Banyak orang yang bertanya-tanya kenapa tupai suka saling mengejar? Padahal, mereka bukan hewan yang hidup berkelompok besar. Ternyata, alasan di balik perilaku unik ini jauh lebih kompleks dari yang kamu bayangkan, lho. Untuk itu, yuk, simak langsung penjelasan lengkapnya berikut ini.
Kenapa Tupai Suka Saling Mengejar? Ternyata Bukan Sekadar Bermain

Tupai saling mengejar untuk mempertahankan wilayah dan sumber makanan.
Saat musim kawin, pejantan mengejar betina sebagai bagian dari seleksi pasangan.
Tupai muda melakukan hal tersebut sebagai latihan bermain yang nantinya berguna demi bertahan hidup.
Tupai adalah hewan pengerat yang lincah dan gesit. Mereka tersebar di hampir seluruh penjuru dunia, kecuali Australia dan Antarktika. Hewan ini dikenal aktif bergerak, mudah ditemukan di pepohonan maupun permukaan tanah, dan kerap terlihat melakukan aksi kejar-kejaran yang terlihat menggemaskan.
1. Tupai mempertahankan wilayah kekuasaan dari sesama

Tupai termasuk hewan yang sangat teritorial. Setiap individu menetapkan wilayah kekuasaan masing-masing. Adapun, luas wilayah itu berbeda-beda tergantung spesies dan ketersediaan sumber daya di sekitar. Wilayah yang paling diperebutkan biasanya area yang kaya sumber makanan sekaligus aman dari predator. Karena itu, persaingan antarindividu kerap terjadi secara intens.
Ketika seekor tupai jantan memasuki wilayah tupai jantan lain, sang pemilik wilayah tidak akan tinggal diam. Ia akan langsung mengejar penyusup, bahkan tidak jarang menggigit, mencubit, hingga mencakar sebagai bentuk peringatan keras agar si penyusup segera pergi. Dalam konfrontasi semacam ini, tupai yang lebih kuat dan lebih gigih dalam mempertahankan posisinya. Pada akhirnya, ia keluar sebagai pemenang dan berhak atas wilayah tersebut.
Perilaku ini bukan sekadar agresi tanpa makna. Penguasaan wilayah secara langsung menentukan akses tupai terhadap cadangan makanan, terutama saat musim dingin tiba ketika sumber pangan menjadi langka. Oleh karena itu, mempertahankan wilayah merupakan soal kelangsungan hidup, bukan sekadar unjuk kekuatan.
2. Musim kawin mendorong tupai jantan berlomba mendapatkan betina

Selain soal wilayah, kejar-kejaran antarindividu juga terjadi dalam konteks yang sama sekali berbeda: musim reproduksi. Saat betina memasuki masa subur, beberapa tupai jantan sekaligus akan berusaha mendekati dan bersaing satu sama lain untuk mendapatkan kesempatan kawin. Persaingan ini diwujudkan dalam bentuk aksi kejar-kejaran yang berlangsung cepat dan penuh energi.
Seekor tupai betina tidak langsung menerima pejantan mana pun. Ia cenderung berlari dan membiarkan para pejantan bersaing terlebih dahulu. Pejantan yang paling kuat, cepat, dan ulet dalam pengejaran itulah yang biasanya berhasil mendekati betina. Proses ini secara alami menyaring pejantan dengan kondisi fisik terbaik sehingga keturunan yang dihasilkan pun berpeluang lebih sehat dan kuat.
Menariknya, seekor betina bisa dikejar oleh lebih dari seekor pejantan dalam waktu bersamaan. Ini menciptakan rangkaian pengejaran yang terlihat seperti arak-arakan panjang di antara pepohonan. Perilaku ini umum terjadi pada berbagai spesies tupai, termasuk tupai abu-abu (Sciurus carolinensis) yang banyak diteliti oleh para ahli perilaku hewan.
3. Bayi tupai belajar bertahan hidup lewat kejar-kejaran sejak dini

Tidak semua kejar-kejaran yang dilakukan tupai bermotif konflik atau reproduksi. Pada tupai muda, perilaku ini justru merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang dan pembelajaran sosial. Bayi tupai biasanya dilindungi di dalam sarang hingga bulu mereka tumbuh sempurna dan kondisi tubuh mereka cukup kuat untuk menghadapi dunia luar.
Begitu mereka mulai keluar dari sarang, tupai muda akan langsung terlibat dalam aktivitas kejar-kejaran bersama sesama tupai sebaya. Lewat interaksi ini, mereka belajar mengatur kecepatan berlari, mengembangkan koordinasi tubuh, sekaligus mengenal cara bersosialisasi dengan tupai lain di sekitar mereka. Kemampuan-kemampuan ini kelak menjadi modal penting saat mereka harus menghadapi situasi nyata, baik mempertahankan wilayah maupun menghindari predator.
Proses belajar melalui bermain semacam ini juga memperkuat ikatan antara individu-individu muda dalam satu kelompok. Meski tupai tidak hidup dalam kawanan besar, interaksi sosial sejak dini tetap membentuk pola perilaku mereka hingga dewasa. Kejar-kejaran pada tupai muda bukan sekadar bermain, melainkan investasi kemampuan bertahan hidup yang dilatih sejak awal kehidupan mereka.
Perilaku saling mengejar pada tupai bukan hal yang terjadi begitu saja tanpa alasan. Setiap aksi kejar-kejaran itu memiliki alasan yang jelas. Jadi, lain kali kalau melihat tupai berkejar-kejaran, kamu sudah tahu bahwa di balik gerakan lincah itu, tersimpan insting dan strategi yang luar biasa. Semoga penjelasan ini bisa menjawab rasa penasaran soal kenapa tupai suka saling mengejar, ya!
Referensi
"Understanding Squirrel Behavior: Why Do They Chase Each Other?". A-Z Animals. Diakses April 2026.
"What Does It Mean When Squirrels Chase Each Other?". Skedaddle. Diakses April 2026.
"Why Do Squirrels Chase Each Other?". Live Science. Diakses April 2026.


![[QUIZ] Apakah Kucingmu Kesepian? Cari Tahu Lewat Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20231228/pexels-19492325-0a08b4c2ebe7bfb858f07109adee61c0-fc64a0a9b59fe661bc10ec99b606d8b1.jpg)















