Mei 2026, rupiah menyentuh Rp17.600 per dolar AS dan Presiden ternyata punya jawaban yang sangat spektakuler auto FYP "Orang rakyat di desa gak pake dolar, kok, ya, kan? Pangan aman, energi aman, ya, banyak negara panik, Indonesia masih oke". Kalimat itu memang benar secara harfiah, namun menimbulkan tanda tanya dan perdebatan.
Kita ibaratkan seperti ini, Mbok Parti yang hidup di desa dan tiap hari makan tempe memang tidak pernah sekalipun memegang uang hijau bergambar wajah George Washington itu. Tapi minggu ini tempe yang dia goreng ukurannya lebih kecil dari biasanya, dan minyak goreng yang dia pakai jumlahnya lebih sedikit. Bukan karena sedang intermittent fasting, apalagi diet one meal a day. Mbok Parti mana tahu itu, tapi karena uangnya memang tidak sampai. Lalu, kenapa bisa seperti ini, sih? Berikut ini bukti orang desa kena imbas saat rupiah melemah.
