4 Fakta Kota Tikal, Pusat Peradaban Terbesar Suku Maya

- Tikal dulunya pusat politik, ekonomi, dan budaya utama peradaban Maya dengan populasi mencapai 50 ribu jiwa serta dipimpin banyak raja berpengaruh dari abad pertama hingga kedelapan Masehi.
- Saat ini reruntuhan Tikal menjadi destinasi wisata terkenal di Guatemala dengan situs ikonik seperti Kuil Jaguar Agung dan Akropolis del Norte yang berdiri megah di tengah hutan tropis.
- Taman Nasional Tikal diakui UNESCO sejak 1990, mencakup 570 km² hutan alami, sementara penemuan arkeologis terbaru mengungkap altar Teotihuacan dan jaringan jalan kuno seluas 3.500 km².
Tikal dulunya sebuah pusat perkotaan dan upacara saklar dalam peradaban Maya kuno. Tikal terletak 30 km di utara Danau Peten Itza yang sekarang merupakan wilayah Peten, Guetamala di hutan hujan tropis, Uaxactun.
Suku Maya membangun Tikal sebagai desa kecil dan sudah menjadi tempat upacara saklar dari 300-100 SM. Pada masa jayanya, Tikal pernah dipadati populasi mencapai 50 ribu jiwa.
Mari kita gali sejarah kejayaan Tikal pada masa lalu hingga gambarannya sekarang. Check this out.
1. Tikal di masa lalu

Nama Tikal kemungkinan berasal dari bahasa Maya Yucatec dengan kata asli ti ak'al artinya 'di lubang air'. Para sejarawan memperkirakan bahwa suku Maya pertama kali tiba di Tikal sekitar 3.000 tahun lalu.
Penjelajah Spanyol bernama Hernan Cortes melewati reruntuhan Tikal pada 1925, namun ia tidak menyebutnya dalam surat-suratnya. Senada dengan itu, para prajurit Spanyol tidak pernah menyadari bahwa mereka telah melewati Tikal. Sebab keberadaan Tikal berada di tengah hutan belantara.
Pada era kuno, masyarakat Maya di Tikal selalu rutin melaksanakan upacara di banyak kuil dan piramida yang dibangun antara 300 SM dan 100 SM. Dalam perkembangannya, properti di Tikal semakin meluas, puncaknya pada kisaran 600 SM dan 800 SM.
Dilansir kids.kiddle, tercatat banyak penguasa Tikal dari berbagai periode. Di periode awal, Yax Ehb' Xook menjadi pemimpin Tikal pertama pada tahun 60 M. Selanjutnya bernama Siyaj Chan K'awill Chack Ich'aak pada abad 2 M dan Yax Ch'aktel Xok pada 200 M.
Pada periode klasik diawali oleh era Chak Tok Ich'aak dari 360-378 M. Penerus nya bernama Nun Yax Ayin adalah seorang bangsawan dari Teotihuacan memerintah hingga 411 M. Lanjut, Siyaj Chan K'awill dari 411-456 M dan terakhir, Wak Chan K'awill dari 537-562 M.
Ini lah para raja di periode klasik akhir: Jasaw Chan K'awill I memerintah dari 682-734 M. Kedua, Yik'in Chan K'awill dari 734-766 M dan Yax Nuun Ayinn dari 768-790 M.
Pada masa jayanya, Tikal adalah pusat politik, ekonomi dan budaya dari semua kerajaan-kerajaan Maya. Bukti kejayaan ini di era Jasaw Chan K'awill I, berhasil mengalahkan Calakmul dan mengakhiri dominasinya selama lebih dari satu abad.
2. Tikal hari ini

Reruntuhan Tikal terletak di hutan hujan yang tak memiliki sungai, mata air dan danau alami di dekatnya. Para penduduk Tikal mempunyai kebiasaan mengumpulkan air hujan dan menyimpannya di bawah tanah.
Para peneliti di Tikal memanfaatkan area penyimpanan bawah tanah untuk mengambil air demi tujuan pribadi di luar pekerjaan. Sebenarnya hal ini sangat langka bagi sebuah kota besar yang tidak memiliki akses sumber air terdekat.
Tikal dewasa ini berdiri sangat kokoh bahkan menjadi daya tarik pariwisata. Paling menarik perhatian adalah Kuil Jaguar Agung yang berwarna cerah dan atap berbentuk sisir dengan ketinggian maksimal 65 m.
Situs lain bernama Akropolis del Norte yang memiliki 12 kuil terletak di atas platform besar. Peneliti menyebut Akropolis del Norte sudah didirikan sejak 600 SM. Sementara itu Kuil Jagung Agung dibangun sejak 200 M.
3. Terdapat Taman Nasional Tikal

Kota Tikal termasuk dalam Taman Nasional Tikal yang diakui oleh UNESCO pada 1990. Taman Nasional Tikal mencakup 570 km2 dengan hutan yang sangat alami dipenuhi flora dan fauna berlimpah.
Di hutan terdapat lebih dari sekitar 2000 fauna misalnya pohon ceiba, pohon nasional Guetamala. Taman nasional ini menjadi tempat perlindungan bagi burung toucan, beo dan 300 jenis burung tropis lainnya.
4. Penemuan baru-baru ini di Tikal

Pada 2024, para arkeolog berhasil menggali sebuah altar bergaya Teotihuacan. Empat panelnya menggambarkan dewa badai yang dipuja masyarakat kuno di Teotihuacan.
Teknologi LIDAR mengungkap terdapat jalan layang yang menghubungkan 417 kota kuno di area seluas 3.500 km2. Jalan layang ini diperkirakan dibangun lebih dari 2.000 tahun lalu. Para peneliti mengklaim ini sebagai "sistem jalan raya pertama di dunia".
Suku Maya adalah kelompok Mesoamerika dengan kemajuan pesatnya terhadap kemajuan astronomi, hieroglif dan arsitektur piramida. Ini juga dibuktikan dengan kota Tikal yang berjaya pada masanya. Apakah kamu tertarik mengunjungi Tikal di Guetamala?









![[QUIZ] Pilihan Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Seberapa Langka Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20250526/img-20250524-171040-59d926335e45a3f62b89089b95e5200f.jpg)





![[QUIZ] Apakah Kucingmu Kesepian? Cari Tahu Lewat Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20231228/pexels-19492325-0a08b4c2ebe7bfb858f07109adee61c0-fc64a0a9b59fe661bc10ec99b606d8b1.jpg)


