Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Unik Green Orchid Bee, Lebah Mungil Pembuat Parfum dari Alam

3 min read
5 Fakta Unik Green Orchid Bee, Lebah Mungil Pembuat Parfum dari Alam
Green Orchid Bee (commons.wikimedia.org/Judy Gallagher)
  • Green orchid bee berasal dari Amerika Tengah dan terdeteksi di Florida pada 2003 setelah terbawa palet kayu perdagangan; iklim subtropis setempat mendukung penyebarannya.
  • Lebah jantan mengumpulkan senyawa beraroma dari jamur lapuk, getah, basil, hingga minyak cengkih, lalu menyimpannya di kaki belakang sebagai campuran parfum alami.
  • Aroma dilepaskan saat mencari pasangan, sementara spesies ini memiliki probosis panjang untuk mengambil nektar dan betinanya hidup soliter, membuat serta merawat sarang sendiri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lebah pada umumnya dikenal sebagai serangga yang mengumpulkan nektar dan serbuk sari untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, green orchid bee (Euglossa dilemma) punya kebiasaan yang cukup berbeda. Lebah jantan mengumpulkan berbagai bahan beraroma dari lingkungan sekitar untuk meracik campuran parfum alami.

Tubuhnya berwarna hijau metalik dan aktivitasnya banyak berlangsung di sekitar pepohonan. Bahan beraroma yang dikumpulkan berasal dari tumbuhan, jamur, hingga sumber lain yang mengandung senyawa tertentu. Bagaimana lebah mungil ini meracik parfum dan apa fungsinya? Simak lima fakta unik green orchid bee berikut ini!

  1. 1. Awalnya berasal dari Amerika Tengah

    Green Orchid Bee
    Green Orchid Bee (commons.wikimedia.org/Bob Peterson)

    Green orchid bee awalnya berasal dari wilayah Amerika Tengah. Sebaran spesies ini kemudian meluas hingga Amerika Utara. Dilansir laman Blogs IFAS University of Florida, lebah tersebut pertama kali ditemukan di Florida pada 2003 setelah terbawa secara tidak sengaja melalui pengiriman palet kayu untuk keperluan perdagangan pertanian.

    Florida memiliki iklim subtropis yang hangat sehingga cocok untuk kehidupan lebah ini. Setelah berada di wilayah baru, populasinya dapat berkembang dan menyebar ke daerah sekitarnya. Perpindahan tersebut berlangsung melalui aktivitas perdagangan yang membawa palet kayu dari wilayah asalnya.

  2. 2. Lebah jantan meracik parfum dari alam

    Green Orchid Bee
    Green Orchid Bee (commons.wikimedia.org/Judy Gallagher)

    Kebiasaan mengumpulkan aroma dilakukan terutama oleh lebah jantan. Masih dari laman Blogs IFAS University of Florida, individu yang hidup di Florida tidak menemukan jenis anggrek Neotropis yang menjadi sumber aroma di habitat asalnya. Mereka kemudian mencari bahan beraroma lain yang tersedia di lingkungan sekitar.

    Jamur yang sudah lapuk, getah kayu, daun basil, hingga minyak esensial cengkih dapat menjadi sumber senyawa aroma. Bahan tersebut dikikis atau dikumpulkan, lalu disimpan pada bagian khusus di kaki belakang. Berbagai senyawa ini menjadi bahan untuk membentuk campuran aroma khas yang nantinya digunakan dalam proses mencari pasangan.

  3. 3. Parfum digunakan untuk mencari pasangan

    Green Orchid Bee
    Green Orchid Bee (commons.wikimedia.org/Judy Gallagher)

    Aroma yang diracik dari berbagai bahan alam memiliki fungsi dalam proses perkawinan. Dilansir laman A-Z Animals, lebah jantan dapat saling menyerang dan merebut bahan aroma yang sudah dikumpulkan individu lain. Persaingan tersebut terjadi ketika beberapa lebah berada di sekitar sumber aroma yang sama.

    Setelah memperoleh cukup senyawa beraroma, lebah jantan menyimpannya di bagian khusus pada kaki belakang. Saat mendekati betina, senyawa tersebut akan dilepaskan dengan bantuan gerakan sayap untuk menghasilkan campuran aroma tertentu. Aroma ini digunakan dalam proses mencari pasangan dan dapat menjadi salah satu pertimbangan betina ketika memilih jantan.

  4. 4. Punya lidah sepanjang dua pertiga tubuh

    Green Orchid Bee
    Green Orchid Bee (commons.wikimedia.org/Judy Gallagher)

    Selain memiliki kebiasaan mengumpulkan aroma, green orchid bee mempunyai struktur tubuh yang mendukung aktivitas mencari makanan. Masih dari laman A-Z Animals, spesies ini memiliki probosis atau alat mulut berbentuk seperti lidah dengan panjang yang dapat mencapai sekitar dua pertiga panjang tubuhnya.

    Probosis yang panjang membantu lebah mengambil nektar dari bagian dasar bunga yang sulit dijangkau. Struktur tersebut membuatnya dapat memperoleh makanan dari bunga dengan bentuk tabung yang dalam. Nektar kemudian menjadi sumber energi untuk menunjang aktivitas hariannya.

  5. 5. Hidup sendiri tanpa koloni besar

    Green Orchid Bee
    Green Orchid Bee (commons.wikimedia.org/Judy Gallagher)

    Green orchid bee menjalani kehidupan secara soliter. Dilansir laman Sunshine State Vanilla, betina membuat sarangnya sendiri di dalam lubang kayu atau celah bangunan. Sarang tersebut dibuat menggunakan campuran getah dan lumpur yang kemudian digunakan sebagai tempat menyimpan telur dan persediaan makanan bagi keturunannya.

    Betina juga mengurus sarang dan keturunannya secara mandiri. Lebah ini memiliki sengat yang dapat digunakan berkali-kali, tetapi biasanya tidak menyerang manusia kecuali merasa terancam. Setiap individu menjalankan aktivitas mencari makan dan berkembang biak tanpa sistem koloni besar seperti yang ditemukan pada lebah madu.

    Green orchid bee punya cara unik dalam memanfaatkan bahan-bahan dari alam untuk menghasilkan campuran aroma yang berperan dalam mencari pasangan. Kebiasaan tersebut menjadi ciri khas lebah jantan, sedangkan betinanya menjalani kehidupan soliter dan merawat sarang secara mandiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More