Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Akohekohe, Burung Berjambul dari Hawaii yang Kian Langka
Burung akohekohe (commons.wikimedia.org/NPS Photo)
  • Akohekohe adalah burung endemik Hawaii yang kini hanya hidup di lereng timur laut Gunung Haleakalā, Pulau Maui, dengan wilayah sebaran sekitar 20 kilometer persegi.
  • Burung ini dikenal berpenampilan mencolok dengan jambul putih dan sifat agresif dalam mempertahankan wilayah serta sumber nektar dari pohon ohi’a lehua.
  • Populasinya menurun drastis hingga tersisa sekitar 1.100–2.500 ekor akibat hilangnya habitat dan penyebaran malaria burung oleh nyamuk invasif yang makin meluas karena perubahan iklim.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Akohekohe (Palmeria dolei) merupakan salah satu burung paling langka di Hawaii. Burung endemik ini punya penampilan mencolok berkat jambul putih di kepalanya. Namun, di balik parasnya yang unik, ia tengah menghadapi ancaman yang membuatnya berada di ambang kepunahan. Lantas, apa yang membuat burung ini berada di ambang kepunahan? Yuk, kenalan lebih dekat dengan lima fakta menarik akohekohe berikut ini!

1. Hanya hidup di satu pulau di Hawaii

Burung akohekohe (commons.wikimedia.org/novvictan)

Akohekohe merupakan salah satu burung endemik Hawaii dengan wilayah persebaran yang sangat sempit. Dilansir Birdlife Data Zone, dahulu, burung ini hidup di dua pulau, yaitu Maui dan Molokaʻi. Sayangnya, populasi di Molokaʻi dinyatakan punah setelah pengamatan terakhir pada 1907. Kini, seluruh populasi liar akohekohe hanya bertahan di lereng timur laut Gunung Haleakalā, Pulau Maui.

Akohekohe memiliki habitat yang sangat spesifik. Burung ini menghuni hutan pegunungan berkabut pada ketinggian lebih dari 1.700 meter di atas permukaan laut. Luas wilayah yang dihuninya diperkirakan hanya sekitar 20 kilometer persegi. Hal ini menjadikan akohekohe sebagai salah satu burung dengan persebaran paling terbatas di Hawaii.

2. Penampilannya nyentrik di antara burung madu Hawaii lainnya

Burung akohekohe (commons.wikimedia.org/Araks Ohanyan)

Akohekohe termasuk salah satu burung madu (honeycreeper) paling langka di Hawaii. Dilansir Maui Forest Bird Recovery Project, akohekohe memiliki panjang tubuh sekitar 18 sentimeter dengan bulu yang didominasi warna hitam mengilap. Meski begitu, penampilannya sama sekali tidak membosankan.

Di antara kerabatnya, burung ini jadi salah satu burung yang paling nyentrik. Wajah dan bagian atas dadanya dihiasi bintik-bintik berwarna perak, sementara tengkuknya berwarna jingga cerah. Ciri paling mencolok tentu saja adalah jambul putih di dahinya. Fitur inilah yang membuatnya dijuluki crested honeycreeper atau burung madu berjambul.

3. Dikenal sebagai burung yang agresif dan teritorial

Burung akohekohe (commons.wikimedia.org/Hiart)

Meskipun ukurannya kecil, jangan pernah mencoba untuk meremehkan akohekohe. Burung ini terkenal dengan sifatnya yang agresif dan teritorial untuk mempertahankan wilayahnya. Ia sangat menjaga wilayah yang ditumbuhi pohon ohi’a lehua yang menyediakan nektar kesukaannya.

Burung ini tak segan-segan mengejar dan mengusir burung lain yang mencoba mendekati sumber makanannya. Bahkan, ia tak takut untuk melawan spesies yang lebih besar darinya. Sifatnya yang agresif membuat burung lain biasanya akan menunggu akohekohe selesai makan atau lebih memilih untuk mencari pohon lain saja.

4. Populasinya kini menurun drastis dan berada di ambang kepunahan

Akohekohe menjadi satu dari sekian banyak burung dengan nasib yang memprihatinkan. Burung endemik Hawaii ini masuk ke dalam kategori spesies kritis (Critically Endangered) menurut IUCN. Ia tengah berada di ambang kepunahan di alam liar. Padahal, pada 1970-an populasinya masih diperkirakan mencapai sekitar 3.800 individu. Kini  Birdlife Data Zone, memperkirakan jumlahnya hanya tersisa 1.100–2.500 ekor. Penurunan populasi ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari hilangnya habitat akibat aktivitas manusia hingga merebaknya malaria burung yang ditularkan nyamuk invasif.

5. Nyamuk menjadi ancaman terbesar bagi kelangsungan hidupnya

Burung akohekohe (commons.wikimedia.org/novvictan)

Sulit dipercaya, tetapi musuh terbesar akohekohe saat ini bukanlah burung pemangsa, melainkan penyakit malaria burung (avian malaria). Penyakit ini disebarkan oleh nyamuk rumah selatan (Culex quinquefasciatus), spesies invasif yang berkembang pesat di Hawaii. Nyamuk ini membawa parasit penyebab malaria burung yang penyakit mematikan bagi banyak burung, termasuk akohekohe.

Adanya perubahan iklim semakin memperburuk keadaannya. Ketika suhu menjadi lebih hangat, nyamuk menjadi lebih mudah berkembang sehingga penyebarannya menjadi semakin luas. Bahkan ke kawasan pegunungan yang sebelumnya menjadi tempat yang aman bagi akohekohe. Akibatnya, habitat aman akohekohe terus menyusut.

Itulah lima fakta menarik mengenai burung akohekohe. Burung endemik Hawaii ini tengah berjuang untuk bertahan di tengah kondisi habitat yang semakin sempit. Semoga upaya konservasi yang dilakukan dapat menjaganya agar tetap bertahan di hutan pegunungan Hawaii ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article