Tenaga Kerja
ilustrasi bendera Portugal (unsplash.com/gwj72)
  • Ribuan warga Portugal melakukan mogok kerja massal sebagai protes terhadap rencana reformasi UU tenaga kerja yang dinilai mengurangi hak pekerja, termasuk jam kerja dan hak mogok.
  • Aksi ini melumpuhkan berbagai sektor penting seperti transportasi, pendidikan, dan kesehatan; banyak sekolah tutup, penerbangan dibatalkan, serta layanan rumah sakit terganggu.
  • PM Luis Montenegro menghormati aksi tersebut namun menilai dampaknya besar bagi masyarakat, sementara serikat pekerja CGTP-IN menyebut mogok ini sukses di berbagai wilayah Portugal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ribuan warga mengadakan mogok kerja massal pada Rabu (3/6/2026). Aksi ini menjadi yang kedua dalam enam bulan terakhir dan berdampak hampir di seluruh sektor, termasuk transportasi, pendidikan, dan kesehatan di Portugal.  

Sementara, aksi mogok kerja ini dilakukan sebagai bentuk protes atas rencana pemerintah mereformasi Undang-Undang (UU) tenaga kerja. Pemerintah berniat meninjau ulang jam kerja, mempermudah pemberhentian, dan mengurangi hak untuk mogok kerja. 

1. Sejumlah layanan umum di Portugal terpaksa tutup

Dalam 24 jam, hampir sejumlah layanan umum di Portugal berhenti total. Banyak sekolah tutup, penerbangan yang dibatalkan, dan pemberangkatan kereta api jarak jauh dan kereta api jarak dekat terpaksa ditunda. 

Sektor aviasi terdampak besar dengan maskapai nasional TAP yang hanya mengoperasikan 79 dari 300 penerbangan setiap hari. Sedangkan, Air Iberia milik Spanyol juga mengurangi penerbangan antara 50-75 persen. 

Dilansir Deutsche Welle, rumah sakit di Portugal juga terdampak mogok kerja yang dilakukan oleh para tenaga kesehatan. Alhasil, jadwal kunjungan pasien tidak dapat dilayani dan bahkan jadwal operasi juga terpaksa ditunda sementara. 

2. PM Portugal sebut mogok kerja massal berdampak buruk

Menanggapi mogok kerja massal, Perdana Menteri (PM) Portugal, Luis Montenegro sudah menghormati aksi tersebut. Namun, ia memperingatkan bahwa protes semacam itu akan berdampak besar bagi masyarakat, terutama sektor pendidikan, kesehatan, dan transportasi. 

“Kami tidak akan mempertanyakan mogok kerja massal. Ini memang tidak pernah terjadi pada kami saat mempertanyakan kebenaran. Kami harus tetap menyeimbangkan hak untuk semua warga,” terangnya, dikutip dari EFE

Montenegro menyebut bahwa sejumlah penduduk sektor swasta tidak terlalu berdampak pada mogok kerja ini. Namun, ia menyerukan kepada warga untuk melakukannya. 

3. CGTP-IN menyebut mogok kerja sukses di sejumlah area

Persatuan pekerja terbesar di Portugal, CGTP-IN memperkirakan bahwa mogok kerja ini sukses. Industri yang terdampak adalah transportasi, industri, pemerintah lokal, kesehatan, pendidikan. 

“Pekerja baik di utara maupun selatan negara sudah ikut menyelenggarakan mogok kerja massal. Ini karena kami menghadapi sesuatu yang tidak terlihat. Ini dilakukan sebab mereka menyerang pekerja dan berencana mengubah UU tenaga kerja,” ungkap Sekretaris Jenderal CGTP-IN, Tiago Oliveira, dilansir dari Essential Business

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article