Jika kamu berpikir pipi merah ini hanya berperan sebagai hiasan, kamu salah besar. Pasalnya, pipi ini memegang peranan yang krusial baginya. Kira-kira apa sih fungsi pipi merahnya itu? Penasaran kan, yuk langsung aja simak 5 fakta red-cheeked cordonbleu berikut ini!
5 Fakta Red Cheeked Cordonbleu, Pipi Merahnya Punya Fungsi Penting!

- Red-cheeked cordonbleu adalah burung pipit mungil berwarna biru dan cokelat, dengan jantan memiliki pipi merah mencolok yang membedakannya dari betina.
- Burung ini berasal dari Afrika, hidup di padang rumput dan semak belukar, serta sering terlihat mencari biji dan serangga dalam kelompok kecil.
- Pipi merah pada jantan menjadi penanda kualitas kesehatan dan daya tarik bagi betina, sementara keduanya melakukan tarian kawin unik untuk menarik pasangan.
Red-cheeked cordonbleu (Uraeginthus bengalus) adalah salah satu jenis burung pipit hias berukuran kecil yang sangat populer. Bagaimana tidak, burung ini punya penampilan yang sangat menawan. Jika kamu melihatnya, kamu pasti langsung terpana dengan pipi merah meronanya.
1. Burung pipit mungil dengan perpaduan warna biru dan cokelat keabu-abuan

Red-cheeked cordonbleu termasuk ke dalam anggota keluarga Estrildidae atau burung pipit hias. Burung ini punya ukuran yang terbilang mungil. Dilansir Bird of the World, beratnya hanya sekitar 8–11 gram dan panjang tubuh hanya 12–13 sentimeter.
Meski mungil, penampilannya sangat menarik. Sebagian besar tubuhnya didominasi warna biru cerah yang berpadu dengan warna cokelat pada punggung dan sayap. Burung jantan memiliki warna biru yang lebih terang serta bercak merah mencolok di kedua pipinya, sedangkan betina berwarna lebih pucat dan tidak memiliki pipi merah. Perbedaan inilah yang membuat kedua jenis kelaminnya sangat mudah untuk dibedakan.
2. Menghuni padang rumput dan semak-semak di Afrika

Meski nama ilmiahnya mengandung kata bengalus, red-cheeked cordonbleu sebenarnya merupakan burung asli Afrika. Dilansir Animalia, persebarannya sangat luas, mulai dari Senegal dan Gambia di Afrika Barat hingga Ethiopia, Somalia, Tanzania, Zambia, Mozambik, serta Republik Demokratik Kongo di bagian timur dan selatan Afrika.
Burung ini umumnya menghuni padang rumput, sabana, semak belukar, lahan pertanian, hingga tepian permukiman yang masih memiliki banyak pepohonan. Mereka biasanya hidup berpasangan atau dalam kelompok kecil sambil mencari biji-bijian dan serangga kecil di permukaan tanah.
3. Nama ilmiahnya ternyata berasal dari kekeliruan sejarah

Jika diperhatikan, nama ilmiah red-cheeked cordonbleu adalah Uraeginthus bengalus. Sekilas nama bengalus seolah menunjukkan bahwa burung ini berasal dari Bengal, India. Padahal, spesies ini sama sekali tidak hidup di Asia, lho!
Kesalahan tersebut berawal pada abad ke-18 ketika banyak spesimen burung diperdagangkan melalui pelabuhan-pelabuhan di India sebelum dikirim ke Eropa. Para ilmuwan saat itu mengira burung tersebut memang berasal dari Bengal sehingga memberi nama bengalus. Setelah diketahui bahwa habitat aslinya berada di Afrika, nama ilmiahnya tidak lagi diubah karena aturan tata nama zoologi mengharuskan nama yang sudah ditetapkan tetap dipertahankan.
4. Pipi merahnya berperan penting sebagai penanda kualitas burung jantan

Kalau kamu mengira pipi merah pada red-cheeked cordonbleu hanya berfungsi sebagai hiasan, kamu salah besar. Pasalnya, pipi ini berperan lebih dari sekadar hiasan. Warna merah tersebut merupakan salah satu sinyal visual yang menunjukkan kualitas seekor burung jantan, lho.
Semakin cerah warna pipinya, semakin baik pula kondisi kesehatan dan kualitas individunya. Hal itu menandakan bahwa burung tersebut mampu memperoleh makanan yang cukup serta memiliki kondisi tubuh yang prima. Karena itulah, burung betina cenderung memilih jantan dengan pipi merah paling cerah sebagai pasangan agar peluang menghasilkan keturunan yang sehat menjadi lebih besar.
5. Jantan dan betina sama-sama melakukan tarian kawin
Pada sebagian besar spesies burung, tarian kawin biasanya hanya dilakukan oleh burung jantan. Namun, red-cheeked cordonbleu memiliki kebiasaan yang berbeda, lho! Hal ini karena, baik jantan maupun betina sama-sama melakukan tarian saat masa kawin.
Dilansir National Geographic, ritual kawinnya dimulai oleh jantan yang akan melompat-lompat sambil menganggukkan kepala dan bernyanyi. Tak tanggung-tanggung, ia membawa sehelai rumput di paruhnya untuk menarik perhatian betina. Selama menari, ia juga akan menggerak-gerakan kakinya dengan sangat cepat sehingga menciptakan getaran kecil pada tempat mereka bertengger. Nah, ketika betina tertarik dengan jantan, si betina akan mulai ikut menari bersama jantan. Menarik, bukan?
Meski ukurannya mungil, red-cheeked cordonbleu ternyata menyimpan banyak fakta menarik. Dari penampilannya yang cantik hingga perilaku kawinnya yang unik, burung ini membuktikan bahwa pesona satwa liar tidak selalu ditentukan oleh ukuran tubuhnya. Jadi, fakta mana yang menurutmu paling menarik?

















![[QUIZ] Seberapa Kenal Kamu dengan Ilmuwan Indonesia dan Ilmuwan Dunia?](https://image.idntimes.com/post/20241201/pexels-chokniti-khongchum-1197604-2280571-19f09807063c84b443b2a164d5e7e1b3-c1087c7016a81a56db452c832fa1e158.jpg)


