Selain tampilannya yang khas, flamboyant cuttlefish juga memiliki cara berburu yang unik serta jaringan tubuh yang mengandung racun. Lantas, apa saja fakta menarik lain tentang sotong ini? Yuk, simak pembahasannya berikut ini!
5 Fakta Flamboyant Cuttlefish, Sotong yang Bisa Berjalan di Dasar Laut

- Flamboyant cuttlefish mengubah warna dari cokelat gelap untuk kamuflase menjadi neon saat menarik pasangan atau menghadapi ancaman, berkat sel pigmen khusus.
- Sotong ini lebih sering berjalan di dasar pasir atau lumpur memakai lengan bawah karena cuttlebone kecil membuatnya sulit mengapung stabil lama.
- Berukuran mantel 6–8 cm, spesies beracun ini berburu udang, kepiting, dan ikan dengan dua tentakel cepat di perairan Indo-Pasifik, termasuk Indonesia.
Flamboyant cuttlefish merupakan salah satu hewan laut dengan penampilan yang mencolok. Hewan yang memiliki nama ilmiah Metasepia pfefferi ini dikenal karena pola warnanya yang cerah dan kontras. Meski termasuk kelompok sotong, hewan ini memiliki sejumlah keunikan, mulai dari kemampuan mengubah warna tubuh hingga kebiasaannya berjalan di dasar laut.
1. Warna mencolok bukan penampilan sehari-harinya

flamboyant cuttlefish (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT from FRANCE) Flamboyant cuttlefish memang terkenal dengan warna tubuhnya yang cerah dan kontras. Namun, penampilan mencolok tersebut bukanlah warna permanen yang ia tampilkan setiap saat. Saat beristirahat atau menyamarkan diri, tubuhnya justru berwarna cokelat gelap dengan pola muram yang membantunya menyatu sempurna dengan lingkungan sekitar.
Kemampuan berubah warna ini didukung oleh sel pigmen khusus yang disebut kromatofor (chromatophores) serta struktur kulit lainnya. Tampilan warna neon yang mencolok baru akan muncul saat ia ingin menarik perhatian pasangan atau ketika merespons ancaman predator. Di luar situasi tersebut, sotong ini lebih sering mengandalkan kamuflase agar tidak mudah terdeteksi.
2. Lebih sering berjalan di dasar laut daripada berenang
Berbeda dari kebanyakan hewan cephalopoda yang mengandalkan kemampuan berenang untuk berpindah tempat, flamboyant cuttlefish justru lebih sering berjalan di dasar laut. Hewan ini menggunakan lengan bagian bawahnya untuk menopang dan menggerakkan tubuh di atas permukaan pasir atau lumpur.
Kebiasaan unik ini berkaitan dengan struktur tulang dalam yang disebut cuttlebone, yaitu organ penyimpan gas yang membantu mengatur daya apung. Pada flamboyant cuttlefish, ukuran cuttlebone-nya relatif kecil dibandingkan mantelnya sehingga sulit bagi mereka untuk mengapung stabil dalam waktu lama. Akibatnya, melangkah di dasar laut menjadi cara bergerak yang jauh lebih efisien.
3. Tubuhnya mengandung racun meski ukurannya kecil

flamboyant cuttlefish (inaturalist.org/Ella Pennington) Meski ukurannya tergolong mungil, dengan panjang mantel hanya sekitar 6–8 cm (belum termasuk lengan), flamboyant cuttlefish memiliki jaringan tubuh yang sangat beracun. Keberadaan racun ini menjadikannya salah satu dari sedikit spesies sotong beracun di dunia.
Kadar racun pada flamboyant cuttlefish dilaporkan sebanding dengan racun pada gurita cincin biru (blue-ringed octopus). Meski komposisi kimianya tidak persis sama, racun neurotoxin ini berfungsi sebagai pertahanan diri pasif agar ia tidak dimakan oleh predator. Oleh karena itu, sotong ini tidak boleh dikonsumsi atau dipegang secara sembarangan.
4. Berburu dengan dua tentakel khusus
Sebagai hewan karnivor, flamboyant cuttlefish memangsa hewan-hewan kecil seperti udang, kepiting, dan ikan dasar laut. Untuk menangkap mangsanya, ia memiliki dua tentakel pemburu khusus yang tersembunyi di balik delapan lengan utamanya.
Dua tentakel pemburu ini memiliki ujung khusus yang disebut tentacle clubs, lengkap dengan alat pengisap untuk mencengkeram mangsa. Saat ada mangsa mendekat, tentakel ini dapat melesat keluar dengan sangat cepat dan dapat menjangkau mangsa dua hingga tiga kali panjang tubuhnya.
5. Hidup di dasar laut berpasir dan berlumpur di kawasan Indo-Pasifik

flamboyant cuttlefish (inaturalist.org/Hugh) Flamboyant cuttlefish merupakan penghuni perairan tropis di kawasan Indo-Pasifik. Wilayah persebarannya mencakup perairan Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, hingga Australia. Spesies ini umumnya ditemukan hidup di kedalaman dangkal hingga sedang, yaitu sekitar 3–86 meter.
Habitat utamanya berupa dasar laut berpasir, berlumpur, serta area dengan serpihan karang. Lingkungan ini sangat ideal baginya untuk berburu, beraktivitas sehari-hari, sekaligus memanfaatkan substrat lumpur dan pasir sebagai tempat bersembunyi.
Dengan warna tubuh yang dapat berubah, kebiasaan berjalan di dasar laut, cara berburu yang khas, dan keberadaan racun pada jaringan tubuhnya, flamboyant cuttlefish memiliki sejumlah ciri yang membedakannya dari banyak sotong lain. Meski terlihat menarik, hewan ini sebaiknya diamati dari jarak aman tanpa disentuh atau diganggu.












![[QUIZ] Apakah Kamu Bisa Bertahan Hidup Kalau Tinggal pada Zaman Dinosaurus?](https://image.idntimes.com/post/20240426/kuis-bertahan-hidup-era-dinosaurus-235095f600d628144f53415fdfc12cb4.jpg)



![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin Ini, Kamu Dominan Otak Kanan atau Kiri?](https://image.idntimes.com/post/20250526/img-20250524-171040-59d926335e45a3f62b89089b95e5200f.jpg)



![[QUIZ] Apa Kamu Tahu Hal Nyata dari Karakter Spongebob Squarepants?](https://image.idntimes.com/post/20250604/magen-43da29a867d49c1f351ac6b665d26419-30326102e311e355aaa73a429bac93e5.jpg)

