Di saat spesies lain tertidur, burung hantu tutul (Athene brama) justru kerap beraktivitas pada siang hari. Spesies berukuran kecil ini juga cukup unik dengan badan membulat dan bulu yang dilapisi corak tutul berwarna gelap. Seperti spesies lain, burung hantu tutul adalah predator, khususnya bagi serangga dan invertebrata kecil.
5 Fakta Menarik Burung Hantu Tutul, Aktif pada Siang Hari

- Burung hantu tutul berukuran kecil dengan tubuh membulat, corak tutul putih di bulu cokelatnya, serta mata besar kuning yang membuatnya tampak menggemaskan.
- Meski tergolong nokturnal, burung hantu tutul sering aktif di siang hari untuk bertengger, berburu serangga, dan berinteraksi dalam pasangan atau kelompok kecil.
- Saat musim kawin November–April, burung ini menarik pasangan lewat perilaku unik seperti saling mencengkeram paruh dan membersihkan bulu, namun rentan diserang parasit yang mengancam kesehatannya.
Sayangnya, tubuh kecilnya tak membuat burung ini bebas dari ancaman. Di alam liar, ia menjadi inang bagi berbagai spesies parasit, khususnya cacing. Jadi, apa kamu tertarik mengulik berbagai fakta menarik burung hantu tutul secara mendalam? Yuk, simak semua faktanya di bawah ini.
1. Badannya kecil, membulat, dan pendek

Laman Wildlife SOS menjelaskan kalau burung hantu tutul adalah spesies kecil dengan panjang maksimal yang hanya 21 centimeter. Saking kecilnya, bahkan hewan ini bisa masuk ke dalam lubang di batang pohon. Selain kecil, badannya juga sedikit membulat dengan mata besar berwarna kuning yang membuat burung ini nampak menggemaskan. Warna dasarnya sendiri tak jauh berbeda dengan burung hantu lain, yaitu cokelat. Seperti namanya, burung hantu tutul juga punya corak tutul berwarna putih di sekujur tubuh.
2. Burung hantu tutul kerap beraktivitas di siang hari

Laman Thai National Parks menjelaskan kalau sebenarnya burung hantu tutul merupakan hewan nokturnal, sama dengan spesies lain. Namun, ia tak jarang beraktivitas di siang hari. Ketika diganggua pada siang hari burung ini juga punya kebiasaan yang unik, yaitu mengganggukan kepala dan menatap pengganggunya. Aktivitasnya pada siang hari juga tak berbeda jauh dari burung lain, yaitu bertengger di pepohonan, terbang, atau mencari mangsa. Selain itu, burung hantu tutul juga kerap terlihat berpasang-pasangan atau beraktivitas dalam kelompok kecil.
3. Makanan utama burung hantu tutul adalah serangga

Burung hantu tutul merupakan predator yang makanan utamanya adalah serangga dan vertebrata kecil. Artikel di jurnal Journal of the Bombay Natural History Society juga menjelaskan kalau populasi di Jodhpur, India lebih suka memakan hewan pengerat, khususnya tikus dari genus Mus dan Tatera ketika mendekati musim kawin. Beberapa penelitian juga mengungkap fakta kalau burung ini kerap memangsa hewan kecil lain seperti ular buta, katak, dan kelelawar. Tak hanya itu, hewan berbisa seperti kalajengking juga tak luput dari terkaman burung hantu tutul.
4. Punya metode unik untuk menarik perhatian lawan jenis

Secara umum, musim kawin burung hantu tutul berlangsung pada November hingga April. Menariknya, saat musim kawin burung ini akan menarik perhatian pasangannya dengan metode yang unik. Dilansir Avibase, burung ini akan saling mencengkeram paruh, membersihkan bulu, dan makan bersama. Burung betina juga akan menggerakan kepala dan bersuara untuk memanggil jantan.
Namun, burung ini tak setia karena satu betina bisa kawin dengan banyak jantan. Tak hanya itu, bahkan burung betina sering melakukan kopulasi palsu ketika kawin. Setelah kawin burung ini akan membuat sarang dari dedaunan kering untuk menampung tiga hingga empat butir telur. Setelah satu bulan, anakan burung ini sudah bisa terbang dan akan meninggalkan sarang.
5. Tubuhnya menjadi inang parasit

Ancaman burung hantu tutul di alam tak hanya dari predator, tapi juga datang dari parasit. Dilansir iNaturalist, ada beberapa parasit yang kerap menyerang unggas ini, yaitu Eimeria atheni, kutu Colpocephalum pectinatum, hingga cacing Apororhynchus chauhani. Kehadiran semua parasit tersebut bisa menyebabkan ketidaknyamanan, penyakit, hingga mengancam nyawa. Parasit juga menempel di berbagai bagian, entah itu bulu, kulit, hingga organ pencernaan. Tak hanya di alam liar, bahkan individu di Kebun Binatang Antwerp juga pernah terinfeksi parasit.
Pembahasan mendalam terkait fakta menarik burung hantu tutul membuatmu lebih mengenal hewan tersebut. Kamu jadi tahu bagaimana ia hidup, apa makanannya, dan mengapa burung hantu tutul harus dijaga populasinya. Burung hantu tutul memang bukan hewan berukuran besar dan tidak terancam punah. Namun, ia tetap memiliki hak untuk bebas di habitatnya.













![[QUIZ] Seberapa Kenal Kamu dengan Ilmuwan Indonesia dan Ilmuwan Dunia?](https://image.idntimes.com/post/20241201/pexels-chokniti-khongchum-1197604-2280571-19f09807063c84b443b2a164d5e7e1b3-c1087c7016a81a56db452c832fa1e158.jpg)






