Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Red Goshawk, Elang Merah yang Punya Insting Berburu Tajam

5 min read
5 Fakta Red Goshawk, Elang Merah yang Punya Insting Berburu Tajam
red goshawk (ebird.org/JJ Harrison)
  • Red goshawk adalah burung pemangsa endemik Australia berwarna cokelat kemerahan; betina berbobot sekitar 1,1 kilogram, hampir dua kali lebih berat daripada jantan.
  • Spesies ini menghuni hutan terbuka dan kawasan dekat perairan di Australia utara, mengandalkan pohon tua, sumber air permanen, serta mangsa melimpah.
  • Berstatus terancam punah, red goshawk diperkirakan hanya memiliki 900–1.400 individu dewasa; kehilangan habitat, fragmentasi hutan, dan perubahan kebakaran memicu penurunannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dunia satwa liar memiliki banyak burung pemangsa dengan kemampuan berburu yang mengagumkan, salah satunya red goshawk (Erythrotriorchis radiatus). Burung pemangsa asli Australia ini memiliki tubuh berwarna cokelat kemerahan, kaki kuning yang kuat, serta kemampuan menangkap mangsa dengan gerakan cepat dan terarah. Meski dikenal sebagai pemburu ulung, keberadaannya semakin terancam akibat penyusutan habitat dan penurunan populasi di alam liar.

Keunikan red goshawk gak hanya terletak pada ketajaman insting berburu, tetapi juga pada kebutuhan habitat dan pola reproduksinya yang cukup spesifik. Burung ini mengandalkan kawasan hutan luas dengan ketersediaan mangsa melimpah untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Yuk, kenali lima fakta menarik red goshawk berikut ini, mulai dari ciri fisik hingga status konservasinya!

  1. 1. Memiliki tubuh besar dengan perbedaan ukuran jantan dan betina

    red goshawk
    red goshawk (ebird.org/Tim Henderson)

    Red goshawk termasuk burung pemangsa berukuran besar dengan panjang tubuh sekitar 45–60 cm dan rentang sayap mencapai 100–135 cm. Tubuhnya didominasi warna cokelat kemerahan, dengan pola garis gelap pada bagian bawah tubuh serta corak menyerupai sisik pada bulu punggung dan sayap. Kaki dan telapak kakinya berwarna kuning dengan cakar kuat yang membantu mencengkeram mangsa ketika berburu.

    Perbedaan ukuran antara jantan dan betina menjadi salah satu ciri menarik spesies ini. Betina memiliki bobot sekitar 1,1 kilogram, sedangkan jantan berbobot sekitar 630 gram, sehingga betina hampir dua kali lebih berat daripada jantan. Perbedaan tersebut juga berkaitan dengan ukuran mangsa yang mampu ditangkap, sebab betina dapat memburu burung yang lebih besar, termasuk beberapa jenis kakatua.

  2. 2. Menghuni hutan terbuka dan kawasan dekat perairan di Australia

    red goshawk
    red goshawk (ebird.org/Tim Henderson)

    Red goshawk merupakan spesies endemik Australia yang persebarannya terutama berada di wilayah utara negara tersebut. Burung ini ditemukan di kawasan Kimberley, Northern Territory, Kepulauan Tiwi, hingga Semenanjung Cape York di Queensland. Dahulu, wilayah persebarannya menjangkau kawasan yang lebih luas ke arah selatan dan timur, tetapi populasinya telah menghilang dari sejumlah wilayah historis, termasuk New South Wales dan Queensland bagian tenggara.

    Dalam memilih tempat tinggal, red goshawk cenderung menyukai hutan terbuka, hutan tropis, kawasan berhutan di sepanjang sungai, serta tepian lahan basah yang menyediakan banyak mangsa. Keberadaan sumber air permanen dan pepohonan tua berukuran besar juga penting karena dapat menjadi lokasi bertengger, berburu, sekaligus bersarang. Ketergantungan pada bentang alam yang luas dan relatif utuh membuat spesies ini rentan terhadap pembukaan lahan, penebangan, serta perubahan pola kebakaran yang mengubah struktur vegetasi.

  3. 3. Mengandalkan strategi berburu yang cepat dan terarah

    red goshawk
    red goshawk (ebird.org/JJ Harrison)

    Ketajaman insting berburu red goshawk terlihat dari kemampuannya mengintai mangsa dari tempat bertengger yang tersembunyi di balik dedaunan. Burung ini dapat melesat dari tenggeran untuk menyergap mangsa, menyelam dari ketinggian, atau mengejar burung lain di bawah tajuk pepohonan. Strategi tersebut memungkinkan red goshawk memanfaatkan kondisi hutan yang memiliki banyak tempat berlindung sekaligus jalur terbang terbuka untuk melakukan serangan.

    Sebagian besar makanan red goshawk berupa burung berukuran sedang hingga besar, termasuk parkit, merpati, kookaburra, dan kakatua. Burung ini juga sesekali memangsa mamalia kecil, reptil, serta serangga, meskipun burung tetap menjadi bagian utama dari makanannya. Menariknya, jantan cenderung menangkap mangsa berukuran lebih kecil dibandingkan betina, sehingga keduanya dapat memanfaatkan sumber makanan dengan ukuran berbeda di habitat yang sama.

  4. 4. Mempertahankan wilayah jelajah dan memiliki pola pembiakan khusus

    red goshawk
    red goshawk (ebird.org/David Irving)

    Red goshawk dikenal sebagai burung yang cenderung hidup menyendiri di luar aktivitas berpasangan dan mempertahankan wilayahnya sepanjang tahun. Pasangan yang berkembang biak dapat kembali menggunakan wilayah sarang yang sama pada musim berikutnya, bahkan memiliki beberapa sarang alternatif di dalam wilayah tersebut. Saat memasuki masa pendekatan pasangan, keduanya dapat melakukan penerbangan peragaan, saling bersuara, dan bertukar makanan.

    Sarangnya berupa susunan ranting berukuran besar yang ditempatkan pada pohon tua dan tinggi, umumnya di dekat sungai atau lahan basah. Betina biasanya menghasilkan satu hingga dua telur dan mengeraminya selama sekitar 39–43 hari, sedangkan jantan berperan penting dalam menyediakan makanan selama masa pengeraman. Setelah menetas, anak burung membutuhkan waktu sekitar 51–53 hari atau lebih untuk meninggalkan sarang, kemudian masih bergantung pada induknya selama beberapa waktu sebelum mampu hidup lebih mandiri.

  5. 5. Berstatus terancam punah dengan populasi yang terus menurun

    red goshawk
    red goshawk (ebird.org/Tim Henderson)

    Berdasarkan penilaian IUCN Red List yang dicatat BirdLife International pada 2022, red goshawk berstatus Endangered atau terancam punah. Perkiraan populasi yang digunakan dalam penilaian tersebut berkisar antara 900 dan 1.400 individu dewasa, dengan angka tengah sekitar 1.340 individu. Data itu merupakan perkiraan populasi dewasa, bukan jumlah pasti seluruh burung yang masih hidup, termasuk anakan dan individu muda.

    Penurunan populasi terutama berkaitan dengan hilangnya habitat, fragmentasi hutan, degradasi kawasan berhutan, serta perubahan pola kebakaran yang memengaruhi tempat bersarang dan ketersediaan mangsa. Penelitian juga menunjukkan bahwa persebaran perkembangbiakannya telah menyusut secara signifikan dibandingkan kondisi pada dekade 1970-an. Karena jumlahnya sedikit dan keberadaannya sulit dipantau, perlindungan pohon sarang, pemeliharaan kawasan hutan yang utuh, serta pengelolaan kebakaran menjadi langkah penting untuk menjaga kelangsungan hidup spesies ini.

    Red goshawk merupakan burung pemangsa dengan kombinasi ciri fisik kuat, strategi berburu yang efektif, dan kebutuhan habitat yang spesifik. Namun, kemampuan berburu yang mengagumkan gak menjamin kelangsungan hidupnya ketika hutan tempat tinggal dan sumber makanannya terus menyusut. Status Endangered serta perkiraan populasi yang terbatas menjadi pengingat bahwa perlindungan habitat alami sangat penting bagi keberlangsungan satwa liar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More