Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Alpaca, Hewan Mamalia Menggemaskan dari Pegunungan Andes

Alpaca
Ilustrasi alpaca (Vicugna pacos) (pixabay.com/pen_ash)
Intinya sih...
  • Alpaca memiliki dua ras utama, yaitu huacaya dan suri, dengan bulu yang berbeda dan digunakan untuk berbagai produk.
  • Alpaca memiliki perbedaan fisik dengan llama, tinggal di dataran tinggi Pegunungan Andes, serta memiliki perilaku sosial yang unik.
  • Alpaca bersifat poligini, kawin sepanjang tahun, dan tidak dianggap sebagai spesies terancam punah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dilansir Britannica, asal usul alpaka (Vicugna pacos) telah menjadi perdebatan selama beberapa dekade. Perdebatan tersebut diperumit oleh fakta bahwa alpaka dan llama (Lama glama) dapat kawin silang dan menghasilkan keturunan, yang menunjukkan bahwa kedua spesies tersebut berasal dari guanaco (Lama guanicoe). Namun, studi genetika di awal abad ke-21 menetapkan bahwa alpaka adalah keturunan vicuna (Vicugna vicugna), yang telah didomestikasi sekitar 6.000 tahun yang lalu oleh suku Inca di Pegunungan Andes, Amerika Selatan, terutama untuk diambil bulu dan dagingnya.

Alpaca merupakan anggota terkecil dari keluarga unta (Camelidae). Mereka juga berkerabat dekat dengan spesies lamoid lainnya seperti llama dan guanaco. Namun, di balik penampilannya yang menggemaskan, hewan mamalia dari Pegunungan Andes ini menyimpan banyak fakta unik yang mungkin belum kamu ketahui.

Simak artikel berikut ini, yuk!

1. Ada dua ras alpaca

Alpaca
Ilustrasi alpaca huacaya dengan bulunya yang lebat (pixabay.com/carlo-colombo)

Berdasarkan jenis bulu, alpaca dibagi menjadi dua ras utama, yaitu huacaya dan suri. Dilansir Animalia, alpaca huacaya adalah jenis alpaca yang paling umum dan diperkirakan mencapai sekitar 90% dari total populasi alpaca di dunia. Bulunya tumbuh tegak lurus dari tubuh, tebal, bergelombang, dan padat, sehingga membuatnya tampak seperti boneka beruang. Sementara alpaca suri adalah jenis alpaca yang lebih langka. Bulunya tumbuh lurus dan panjang, menggantung di sisi tubuh, serta tampak gimbal dan halus.

Dilansir Britannica, pertumbuhan rambut alpaca huacaya dalam dua tahun sekitar 30 cm dan alpaca suri 60 cm, alhasil mereka harus rutin dicukur. Alpaca suri menghasilkan serat bulu halus sekitar 3 kg per ekor, sementara huacaya menghasilkan bulu yang lebih elastis dengan berat sekitar 2,5 kg. Karena sangat ringan, kuat, berkilau, serta tahan terhadap hujan dan salju, bulu alpaca sering digunakan dalam berbagai produk, seperti parka, kantong tidur, lapisan mantel, gaun, dan jas.

2. Berbeda dengan llama

Alpaca
Ilustrasi tiga ekor alpaca dengan warna bulu berbeda (pixabay.com/dannaragrim)

Alpaca adalah mamalia yang memiliki ciri fisik unik, terutama pada bulunya. Penampilan alpaca jantan dan betina terlihat mirip, tetapi umumnya jantan memiliki ukuran sedikit lebih besar dan berat dibandingkan betina. Salah satu perbedaan yang paling menonjol adalah alpaca jantan memiliki gigi taring, atau disebut juga gigi fighting.

Alpaca memiliki beberapa karakteristik fisik yang membedakannya dari hewan sejenis, seperti llama. Rata-rata alpaca dewasa memiliki tinggi sekitar 90 cm di bagian bahu, dengan berat sekitar 55-65 kg, lebih kecil dibandingkan llama. Meskipun terlihat gemuk karena bulunya yang lebat, tubuh alpaca sebenarnya ramping dan tidak memiliki punuk, dengan leher dan kaki yang panjang, serta ekor pendek dan kepala kecil.

Tidak seperti telinga llama yang lebih panjang dan melengkung, telinga alpaca bentuknya pendek dan runcing. Moncong mereka juga lebih tumpul, dengan “senyum” yang khas dan menggemaskan. Serat bulu alpaca juga sangat halus dibandingkan dengan llama. Mereka juga memiliki lebih dari 22 warna bulu, termasuk putih, kuning, cokelat, abu-abu, hingga hitam.

3. Tinggal di dataran tinggi

Alpaca
Ilustrasi habitat alpaca di pegunungan andes (pixabay.com/AloDupuis)

Habitat alami alpaca berada di dataran tinggi Pegunungan Andes, Amerika Selatan, serta paling banyak ditemukan di negara-negara seperti Peru, Bolivia, Ekuador, dan Argentina. Mereka hidup di ketinggian yang sangat tinggi, biasanya antara 4.000-4.800 meter di atas permukaan laut. Meskipun begitu, hewan mamalia menggemaskan ini telah dibudidayakan dan dipelihara di berbagai belahan dunia dengan iklim yang berbeda, termasuk di Amerika Serikat, Australia, Inggris, dan bahkan beberapa negara di Asia.

Di habitat aslinya, alpaca adalah herbivora pemakan rumput. Mereka tidak memiliki gigi depan atas, kaknya juga lembut dan empuk, sehingga tidak merusak vegetasi dan permukaan tanah ketika sedang mencari makan. Sementara alpaca yang dipelihara di peternakan diberi makan jerami berkualitas dan kaya akan protein.

4. Memiliki perilaku sosial yang unik

Alpaca
Ilustrasi tiga ekor alpaca sedang makan rumput (pixabay.com/kasjanf)

Alpaca adalah hewan yang sangat sosial dan memiliki perilaku kawanan yang kuat. Mereka tidak suka hidup sendirian, sehingga membutuhkan setidaknya satu atau dua alpaca lain sebagai teman agar merasa aman. Dalam kelompok, biasanya ada satu alpaca jantan yang lebih dominan, serta bertanggung jawab untuk memimpin dan melindungi kawanan. Sifat sosial ini juga membuat mereka menjadi hewan penjaga yang andal bagi ternak seperti domba.

Alpaca memiliki cara berkomunikasi yang unik, dengan menggunakan berbagai vokal dan bahasa tubuh. Suara yang paling sering dikeluarkan oleh alpaca adalah dengungan, yang menandakan rasa ingin tahu, kepuasan, atau kecemasan. Saat melihat predator atau bahaya, alpaca akan mengeluarkan suara melengking untuk memperingatkan seluruh kawanan. Siapa sangka, alpaca akan meludah ketika merasa tidak senang dan tidak nyaman terhadap alpaca lain, terutama saat makanannya direbut.

5. Bersifat poligini

Alpaca
Ilustrasi tiga ekor alpaca yang menggemaskan (pixabay.com/ii7017)

Dilansir National Geographic, alpaca jantan dan betina mencapai kematangan seksual pada usia yang berbeda. Alpaca betina mulai matang secara seksual pada usia sekitar 10-12 bulan, sementara alpaca jantan membutuhkan waktu lebih lama, yaitu pada usia 2,5 tahun. Selama proses kawin, alpaca jantan akan mengeluarkan suara dengungan khas yang disebut "orgling," yang diyakini dapat memicu ovulasi pada betina.

Dilansir Animalia, alpaca bersifat poligini, artinya satu jantan dapat kawin dengan beberapa betina. Mereka kawin dan melahirkan sepanjang tahun, dengan masa kehamilan betina yang sangat panjang, yaitu sekitar 242-345 hari. Menurut Smithsonian's National Zoo & Conservation Biology Institute, alpaca betina cenderung melahirkan anak mereka sambil berdiri pada siang hari. Anak alpaca atau disebut cria, biasanya memiliki berat hingga 10 kg. Mereka tumbuh dengan cepat dan akan disapih saat berusia 6 bulan.

Di habitat aslinya, hewan mamalia menggemaskan ini masih menghadapi beberapa ancaman, seperti perubahan iklim, yang dapat memengaruhi ketersediaan rumput dan air, serta perkawinan silang dengan llama dan vicuna. Namun, secara umum, alpaca tidak dianggap sebagai spesies yang terancam punah dan tidak termasuk dalam daftar spesies yang dilindungi oleh organisasi konservasi internasional seperti IUCN (International Union for Conservation of Nature). Sebaliknya, mereka memiliki status konservasi yang cukup stabil. Sebagai hewan ternak dan bukan termasuk satwa liar, popularitasnya terus meningkat di berbagai belahan dunia, dan jumlah populasi mereka pun diperkirakan akan terus bertambah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us