Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Zelenskyy Peringatkan 20 Juta Warga Ukraina Akan Mengungsi jika Kalah
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (President.gov.ua, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)
  • Zelenskyy menyatakan Ukraina berisiko kalah tanpa dukungan AS dan memperingatkan penarikan bantuan Washington akan menjadi kesalahan bersejarah serta tragedi besar.
  • Ia memperingatkan hingga 20 juta warga Ukraina dapat mengungsi ke Eropa jika Rusia menang; saat ini sekitar 4 juta warga Ukraina sudah berada di Eropa.
  • Di tengah perselisihan dengan Trump, Zelenskyy tetap berharap dukungan AS, sementara Marco Rubio membantah pemerintah AS sengaja membatasi akses Starlink di Ukraina.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa Ukraina bisa kalah jika Amerika Serikat (AS) tidak mendukungnya. Menurutnya, dukungan AS ke Rusia akan sangat menguntungkan Moskow. 

“Jika AS memilih mendukung Rusia, tentu saja, kami tidak akan bertahan. Penarikan dukungan AS ke Ukraina akan menjadi sebuah kesalahan bersejarah dan tragedi besar,” terangnya, dikutip dari DPA International, Minggu (18/10/2026). 

Beberapa hari terakhir, Presiden AS, Donald Trump terlibat perseteruan dengan Zelenskyy. Percekcokan ini mengenai dukungan Trump untuk melonggarkan sanksi Moskow dan perjanjian pembelian solar dari Rusia. 

1. Zelenskyy peringatkan 20 juta warga Ukraina akan mengungsi ke Eropa

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (President Of Ukraine, CC0, via Wikimedia Commons)

Zelenskyy memperingatkan bahwa sebanyak 20 juta warga Ukraina dapat melarikan diri ke Eropa jika negaranya kalah dari Rusia. Menurutnya, Rusia sudah membunuh warga Ukraina dan mengusir paksa warga dari negaranya sendiri. 

“Rusia sudah membunuh kami semua. Warga Ukraina dipaksa keluar dari negaranya sendiri. Mereka (Rusia) tidak akan berhenti begitu saja,” terangnya, dikutip dari Politico.

Pada awal pecahnya perang Ukraina, jutaan warga sudah melarikan diri ke Eropa dan kini sebanyak 4 juta warga Ukraina berada di Eropa. Perang ini telah menyebabkan krisis migrasi terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II. 

2. Zelenskyy tolak kritik Trump 

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (president.gov.ua)

Meski terlibat perselisihan, Zelenskyy menolak mengkritik sifat Trump secara personal. Ia meyakini bahwa AS dan Ukraina tetaplah rekan strategis, tapi tidak akan menyambut baik seseorang yang berpaling dari negaranya. 

Sementara itu, presiden Ukraina keenam itu masih berharap Trump tetap mendukungnya. Ia mengaku enggan bernegosiasi dengan pihak yang bekerja sama dengan Putin dan lebih memilih rekan lain yang tidak memihak Rusia. 

3. AS bantah sengaja membatasi akses Starlink

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio. (Matt Johnson from Omaha, Nebraska, United States, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio membantah tuduhan sengaja membatasi akses Starlink di Ukraina. Menurutnya, tidak ada satu pun orang di pemerintahan AS yang menginstruksikan pembatasan Starlink. 

“Tidak ada satu pun orang di Gedung Putih yang menyuruh untuk memperlambat internet Starlink atau melambatkan kecepatannya sehingga beberapa drone Ukraina tidak dapat digunakan,” terangnya. 

Tak hanya itu, Menlu AS tersebut juga membantah Ukraina memiliki akses ke sistem Starshield dan memiliki kontrak dengan militer AS. Ia mengungkapkan bahwa Starlink dan Starshield adalah sistem yang berbeda. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article