Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Cica Daun Dahi Emas, Pandai Meniru Suara Burung Lain

5 Fakta Cica Daun Dahi Emas, Pandai Meniru Suara Burung Lain
Cica daun dahi emas (commons.m.wikimedia.org/Evanahmed75)
Intinya Sih
  • Cica daun dahi emas adalah burung berwarna hijau cerah dengan dahi keemasan yang ahli menyamar di hutan tropis dan berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem.
  • Burung ini tersebar luas di Asia Selatan hingga Asia Tenggara, mudah beradaptasi di berbagai habitat seperti hutan, perkebunan kopi, dan teh pada berbagai ketinggian.
  • Mereka pemakan serangga, buah, dan nektar, pandai meniru suara burung lain, serta populasinya masih stabil menurut IUCN berkat kemampuan adaptasinya yang tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Cica daun dahi emas (Chloropsis aurifrons) merupakan burung penyanyi dari keluarga Chloropseidae yang memiliki bulu hijau cerah. Warna ini membuatnya sangat ahli menyamar di antara dedaunan hutan tropis.

Burung berukuran sedang ini tersebar luas di wilayah Asia Selatan dan Tenggara. Selain memiliki penampilan yang menarik, burung ini punya peran penting dalam menjaga ekosistem karena membantu menyebarkan biji tanaman dan mengendalikan populasi serangga. Yuk, simak fakta lain tentang burung satu ini!

1. Dahi berwarna emas dan bulu hijau jadi ciri khas utamanya

Cica daun dahi emas
Cica daun dahi emas (commons.m.wikimedia.org/Md shahanshah bappy)

Cica daun dahi emas memiliki tubuh berwarna hijau terang yang berfungsi sebagai pelindung alami agar tidak mudah terlihat saat berada di pohon. Ciri utamanya adalah bagian dahi yang berwarna kuning-oranye keemasan. Burung jantan dan betina dewasa memiliki warna hitam pada area wajah dan tenggorokan dengan sedikit garis biru di bagian kumis.

Ukuran tubuhnya berkisar antara 17-19 sentimeter dengan berat sekitar 25-35 gram. Bentuk tubuh yang ramping ini membuatnya sangat lincah saat bergerak di pucuk pohon untuk mencari makanan.

2. Hidup tersebar di hutan wilayah Asia Selatan hingga Asia Tenggara

Cica daun dahi emas
Cica daun dahi emas (commons.m.wikimedia.org/Tisha Mukherjee)

Wilayah penyebaran burung ini sangat luas, mulai dari India, Sri Lanka, hingga ke Thailand, Vietnam, dan sebagian wilayah Indonesia. Burung ini biasanya tinggal menetap di satu wilayah dan tidak berpindah-pindah jauh.

Mereka bisa ditemukan di berbagai jenis tempat, seperti hutan lebat, pinggiran hutan, hingga area perkebunan kopi dan teh. Kemampuannya untuk tinggal di berbagai ketinggian lahan menjadikan burung ini salah satu jenis yang paling mudah beradaptasi di wilayah tropis.

3. Makan serangga hingga nektar bunga dengan gerakan lincah

Cica daun dahi emas
Cica daun dahi emas (commons.m.wikimedia.org/Abir Mahmud)

Burung ini termasuk pemakan segala, mulai dari serangga, laba-laba, buah beri, hingga nektar bunga. Saat mencari makan di atas pohon, cica daun dahi emas sering menunjukkan gerakan akrobatik, seperti bergantung terbalik di ranting kecil.

Mereka bisa mencari makan sendiri, berpasangan, atau dalam kelompok kecil. Selain lincah, burung ini juga dikenal pintar meniru suara burung lain untuk berkomunikasi di dalam hutan. Pola makan yang beragam ini membantu mereka bertahan hidup meskipun ketersediaan makanan di alam berubah-ubah sesuai musim.

4. Cara berkembang biak dan merawat anaknya

Cica daun dahi emas
Cica daun dahi emas (commons.m.wikimedia.org/Giles Laurent)

Cica daun dahi emas membangun sarang berbentuk seperti mangkuk kecil yang tersembunyi di antara dahan pohon. Dalam satu kali masa berkembang biak, burung ini biasanya menghasilkan dua sampai tiga butir telur.

Uniknya, kedua induk burung bekerja sama untuk mengerami telur dan mencari makan bagi anak-anaknya yang baru menetas. Anak burung akan terus berada di bawah perawatan induknya sampai mereka cukup kuat untuk terbang dan mencari makan sendiri di dahan-dahan pohon.

5. Populasi burung ini masih aman dan tidak terancam punah

Cica daun dahi emas
Cica daun dahi emas (commons.m.wikimedia.org/Evanahmed75)

Berdasarkan penilaian dari lembaga konservasi dunia (IUCN), cica daun dahi emas saat ini masuk dalam kategori berisiko rendah atau Least Concern. Hal ini dikarenakan jumlah populasinya di alam masih besar dan cenderung stabil.

Meskipun ada ancaman berupa berkurangnya luas hutan di beberapa daerah, burung ini tetap bisa bertahan hidup karena mampu menyesuaikan diri di lahan perkebunan atau area terbuka yang masih memiliki banyak pohon. Kemampuan adaptasi yang baik ini menjadi tanda bahwa populasi mereka masih terjaga dengan baik di kawasan Asia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More