Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Ciri Khas Hewan Nokturnal, Bisa Dikenali dari Kebiasaannya

5 Ciri Khas Hewan Nokturnal, Bisa Dikenali dari Kebiasaannya
ilustrasi hewan nokturnal (commons.wikimedia.org/Andy Morffew)
Intinya Sih
  • Hewan nokturnal aktif di malam hari untuk mencari makan, kawin, dan beristirahat saat siang guna menghindari panas serta predator.
  • Mereka memiliki pendengaran dan penciuman sangat tajam yang membantu berburu, mendeteksi mangsa, serta berkomunikasi lewat jejak bau.
  • Ciri fisik khasnya meliputi warna tubuh gelap untuk kamuflase dan mata besar sensitif cahaya dengan lapisan tapetum agar bisa melihat di kegelapan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tak semua hewan aktif pada siang hari yang cerah dan terik. Sebaliknya, tak sedikit hewan yang aktif di malam hari. Mereka disebut hewan nokturnal dan biasanya mulai mencari makan, beraktivitas, atau kawin saat matahari terbenam. Karena gaya hidupnya yang unik, hewan nokturnal punya berbagai adaptasi dan ciri khas.

Beberapa ciri khas hewan nokturnal tercermin dari kebiasaan, indera, dan ciri fisiknya. Ada yang punya warna gelap, mata besar, pendengaran tajam, hingga hidung sensitif. Bagaimana hewan nokturnal memanfaatkan adaptasi dan ciri fisiknya untuk hidup di malam yang gelap? Kupas tuntas lewat artikel berikut, yuk!

1. Hewan nokturnal mulai aktif pada malam hari

ilustrasi hewan nokturnal
ilustrasi hewan nokturnal (commons.wikimedia.org/Calibas)

Dilansir Wide Earth Lab, hewan nokturnal akan mulai aktif pada malam hari atau ketika matahari terbenam. Mereka akan melakukan semua aktivitas esensial, entah itu mencari makanan, kawin, atau sekadar bersantai di pepohonan. Kebiasaan aktif di malam hari memberikan beberapa keuntungan, seperti lebih aman dari predator dan mampu menghindari hawa panas. Nantinya, saat matahari terbit hewan nokturnal akan menghentikan aktivitas dengan cara beristirahat, bersembunyi, atau tidur.

2. Hewan nokturnal punya pendengaran tajam

ilustrasi hewan nokturnal
ilustrasi hewan nokturnal (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Laman National Geographic menjelaskan kalau hewan nokturnal dibekali oleh pendengaran yang sangat tajam. Salah satu contohnya adalah burung hantu yang punya telinga tak sejajar agar bisa mendengar suara dari segala arah. Kucing besar juga serupa karena telinganya bisa digerakan dengan fleksibel sehingga mampu menangkap suara dengan lebih mudah. Indera pendengaran tersebut digunakan untuk beberapa hal, seperti berburu, mendeteksi pergerakan mangsa, atau mengidentifikasi individu lain yang mendekat.

3. Hewan nokturnal punya penciuman kuat

ilustrasi hewan nokturnal
ilustrasi hewan nokturnal (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Dilansir Forest Preserve District Will County, ada banyak hewan nokturnal yang memiliki indera penciuman sangat kuat. Salah satu kegunaannya adalah untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Lebih tepatnya, hewan akan meninggalkan jejak bau lewat kotoran agar bisa dicium oleh hewan lain. Selain itu, penciuman tajam juga sangat berguna untuk mendeteksi mangsa atau kehadiran predator. Bisa dibilang, indera penciuman merupakan pengganti penglihatan di malam hari. Pasalnya, mata tak akan bisa mendeteksi apapun di gelapnya malam sehingga digantikan oleh penciuman.

4. Hewan nokturnal punya tubuh berwarna gelap

ilustrasi hewan nokturnal
ilustrasi hewan nokturnal (commons.wikimedia.org/Panji Gusti Akbar)

Laman Pixfra menjelaskan kalau banyak hewan nokturnal yang mengembangkan adaptasi berupa tubuh bewarna gelap. Adaptasi tersebut dimaksudkan agar mereka bisa berkamuflase dengan sempurna di gelapnya malam. Warna gelap yang dimaksud cukup beragam, mulai dari cokelat, abu-abu, hingga hitam. Kamuflase tersebut berguna untuk mengecoh predator atau mengendap-endap ketika berburu. Menariknya, laman Naturalis menambahkan kalau hal tersebut sudah terlihat sejak jutaan tahun yang lalu saat mamalia nokturnal pertama menampakan dirinya di muka bumi.

5. Hewan nokturnal punya mata yang sensitif

ilustrasi hewan nokturnal
ilustrasi hewan nokturnal (commons.wikimedia.org/Joycewikiwiki)

Mata sensitif menjadi aspek penting bagi hewan nokturnal. Dilansir Northern Woodlands, beberapa hewan nokturnal seperti kucing besar dan burung hantu dibekali mata berukuran besar yang sensitif dengan perubahan cahaya. Kebanyakan hewan nokturnal juga memiliki lapisan bernama tapetum di belakang retina. Nah, tapetum tersebut mampu menangkap cahaya sekecil apapun. Tapetum itulah yang membuat mata hewan bercahaya saat disinari oleh lampu. Kemampuan penangkapan cahaya di mata hewan nokturnal juga jauh lebih baik jika dibandingkan dengan hewan diurnal.

Berbagai ciri khas hewan nokturnal membuatnya mudah dibedakan dan dikenali. Semua ciri khas tersebut juga bukan hiasan belaka, melainkan adaptasi yang muncul dalam rangka penyesuaikan diri dengan lingkungan dan kebiasaan. Perlu digarisbawahi juga kalau adaptasi dari tiap hewan nokturnal bisa berbeda. Contohnya, ada yang punya pendengaran kuat tetapi penglihatannya kurang tajam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More