Referensi
India Today NE. Diakses pada April 2025. Bird Species That Don’t Make Nests
LiveScience. Diakses pada April 2025. How Cuckoos Trick Birds
NestWatch. Diakses pada April 2025. No Nest Required
7 Burung yang Tidak Membangun Sarang, Apa Saja?

- Penguin kaisar meletakkan telur di kaki pejantan untuk melindungi dari suhu dingin Antartika.
- Indigobird dan Chuck-will’s-widow tidak membangun sarang, tapi menggunakan strategi berbeda untuk melindungi telur mereka.
- Burung cuckoo, common murre, white tern, dan common potto juga memiliki cara unik dalam bertelur tanpa membangun sarang.
Burung biasanya membangun sarang untuk tempat bertelur dan merawat anak-anak. Namun, beberapa spesies justru memiliki cara yang unik dan berbeda dalam melindungi keturunan mereka tanpa menggunakan sarang. Burung-burung ini mengandalkan metode alternatif, mulai dari memanfaatkan sarang burung lain hingga meletakkan telur di tempat-tempat yang tersembunyi dan sulit diakses oleh predator. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan menarik tentang adaptasi evolusi yang memungkinkan mereka bertahan tanpa memerlukan sarang.
Kali ini, kita akan membahas beberapa burung yang tidak membangun sarang dan bagaimana cara mereka melindungi telurnya.
1. Penguin kaisar

Dingin dan kencangnya angin di Antartika tidak memungkinkan penguin kaisar membangun sarang di atas lapisan es. Meninggalkan telur di sarang yang dibangun di atas es bisa membuat telur cepat membeku. Jadi, alih-alih membangun sarang, penguin kaisar biasanya menaruh telur di kaki pejantan. Cadangan lemak tebal di kaki burung memungkinkan telur terlindungi dari suhu dingin. Tanpa strategi ini, penguin kaisar tidak akan dapat berkembang biak.
2. Indigobird

Indigobird ialah burung asli Afrika yang bersifat parasit. Induk Indigobird akan bertelur di sarang Jameson's Firefinch, lalu meninggalkannya. Dengan demikian, telur burung Indigobird akan dipelihara oleh induk firefinch. Anak-anak mereka bahkan memiliki tanda di bagian dalam mulut mereka untuk meniru mulut firefinch.
3. Chuck-will's-widow

Chuck-will’s-widow berkembang biak di negara bagian Atlantik Tengah dan Tenggara. Chuck-will’s-widow bertelur langsung di tanah di antara dedaunan yang mati, jarum pinus, atau tanah kosong. Telur-telur tersebut memiliki pola yang rumit dan menyatu dengan serasah daun di sekitarnya untuk menghindari perhatian predator darat.
4. Burung cuckoo

Burung cuckoo adalah burung yang ahli dalam menipu. Mereka tidak mau repot-repot membangun sarang dan merawat telur-telur mereka. Sebaliknya, induk cuckoo akan bertelur di sarang burung lain dengan harapan induk burung tersebut akan merawat telur burung cuckoo. Beberapa target utama burung cuckoo termasuk burung dunnock (Prunella modularis), burung pipit padang rumput (Anthus pratensis) dan burung warbler buluh (Acrocephalus scirpaceus).
5. Common murre

Common murre adalah spesies burung auk yang berkembang biak di tepian berbatu yang sempit di Kutub Utara dalam koloni yang jumlahnya ratusan. Alih-alih membangun sarang, induk Common murre langsung meletakkan telur di tepian berbatu untuk kemudian dierami. Untuk melindungi burung dari predator, induk Common murre akan selalu membersamai burung ini. Telur-telur ini juga memiliki ujung yang runcing sehingga mencegah telur-telur tersebut jatuh dari tebing.
6. White tern

White tern adalah spesies yang hidup di lautan tropis di seluruh dunia. White tern bertelur dan membesarkan anak-anaknya di pohon tanpa membangun sarang terlebih dahulu. Agar telurnya tidak tergelincir, mereka hanya meletakkan telurnya di cekungan atau cabang cabang pohon yang gundul.
7. Common potoo

Common potto adalah burung nokturnal yang senang meniru cabang pohon mati untuk bertahan hidup. Pada siang hari, Common potoo akan berdiri tegak dan diam, dan menggunakan bulunya yang tersamar untuk meniru dengan sempurna penampilan tunggul yang patah. Common potto tidak membangun sarang selama musim kawin karena akan membuat mereka menjadi mangsa yang mudah bagi predator. Sebagai alternatifnya, Common potoo akan meletakkan telurnya di atas cabang pohon yang patah. Burung itu kemudian dapat mengerami telurnya sambil tetap diam dan membaur dengan lingkungan sekitarnya.
Kemampuan untuk bertelur dan melindungi anak tanpa membangun sarang menunjukkan betapa adaptifnya makhluk hidup dalam menghadapi tantangan lingkungan. Dengan cara-cara unik tersebut, burung-burung ini berhasil melanjutkan garis keturunannya tanpa harus mengikuti pola yang umum, membuktikan bahwa alam selalu menyediakan solusi inovatif untuk bertahan hidup.



















