ilustrasi gurita (pexels.com/Pia B)
Gurita memiliki cara berkembang biak yang berbeda dari kebanyakan hewan laut karena para pejantan ternyata kerap menggunakan salah satu lengannya yang telah termodifikasi, yaitu kerap disebut sebagai hektokotilus untuk menyalurkan paket sperma kepada betina. Proses ini memang bisa memungkinkan sperma tersebut agar bisa secara langsung ke tubuh betina agar proses pembuahan menjadi jauh lebih besar.
Setelah proses pembuahan terjadi, maka induk betina dari gurita nantinya akan menjaga ribuan telur yang secara langsung menempel di sarang hingga menetas dengan cara membersihkan dan juga mengalirkan air segar tanpa henti. Pada kebanyakan spesies gurita, induk betina bahkan tidak bisa meninggalkan telurnya selama masa penjagaan karena kerap kali mati setelah seluruh telurnya menetas.
Keanekaragaman dari cara berkembang biak di dunia hewan yang menunjukkan bahwa setiap alam ternyata memiliki solusi yang sangat beragam untuk mempertahankan keberlangsungan hidup spesiesnya. Hewan-hewan di atas menunjukkan bahwa setiap metode ternyata menawarkan keunggulan yang sesuai dengan habitatnya. Keunikan ini menjadi bukti bahwa dunia hewan masih menyimpan berbagai fakta menarik yang terus diteliti oleh ilmuwan hingga saat ini.
Bagaimana cara Hiu Martil melahirkan tanpa adanya pejantan? | Beberapa spesies hiu martil (Sphyrna tiburo) dapat berkembang biak melalui proses bernama Partenogenesis. Ini adalah bentuk reproduksi aseksual di mana sel telur betina berkembang menjadi embrio tanpa perlu dibuahi oleh sperma pejantan. Alhasil, anak yang dilahirkan adalah "kloning" genetik dari sang induk betina. |
Hewan apa yang membiarkan anaknya memakan tubuh induknya sendiri demi bertahan hidup? | Fenomena ekstrem ini disebut Matrifagi (matriphagy), yang terjadi pada Laba-laba Beludru (Stegodyphus lineatus). Setelah telurnya menetas, induk laba-laba akan memuntahkan makanan cair untuk anaknya. Ketika cairan itu habis, organ dalam tubuh sang induk akan mencair, dan anak-anaknya akan mengisap tubuh ibunya sendiri hingga mati demi mendapatkan nutrisi pertama mereka. |
Mengapa Ikan Anglerfish (Ikan Sungut Ganda) laut dalam disebut memiliki metode kawin paling ekstrem? | Ikan Anglerfish melakukan Parasitisme Seksual. Di kegelapan laut dalam, anglerfish jantan yang berukuran jauh lebih kecil akan mencari betina, lalu menggigit perutnya. Lama-kelamaan, jaringan kulit dan pembuluh darah mereka menyatu. Jantan kehilangan mata dan organ dalamnya, menjadi parasit abadi yang hidup dari darah betina, dan tugasnya hanya menyediakan sperma kapan pun betina siap bertelur. |
Bagaimana Katak Lambung (Gastric-brooding Frog) mengerami telurnya? | Katak unik asal Australia yang kini terancam punah ini memiliki metode inkubasi yang luar biasa. Katak betina akan menelan telur-telurnya yang telah dibuahi. Lambung katak kemudian berhenti memproduksi asam lambung agar telur tidak tercerna. Telur-telur tersebut berkembang menjadi berudu di dalam perut, dan setelah menjadi katak kecil, sang induk akan memuntahkannya keluar melalui mulut. |