Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Basilika St. Mikael, Gereja Ikonik di Gunung Gargano
potret fasad Basilika St. Mikael Malaikat Agung (commons.wikimedia.org/Bernard Gagnon)
  • Basilika St. Mikael di Monte Sant’Angelo, Gunung Gargano, Italia, merupakan basilika minor dan pusat ibadah serta peziarahan yang dikenal sejak abad pertengahan.
  • Menurut legenda, St. Mikael menampakkan diri pada 490, 492, dan 1656; gereja gua ini diyakini telah diberkati langsung olehnya.
  • Kompleks ini mencakup gereja gua, bangunan bersejarah, dan menara lonceng Norman; sejak 2011 menjadi bagian Situs Warisan Dunia UNESCO.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Basilica Santuario di San Michele Arcangelo atau Basilika St. Mikael Malaikat Agung adalah gereja Katolik dan kompleks religius ikonik yang terletak di wilayah kota indah bernama Monte Sant'Angelo di Gunung Gargano, Provinsi Foggia, Italia. Seturut namanya, gereja ini menyandang gelar status kehormatan sebagai gereja basilika (minor basilica) yang menunjukkan signifikansinya sebagai tempat religius bersejarah dan pusat peribadatan serta peziarahan umat. Basilika ini telah dikenal dan dikunjungi oleh umat peziarah sejak abad pertengahan.

Berdasarkan kisah legenda, gereja ini dibangun dan didedikasikan untuk menghormati Malaikat Agung, St. Mikael. Dalam teologi iman Kristen, St. Mikael adalah Malaikat Tuhan dan panglima tertinggi bala tentara Surga. Namanya disebut dalam Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Menurut Alkitab, St. Mikael dan pasukan Malaikatnya inilah yang mengusir Lucifer dan para Malaikat yang mendukungnya dari Surga ketika mereka melakukan pemberontakan terhadap Tuhan. Lucifer dan para Malaikat pendukungnya kemudian menjadi iblis dan dikenal dengan julukan "the fallen angel", karenanya St. Mikael dalam iman Kristen dikenal pula sebagai pelindung spiritual umat Tuhan dari kuasa kegelapan.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai kompleks religius tertua di wilayah Eropa barat yang didedikasikan untuk menghormati Malaikat Agung St. Mikael ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini,yuk!

1. Legenda penampakan Malaikat Agung St. Mikael

wilayah Kota ikonik Monte Sant'Angelo di Gunung Gargano tempat basilika berada (commons.wikimedia.org/S.loiacono96)

Keberadaan Basilika St. Mikael Malaikat Agung di lokasinya saat ini tak terlepas dari kisah legenda penampakan St. Mikael di tempat ini. Menurut laman Sacred-Destinations, menurut kisah legenda yang ada, St. Mikael menampakkan dirinya di tempat ini pada tahun: 490, 492 dan 1656. Pada tahun 490, St. Mikael menampakkan diri kepada Uskup untuk memintanya membangun gereja di sebuah gua untuk menegakkan iman Kristiani dan menghapus ritual paganisme di sana. Uskup masih ragu, khawatir penglihatannya salah, baru pada tahun 492 ketika salah satu kota Kristen di wilayah Keuskupannya diserang orang-orang pagan, St. Mikael menampakkan diri kembali kepadanya dan menjanjikan memberikan perlindungan.

Kota para penyerang tiba-tiba terkena badai sangat dahsyat sehingga kota Kristen terselamatkan. Setelah peristiwa itu, Uskup membangun kapel di depan pintu gua di mana di dalamnya ia menemukan sebuah altar dengan salib kristal. Ia tak memberkati kapel tersebut karena tempat tersebut telah diberkati oleh St. Mikael sendiri sehingga basilika tersebut merupakan satu-satunya gereja yang diyakini tak diberkati oleh tangan manusia dan dikenal dengan nama basilika surgawi. Kemudian terdapat legenda lain dari tahun 1656 saat wabah mematikan melanda Eropa. Uskup yang menjabat saat itu memohon perlindungan kepada Tuhan melalui perantaraan St. Mikael dan sang Malaikat menampakkan diri kepadanya. Wabah mematikan tersebut kemudian mereda setelahnya.

2. Kompleks bangunan religius

potret tampak atas kompleks Basilika St. Mikael Malaikat Agung di Gunung Gargano, Italia (commons.wikimedia.org/Baggio1979)

Basilika St. Mikael Malaikat Agung ini memiliki sejumlah bangunan bersejarah dengan gereja St. Mikael di dalam gua menjadi jantung spiritualnya. Dilansir Spotting History, di kompleks basilika juga terdapat bangunan bersejarah untuk pembabtisan yang dikenal dengan nama Battistero di San Giovanni in Tumba yang memiliki struktur dasar berbentuk persegi panjang dan mengalami kerusakan pada tahun 1942. Terdapat pula gereja kuno St. Maria Maggiore yang didirikan pada abad ke-11 oleh Uskup Agung Leone.

Gereja tersebut berdiri di atas sisa-sisa nekropolis kuno dan terdapat jejak-jejak yang menjadi bukti adanya dekorasi fresko yang dulunya sangat indah di gereja ini. Di pelataran depan bangunan basilika terdapat serambi beratap (portico) dengan 2 lengkungan portal ikonik bergaya Gotik, lengkungan portal di sebelah kanan dibuat pada tahun 1395 oleh arsitek bernama Simone, sedangkan lengkungan di sebelah kiri merupakan hasil rekonstruksi tahun 1865.

3. Gereja di dalam gua

potret gereja St. Mikael, Malaikat Agung yang dibuat di dalam gua bebatuan pegunungan (commons.wikimedia.org/Holger Uwe Schmitt)

Jantung spiritual kompleks religius ini adalah gereja St. Mikael yang dibangun di dalam bebatuan gua. Untuk menuju ke gereja gua tersebut, dari serambi bangunan basilika terdapat 86 buah anak tangga kuno yang mengarah turun ke ruang utama gereja yang berada di dalam gua. Gua tersebut dapat diakses melalui sebuah pintu perunggu bergaya Romanesque yang dinamakan Portale del Toro atau "Gerbang Banteng" yang dibuat di Konstantinopel pada tahun 1076 dan memiliki 24 panel yang menggambarkan berbagai peristiwa yang melibatkan Malaikat di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Di altar utama gereja St. Mikael di dalam gua tersebut , terdapat patung Malaikat Agung St. Mikael dari abad ke-16 yang dipahat dari marmer putih Carrara oleh seniman Andrea Sansovino. Gua memiliki vibes yang berbeda dari kebanyakan tempat, yang biasanya lebih hening, sejuk dan bernuansa gelap karena berada di bawah permukaan bumi, namun tempat yang gelap sekalipun pun bisa dikunjungi oleh cahaya terang. Hal tersebut merupakan simbolisasi spiritualitas kehidupan manusia yang terkadang berjalan di tempat gelap (dosa) namun jika mau bertobat, kegelapan hati tersebut bisa ditembus oleh cahaya pengampunan Tuhan. Banyak peziarah yang merasa tersentuh hatinya ketika berdoa di tempat ini.

4. Menara lonceng ikonik abad ke-13

menara lonceng ikonik dari abad ke-13 M berbentuk segi delapan(oktagonal) (commons.wikimedia.org/Holger Uwe Schmitt)

Salah satu fitur menarik di kompleks Basilika St. Mikael Malaikat Agung ini adalah keberadaan menara lonceng bersejarahnya. Menurut laman Discover Italy, menara lonceng di kompleks religius Basilika tersebut merupakan simbol dari Kota Monte Sant’Angelo. Mengunjungi menara lonceng ini berarti mengunjungi sejarah ribuan tahun kota sakral ini. Bangunan ini juga mengisahkan era ketika orang-orang Norman menguasai tempat tersebut. Dari puncak menaranya dapat terlihat panorama Laut Adriatik dan lanskap wilayah Gunung Gargano.

Menara lonceng ini dibangun antara abad ke-12 hingga ke-13 selama era Norman. Memiliki tinggi sekitar 27 meter dan berbentuk segi delapan (oktagonal). Bentuk khas tersebut menciptakan harmoni visual yang membedakannya dengan menara lonceng lain di wilayah tersebut. Materialnya terbuat dari batu kapur setempat dengan dekorasi sederhana termasuk keberadaan jendela bifora di menaranya yang merupakan karakteristik arsitektur Romanesque dan Gothic. Sebelum memiliki fungsi religius sebagai menara lonceng, awalnya menara ini memiliki fungsi pertahanan di abad pertengahan untuk melindungi basilika dan pedesaan di Gunung Gargano dari serangan musuh, karena ketinggiannya yang dapat melihat pergerakan pasukan di kejauhan.

5. Bagian dari situs warisan dunia UNESCO

potret patung Malaikat Agung St. Mikael di altar utama gereja (commons.wikimedia.org/Holger Uwe Schmitt)

Menurut laman UNESCO, Basilika St. Mikael Malaikat Agung di Gunung Gargono, Italia ini telah ditetapkan sebagai bagian dari situs warisan dunia UNESCO pada tahun 2011. Situs tersebut tak ditetapkan sebagai landmark individual melainkan sebagai salah satu dari 7 lokasi bersejarah penting di wilayah tersebut yang dikelompokkan dalam nominasi bersubyek The Longobards in Italy: Places of Power (568–774 M).

Salah satu aspek utama mengapa basilika ini ditetapkan sebagai situs warisan dunia karena basilika dan kompleks religiusnya telah dikenal dan dikunjungi oleh banyak umat peziarah sejak abad pertengahan hingga hari ini.

Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk mengunjungi kompleks basilika ikonik ini, ketika nanti ada kesempatan untuk berwisata ke Italia?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article