5 Fakta Antarctic Shag, Kormoran Mata Biru dari Benua Es yang Dingin

- Antarctic shag adalah satu-satunya spesies kormoran yang menetap di Antartika sepanjang tahun, hidup berkoloni di wilayah seperti Antarctic Peninsula dan South Shetland Island.
- Burung ini dikenal dengan mata biru semu dari kulit sekitar matanya, bulu hitam putih, kaki merah muda, serta tonjolan kuning di atas paruh yang membuat tampilannya unik.
- Dengan bulu super rapat tahan air dan kemampuan menyelam hingga 24 meter, Antarctic shag mampu bertahan di suhu ekstrem serta membangun sarang kerucut di tebing saat musim kawin.
Antartika memang gak pernah kehabisan spesies unik yang bikin penasaran. Selain penguin yang sudah populer, ada juga burung laut yang tampilannya mencuri perhatian dengan mata birunya. Dia adalah Antarctic shag (Leucocarbo bransfieldensis).
Gak cuma penampilannya yang nyentrik, burung ini juga punya kemampuan bertahan hidup yang luar biasa di suhu ekstrem, lho! Penasaran seberapa hebat burung kormoran satu ini? Yuk, langsung aja simak lima fakta Antarctic shag berikut ini!
1. Satu-satunya burung kormoran yang setia di Antartika

Kalau kebanyakan burung laut cuma datang ke Antartika untuk sekadar mampir atau migrasi singkat, Antarctic shag justru berbeda. Melansir laman Polartour, ia menjadi satu-satunya spesies kormoran yang menetap di wilayah Antarktika sepanjang tahun, lho. Kamu bisa menemukannya di sekitar Antarctic Peninsula, South Shetland Island, dan Elephant Island. Meskipun badai es menerjang, burung ini tetap santai hidup berkoloni di dekat laut. Benar-benar penghuni asli benua es, ya!
2. Rahasia di balik mata biru yang ikonik

Ciri fisik yang paling mencuri perhatian dari Antarctic shag tentu saja ada di bagian matanya. Eits, tapi jangan salah sangka dulu. Warna biru cerah itu sebenarnya bukan berasal dari bola matanya, melainkan dari kulit di sekitar matanya, lho. Karena itulah, dari kejauhan burung ini terlihat seolah memiliki mata biru cerah, padahal mata aslinya berwarna gelap.
Selain matanya yang estetik, burung seberat 3 kg ini juga punya tonjolan kuning (caruncle) di atas paruhnya. Ini membuat tampilan wajahnya menjadi semakin unik. Perpaduan warna bulu hitam putih dengan kaki merah muda semakin melengkapi penampilan si kormoran ini.
3. Punya bulu super rapat dan tahan air

Kamu mungkin bertanya-tanya, bagaimana burung ini bisa bertahan hidup di lingkungan Antartika yang dingin? Ternyata, rahasianya ada di bulu mereka yang super rapat dan berlapis. Berbeda dari kormoran jenis lain yang harus menjemur sayap setelah berenang, Antarctic shag punya lapisan bulu kedap air yang sangat efektif. Oleh karena itu, air dingin tidak akan sampai menyentuh kulitnya, sehingga suhu tubuhnya tetap hangat meski habis menyelam di perairan es.
4. Penyelam andal yang sanggup menembus kedalaman laut

Gak cuma jago di darat, Antarctic shag juga termasuk atlet renang yang andal. Dengan bantuan kaki berselaputnya yang kuat, burung ini bisa menyelam hingga kedalaman 24 meter, lho. Di bawah permukaan laut, ia berburu berbagai mangsa seperti ikan kecil dan krustasea.
Kemampuan ini semakin efektif berkat tubuhnya yang aerodinamis dan kuat, sehingga memungkinkannya bergerak lincah dan cepat di air. Adaptasi ini membuat Antarctic shag mampu bertahan hidup meski harus berburu di lingkungan laut yang dingin dan menantang.
5. Membangun sarang berbentuk kerucut di puncak tebing

Tak hanya andal bertahan hidup dan berburu, Antarctic shag juga memiliki strategi reproduksi yang unik. Saat musim kawin tiba, burung ini akan membentuk koloni di tebing, lereng berbatu, hingga area pesisir. Di lokasi tersebut, mereka membangun sarang berbentuk kerucut yang sekilas mirip seperti gunung berapi mini. Material sarang burung ini bisa dibilang cukup unik. Mereka membuatnya dari kumpulan bulu, rumput laut, dan berbagai material pantai yang kemudian direkatkan menggunakan kotoran mereka.
Dalam proses berkembang biak, kedua induk Antarctic shag akan berbagi peran. Mereka bergantian mengerami telur hingga menetas. Setelah itu, induk betina akan fokus menjaga anak-anaknya tetap hangat karena menetas dalam kondisi hampir tanpa bulu. Sementara itu, induk jantan bertugas mencari makan untuk memastikan kebutuhan energi keluarga kecilnya terpenuhi.
Nah, itulah lima fakta mengenai Antarctic shag, si kormoran khas dari Antartika. Sebagai penghuni salah satu lingkungan paling ekstrem di bumi, burung ini telah mengembangkan berbagai macam bentuk adaptasi luar biasa, mulai dari bulu tahan air, kemampuan menyelam, hingga pola hidup berkoloni. Semua itu membuktikan bahwa kehidupan tetap bisa berkembang bahkan di kondisi yang tampak mustahil sekalipun.

















