Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta African Quailfinch, Pipit yang Perilakunya Lebih Mirip Puyuh
Burung African quailfinch (commons.wikimedia.org/Francesco Veronesi)
  • African quailfinch adalah burung pipit mungil asal Sub-Sahara Afrika dengan warna bulu cokelat keabu-abuan yang berfungsi sebagai kamuflase di padang rumput dan semak kering.
  • Terdapat 11 subspesies African quailfinch yang dibedakan berdasarkan ciri fisik seperti pola wajah dan dagu, menunjukkan kemampuan adaptasi tinggi terhadap lingkungan Afrika.
  • Meski termasuk burung pipit, perilaku African quailfinch mirip puyuh—lebih sering di tanah, mandi debu, serta dikenal monogami dan setia pada satu pasangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

African quailfinch (Ortygospiza atricollis) adalah burung pipit kecil yang berasal dari kawasan Sub-Sahara Afrika. Ketika membaca namanya, kamu mungkin bertanya-tanya kenapa burung ini dinamakan quailfinch atau pipit puyuh, bukan? Padahal, burung ini bukanlah bagian dari keluarga burung puyuh, melainkan spesies burung pipit. Nah, ternyata mereka dinamakan demikian karena meskipun berstatus sebagai burung pipit, perilaku dan gaya hidupnya justru meniru burung puyuh, lho.

Kira-kira perilaku unik apa saja yang mereka miliki? Penasaran, kan? Yuk, kita kenalan lebih dekat dengan burung African quailfinch lewat lima fakta menariknya berikut!

1. Burung kecil dengan penampilan yang seolah menyatu dengan warna tanah

Burung African quailfinch (commons.wikimedia.org/Dave Brown)

African quailfinch termasuk ke dalam keluarga burung pipit Estrildidae yang punya ukuran sangat mungil. Dilansir Animalia, berat tubuhnya hanya sekitar 9–14 gram dengan panjang tubuh berkisar antara 9–10 cm saja. Burung mungil ini memiliki penampilan yang didominasi warna cokelat keabu-abuan pada bagian atas, serta garis-garis hitam-putih yang khas di bagian dada dan sisi tubuhnya.

Hidup di padang rumput dan semak-semak membuat mereka susah banget dilihat kalau sedang berada di atas tanah. Warna bulu cokelatnya berperan sebagai bentuk kamuflase yang membuat mereka seolah menyatu sempurna dengan tanah kering di habitatnya.

2. Punya banyak subspesies, hingga 11 jenis!

Burung African quailfinch kelompok fuscocrissa punya semacam kacamata di sekitar matanya (commons.wikimedia.org/Demetrius John Kessy)

Jangan salah, meski ukurannya mini dan sekilas tampak serupa, burung ini memiliki variasi yang banyak banget, lho. Dilansir Bird of the World, para ahli taksonomi mencatat ada 11 subspesies African quailfinch yang tersebar di berbagai wilayah Afrika. Kesebelas subspesies ini umumnya dibagi ke dalam tiga kelompok besar berdasarkan ciri fisiknya, yaitu kelompok muka hitam (black-faced), kelompok berkacamata (spectacled), dan kelompok dagu hitam (black-chinned).

Perbedaan antar-subspesies ini sangat detail dan tipis. Misalnya, ras fuscocrissa memiliki lingkaran putih menyerupai kacamata di sekitar matanya, sedangkan ras gabonensis justru sama sekali tidak memiliki warna putih di sekitar mata maupun dagunya. Variasi yang kaya ini membuktikan ketangguhannya dalam beradaptasi dengan lingkungan lokal mereka.

3. Burung pipit yang perilakunya lebih mirip burung puyuh

Burung African quailfinch (commons.wikimedia.org/Francesco Veronesi)

Kamu pasti penasaran kan dengan alasan di balik nama pipit puyuh (quailfinch) yang disematkan pada burung pipit ini. Inilah alasan utama mengapa mereka dipanggil pipit puyuh (quailfinch). Mayoritas burung pipit akan langsung terbang ke dahan pohon yang tinggi jika melihat manusia atau predator mendekat. Namun, African quailfinch tidak demikian. Karena 90% hidupnya dihabiskan di permukaan tanah, mereka mengandalkan insting bertahan hidup ala burung puyuh.

Ketika merasa terancam, mereka akan diam membeku di tanah dan memanfaatkan kamuflase bulunya. Mereka baru akan terbang melesat secara vertikal dan mendadak apabila jarak ancaman sudah sangat dekat (hampir terinjak), sambil mengeluarkan suara kaget yang khas. Gaya terbang terkejut atau flushing ini adalah ciri khas yang identik dengan perilaku burung puyuh.

4. Dikenal suka mandi debu

Burung African quailfinch (commons.wikimedia.org/Steve Garvie)

Jika kebanyakan burung pipit membersihkan diri dengan cara menceburkan badan ke genangan air, African quailfinch punya cara yang berbeda, lho. Karena habitat utamanya adalah area savana dan padang rumput kering, burung ini lebih sering melakukan ritual mandi debu.

Ia akan menggeliat dan mengibaskan sayapnya di atas tanah yang kering dan berdebu. Perilaku yang lebih sering kita lihat pada ayam atau burung puyuh ini dilakukannya bukan tanpa alasan. Mandi debu sangat efektif baginya untuk merawat bulu, mengurangi kadar minyak berlebih, sekaligus mengusir parasit yang menempel di tubuhnya.

5. Dikenal sebagai pasangan yang setia

Burung African quailfinch membangun sarang di rumpun rerumputan (commons.wikimedia.org/B. Attard)

Berbeda dengan kebanyakan spesies burung yang suka berpoligami atau berganti-ganti pasangan setiap musim kawin tiba, African quailfinch justru sebaliknya. Burung pipit tanah ini dikenal sebagai hewan monogami alias setia pada satu pasangan saja.

Dilansir Birds of the World, saat musim berkembang biak, burung jantan akan melakukan tarian ritual kecil di atas tanah sambil melompat-lompat membawa sebatang rumput di paruhnya demi memikat si betina. Begitu berpasangan, mereka akan bekerja sama membangun sarang berbentuk kubah yang disembunyikan langsung di permukaan tanah atau di dalam rumpun rumput yang rimbun untuk membesarkan anak-anak mereka.

Nah, itulah lima fakta menarik dari African quailfinch. Setelah membaca artikel ini, kamu jadi tahu kan alasan dibalik penamaannya yang unik. Ternyata perilakunya yang mirip seperti burung puyuhlah yang membuatnya diberi nama burung pipit puyuh. Untuk populasinya sendiri, burung ini masih tergolong aman ya. Ia masuk dalam kategori spesies Least concern atau berisiko rendah. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan semakin menambah wawasan kamu tentang dunia burung, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article