Patung Ta Reach, sebuah patung dewa Hindu Wisnu yang dihormati dengan delapan lengan. Letaknya di dalam ruang suci bagian dalam kompleks candi Angkor Wat di Kamboja. (commons.wikimedia.org/Balon Greyjoy)
Angkor Wat awalnya dibangun pada tahun 1122 Masehi oleh Raja Suryavarman II atas saran penasihatnya yang bernama Divakarapandita. Berbeda dengan candi lain di Kamboja saat itu, kompleks ini sengaja didirikan khusus sebagai tempat ibadah untuk Dewa Hindu Wisnu. Di masa kejayaannya tersebut, area pusat ibu kota ini dihuni oleh sekitar 3.000 hingga 4.300 penduduk.
Namun, setelah sang raja wafat, wilayah Angkor sempat dijarah oleh musuh mereka yang bernama Chams. Setelah situasi aman, Raja Jayavarman VII yang terinspirasi oleh istrinya yang taat beragama Buddha memutuskan untuk memulihkan kerajaan. Sejak momen itulah Angkor Wat secara bertahap diubah fungsinya menjadi kuil Buddha dan patung-patung di dalamnya diganti.
Ratusan tahun berlalu, kota yang sempat tersembunyi di dalam hutan ini akhirnya ditemukan kembali oleh para penjelajah Eropa. Biksu asal Portugis bernama Antonio da Madalena menjadi salah satu orang luar pertama yang mendokumentasikannya pada tahun 1586. Lalu pada tahun 1860, seorang penjelajah Prancis bernama Henri Mouhot mempopulerkan keindahan Angkor Wat hingga akhirnya terkenal di seluruh dunia.