Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bagaimana Cara Anjing Mendeteksi Kanker Melalui Indra Penciuman?

Bagaimana Cara Anjing Mendeteksi Kanker Melalui Indra Penciuman?
ilustrasi seekor anjing (pexels.com/Rajesh)
Intinya Sih
  • Anjing memiliki lebih dari 100 juta reseptor penciuman dan area otak khusus bau yang 40 kali lebih besar dari manusia, membuatnya mampu mengenali aroma hingga ribuan kali lebih tajam.
  • Melalui pelatihan, anjing dapat mendeteksi senyawa organik volatil dari kanker dalam napas, urin, darah, atau keringat manusia dengan sensitivitas sangat tinggi bahkan pada konsentrasi bagian per triliun.
  • Berbagai jenis kanker seperti paru-paru, payudara, kulit, prostat, kandung kemih, dan ovarium bisa dideteksi anjing lewat aroma tubuh; namun metode ini belum sepenuhnya akurat untuk diagnosis medis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Anjing adalah hewan dengan ciri khas tingkah dan visualnya yang menggemaskan. Namun, siapa sangka di balik kelucuan itu anjing rupanya memiliki kemampuan yang luar biasa, bahkan melampaui nalar manusia.

Hidung anjing yang selalu basah memainkan peran penting untuk mendeteksi bau di sekitarnya, termasuk bau kanker dan penyakit lainnya! Bagaiamana bau kanker sampai-sampai anjing saja mampu mendeteksinya dengan mudah? Nah, adanya artikel ini kita akan membahas lebih dalam cara anjing mendeteksi kanker melalui indra penciuman. Berikut penjelasannya!

1. Seberapa hebat indera penciuman anjing?

ilustrasi seekor anjing
ilustrasi seekor anjing (pexels.com/Fox)

Sebelum membahas lebih lanjut seputar kemampuan anjing yang bisa mencium kanker, mari kita pahami lebih dulu bagaimana indera penciuman anjing dan seberapa hebat mereka mencium bau disekitarnya.

Anjing mengerahkan banyak daya otak untuk menafsirkan bau. Mereka memiliki lebih dari 100 juta reseptor sensorik di rongga hidung dibandingkan dengan manusia yang memiliki 6 juta, serta area otak anjing yang dikhususkan untuk menganalisis bau sekitar 40 kali lebih besar daripada bagian otak manusia yang sebanding. Uniknya lagi, anjing mampy mencium bau 1.000 hingga 10.000 kali lebih baik daripada manusia.

Hanya dengan sekali hirupan, hidung anjing mampu mendeskripsikan seluruh bau yang ia cium dengan menggunakan amina dan asam yang dipancarkan oleh anjing sebagai dasar komunikasi kimia. Aroma kimia inilah yang mengkomunikasikan apa yang disukai anjing untuk dimakan dan mengidentifikasi jenis kelamin serta suasana hati.

Anjing bahkan mampu menentukan apakah teman barunya jantan atau betina, bahagia atau agresif, sehat atau sakit. Anjing mendapatkan gambaran umum tentang satu sama lain dengan mengendus cepat, namun mendapatkan informasi yang lebih detail dengan cara mendekat. Itulah menapa anjing seringkali mengendus bagian-bagian pribadi tubuh.

2. Apakah anjing bisa mencium bau kanker?

ilustrasi seekor anjing
ilustrasi seekor anjing (pexels.com/Milos Jevtic)

Dilansir Medical News Today, anjing mampu mendeteksi banyak jenis kanker pada manusia. Sama seperti penyakit lainnya, kanker juga memiliki jejak spesifik atau tanda bau di dalam tubuh dan sekresi tubuh manusia. Sel kanker atau sel sehat yang terkena kanker, memproduksi dan melepaskan tanda bau ini. Mendeteksi bau-bauan ini terdapat dalam zat yang disebut senyawa organik volatil.

Diketahui, anjing mampu mendeteksi senyawa organik volatil dalam kulit, napas, air seni, kotoran, dan keringat. Anjing dapat mendeteksi jejak bau tersebut dan dengan pelatihan, dapat memperingatkan orang-orang tentang keberadaan mereka.

Anjing yang menjalani pelatihan untuk mendeteksi penyakit tertentu biasanya dikenal sebagai anjing pendeteksi medis. Anjing terlatih dapat mendeteksi beberapa zat dalam konsentrasi yang sangat rendah, serendah bagian per triliun, yang membuat penciuman mereka sangat sensitif untuk mendeteksi penanda kanker dalam napas, urin, dan darah manusia.

Ashley Stenzel, PhD, yang merupakan seorang peneliti pascadoktoral di Roswell Park telah mengkonfirmasi bagaimana kemampuan anjing dalam mendeteksi melanoma atau disebut kanker kulit yang muncul dengan lesi pada kulit. Dr. Stenzel mencatat bahwa dalam studi kasusnya, anjing ini terus-menerus mengendus, menjilat, dan menggigit lesi melanoma pada kulit pemiliknya, bahkan melalui pakaian, mendorong pemiliknya untuk mengidentifikasi lokasi kanker dan mencari perawatan dokter.

Dilansir Roswell Park, beberapa organisasi termasuk Working Dog Center dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Pennsylavina dan Medical Detection Dogs, di Inggris raya diketahui anjing mampu mendeteksi kanker payudara dan kanker paru-aru, dengan cara mengendus napas pasien. Dalam penelitian ini, diduga bahwa anjing tersebut merasakan perbedaan biokimia dalam hembusan napas subjek yang telah didiagnosis kanker dan subjek yang tidak diketahui menderita kanker.

3. Jenis-jenis kanker yang bisa dicium anjing

ilustrasi seekor anjing
ilustrasi seekor anjing (pexels.com/Ngoc)

Anjing dianugerahi indra penciuman luar biasa yang memungkinkan mereka untuk mendeteksi kanker. Hewan ini bahkan mampu mengidentifikasi senyawa kimia kompleks dalam napas, urin, dan keringat manusia. Berikut ini adalah jenis kanker yang bisa diidentifikasi oleh anjing dari aromanya, antara lain:

  1. Kanker paru-paru melalui pernapasan seseorang.

  2. Kanker kandung kemih melalui urin seseorang yang kemudian dihirup anjing.

  3. Kanker payudara dideteksi anjing dengan cara menghirup napas seseorang.

  4. Kanker prostat dapat dideteksi dengan mencium bau urin seseorang.

  5. Kanker kulit dideteksi dengan mengendus kulit seseorang.

  6. Kanker ovarium dapat dideteksi dengan mencium sampel darah.

Tidak hanya kanker, beberapa anjing juga dilatih untuk mengenali tanda-tanda dengan kondisi sebagai berikut:

  1. Diabetes: Anjing yang terlatih khusus dapat mendeteksi kapan kadar gula darah terlalu tinggi atau terlalu rendah pada penderita diabates. Namun, tidak semua jenis anjing dapat melakukan ini, tergantung pada orang dan jenis anjingnya.

  2. Migrain: Pelatih anjing pendeteksi migrain percaya bahwa anjing dapat mendeteksi migrain berkat perubahan bau napas manusia sebelum serangan migrain terjadi.

  3. COVID-19: Anjing dapat menentukan siapa yang terinfeksi COVID-19. Dalam beberapa kasus, anjing yang dilatih untuk mendeteksi COVID-19 memiliki tingkat akurasi 92%.

4. Akankah dokter menggunakan anjing untuk membantu mendeteksi kanker?

ilustrasi seekor anjing
ilustrasi seekor anjing (pexels.com/muhannad alatawi)

Dilansir Roswell Park, Dr. Stenzel menjelaskan bahwa meski ide menggunakan anjing untuk mendeteksi kanker itu terdengar menarik, namun sayangnya metode ini ini belum 100% akurat. Artinya, masih dibutuhkan banyak penelitian dan pelatihan sebelum cara-cara tersebut bisa diandalkan oleh dokter.

Kristen Moysich, PhD, dari Roswell Park juga menjelaskan bahwa kendala utamanya adalah anjing tidak bisa menjelaskan dengan pasti aroma apa yang mereka cium. Secara ilmiah, kanker memang mengacaukan sel dan menghasilkan senyawa organik yang berbau khas akibat kerusakan jaringan atau sel mati.

Benar memang anjing mendeteksi kanker melalui indra penciuman yang super tajam. Anjing akan menunjukkan perilaku mengendus, menjilat, bahkan mendorong jika seseorang yang ia endus memiliki masalah kesehatan. Namun, keahlian anjing ini tidak dapat diandalkan oleh dokter untuk sekadar membantu, karena tantangannya adalah menerjemahkan 'endus' anjing tersebut menjadi diagnosis medis yang akurat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Related Articles

See More