Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Shanghai Astronomy Museum, Desainnya Terinspirasi dari Orbit Benda Langit

5 Fakta Shanghai Astronomy Museum, Desainnya Terinspirasi dari Orbit Benda Langit
Shanghai Astronomy Museum (commons.wikimedia.org/钉钉)
Intinya Sih
  • Shanghai Astronomy Museum dirancang berdasarkan konsep tiga benda langit, menggambarkan pergerakan alam semesta dan menghadirkan pengalaman belajar yang menyatu dengan filosofi astronomi.
  • Oculus di pintu masuk museum berfungsi seperti jam matahari raksasa, memanfaatkan sinar Matahari untuk menunjukkan waktu dan menampilkan fenomena cahaya saat titik balik musim panas.
  • Dengan luas 39.000 meter persegi, museum ini menjadi yang terbesar di dunia, menampilkan desain futuristik melengkung, planetarium melayang, serta fasilitas edukasi dan penelitian astronomi modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernahkah kamu melihat sebuah museum yang desainnya terinspirasi dari luar angkasa? Shanghai Astronomy Museum di Tiongkok menjadi salah satu contoh menarik yang memadukan ilmu astronomi dengan arsitektur modern. Tak heran jika bangunan ini berhasil memikat perhatian banyak orang dari berbagai belahan dunia sejak pertama kali dibuka.

Di balik tampilannya yang futuristik, Shanghai Astronomy Museum menyimpan sejumlah fakta menarik yang membuatnya berbeda dari museum pada umumnya. Mulai dari konsep desain hingga berbagai fasilitas yang dimilikinya, museum ini memiliki banyak keunikan. Yuk, simak 5 fakta menariknya berikut ini!

1. Bangunannya dirancang berdasarkan orbit tiga benda langit

Desain museum terinspirasi dari konsep pergerakan benda-benda langit.
Desain museum terinspirasi dari konsep pergerakan benda-benda langit. (commons.wikimedia.org/钉钉)

Inspirasi desain Shanghai Astronomy Museum berasal dari konsep three-body problem atau masalah tiga benda langit dalam astronomi. Konsep ini menjelaskan bagaimana tiga benda langit saling bergerak dan memengaruhi satu sama lain karena gaya gravitasi. Arsitek memilih konsep tersebut sebagai dasar rancangan untuk menggambarkan pergerakan alam semesta yang terus berlangsung tanpa henti.

Melalui konsep ini, bangunan tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga mengajak pengunjung lebih dekat mengenal alam semesta. Filosofi tersebut bertujuan membangkitkan rasa kagum terhadap luasnya ruang angkasa dan posisi manusia di dalamnya. Karena itu, tema astronomi tidak hanya hadir melalui ruang pameran, melainkan telah menyatu menjadi bagian dari identitas museum secara keseluruhan.

2. Memiliki Oculus yang bekerja seperti jam matahari raksasa

Oculus di area pintu masuk Shanghai Astronomy Museum.
Oculus di area pintu masuk Shanghai Astronomy Museum. (commons.wikimedia.org/钉钉)

Salah satu fitur paling unik di Shanghai Astronomy Museum adalah Oculus. Oculus merupakan sebuah bukaan berbentuk lingkaran yang berada tepat di atas gerbang masuk utama. Fitur ini tidak hanya menjadi bagian dari keindahan desain, tetapi juga berfungsi sebagai alat observasi astronomi. Melalui bukaan tersebut, sinar Matahari dapat masuk dan memancarkan cahaya ke area di bawahnya.

Oculus memanfaatkan pergerakan Matahari untuk menunjukkan perubahan waktu. Sepanjang hari, lingkaran cahaya yang terbentuk akan bergerak mengikuti posisi Matahari di langit, sehingga bekerja layaknya jam matahari raksasa. Pada saat titik balik matahari musim panas (summer solstice), cahaya yang masuk akan membentuk lingkaran penuh yang presisi di area yang telah ditentukan. Fenomena ini menunjukkan hubungan antara cahaya, waktu, dan pergerakan Matahari secara langsung.

3. Hampir tidak menggunakan garis lurus dalam desainnya

Bangunan museum didominasi kurva dan bentuk melingkar.
Bangunan museum didominasi kurva dan bentuk melingkar. (commons.wikimedia.org/钉钉)

Secara arsitektur, Shanghai Astronomy Museum memiliki tampilan yang khas. Jika banyak bangunan modern menggunakan garis lurus dan sudut siku-siku, museum ini justru didominasi oleh kurva dan bentuk melingkar. Desain tersebut membuat bangunan terlihat lebih dinamis dan memberikan kesan futuristik yang kuat.

Dominasi bentuk lengkung ini juga menciptakan karakter visual yang unik. Dari berbagai sudut, bangunan tampak mengalir dan seolah memiliki gerakan tersendiri. Perpaduan antara bentuk, struktur, dan estetika tersebut membuat Shanghai Astronomy Museum terlihat menonjol dibanding banyak museum lainnya. Tak heran jika arsitekturnya menjadi salah satu aspek yang paling menarik perhatian.

4. Memiliki bioskop planetarium yang tampak melayang

Struktur bola raksasa yang menjadi ikon Shanghai Astronomy Museum.
Struktur bola raksasa yang menjadi ikon Shanghai Astronomy Museum. (commons.wikimedia.org/钉钉)

Salah satu fasilitas utama di Shanghai Astronomy Museum adalah bioskop planetariumnya. Fasilitas ini memiliki desain yang unik karena berada di dalam struktur berbentuk bola raksasa yang tampak seolah-olah melayang. Kesan tersebut tercipta karena bagian penyangganya dibuat seminimal mungkin, sehingga bola tersebut terlihat seperti mengambang di udara. Desain ini menjadikannya salah satu bagian paling ikonik di museum.

Di dalamnya, pengunjung dapat menyaksikan berbagai pertunjukan astronomi melalui teknologi planetarium digital yang canggih. Visual tentang bintang, planet, dan alam semesta diproyeksikan ke seluruh bagian kubah sehingga menciptakan pengalaman menonton yang lebih nyata. Perpaduan antara desain yang unik dan teknologi modern membuat planetarium ini menjadi salah satu daya tarik utama Shanghai Astronomy Museum.

5. Menjadi museum astronomi terbesar di dunia

Shanghai Astronomy Museum memiliki luas sekitar 39.000 meter persegi.
Shanghai Astronomy Museum memiliki luas sekitar 39.000 meter persegi. (commons.wikimedia.org/钉钉)

Dengan luas sekitar 39.000 meter persegi, Shanghai Astronomy Museum dinobatkan sebagai museum astronomi terbesar di dunia. Museum ini menampung berbagai area pameran serta fasilitas edukasi dalam satu kompleks yang besar. Ukurannya yang luas menunjukkan pentingnya museum ini sebagai pusat pembelajaran astronomi.

Selain area pameran, museum ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti observatorium, teleskop surya, serta pusat pendidikan dan penelitian. Beragam fasilitas tersebut membuat Shanghai Astronomy Museum tidak hanya unggul dari segi ukuran, tetapi juga menjadi salah satu pusat astronomi yang lengkap.

Melalui desain yang unik, teknologi modern, dan berbagai fasilitas edukatif, Shanghai Astronomy Museum menawarkan cara yang menarik untuk mengenal dunia astronomi. Tak heran jika museum ini menjadi salah satu ikon astronomi modern yang tidak boleh dilewatkan oleh para pencinta sains.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More