Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Unik Aberts Towhee, Burung Penghuni Semak Belukar Gurun

4 min read
5 Fakta Unik Aberts Towhee, Burung Penghuni Semak Belukar Gurun
Abert's Towhee (commons.wikimedia.org/Vickie J Anderson)
  • Abert's towhee merupakan burung penghuni semak rapat di sekitar aliran air Gurun Sonoran, tersebar di Arizona dan utara Meksiko, serta tidak bermigrasi.
  • Burung berukuran 21–24 sentimeter ini berbulu cokelat keabu-abuan dengan bawah ekor kemerahan; jantan dan betina nyaris tak berbeda secara fisik.
  • Abert's towhee mencari biji, buah beri, dan serangga dengan menggaruk tanah, serta dapat berkembang biak beberapa kali setahun saat kondisi lingkungan mendukung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gurun biasanya identik dengan wilayah yang kering dan minim tumbuhan. Namun, di bagian tertentu Gurun Sonoran, semak belukar dan pepohonan tumbuh cukup rapat di sekitar aliran air. Kawasan tersebut dihuni Abert's towhee (Melozone aberti), burung yang banyak beraktivitas di permukaan tanah.

Burung ini tersebar di Arizona dan sebagian wilayah utara Meksiko dengan habitat yang cukup terbatas. Ukurannya memang kecil, tetapi Abert's towhee memiliki beberapa ciri yang membuatnya berbeda dari burung lain di kawasan yang sama. Yuk, kenali Abert's towhee lebih dekat lewat lima fakta berikut ini.

  1. 1. Namanya diambil dari nama James William Abert

    Potret James William Abert
    Potret James William Abert (commons.wikimedia.org/Unknown artist)

    Nama Abert's towhee berasal dari James William Abert, seorang perwira sekaligus insinyur topografi Angkatan Darat Amerika Serikat. Dilansir laman All About Birds, Abert menjadi orang pertama yang mengumpulkan spesimen burung ini ketika memimpin ekspedisi pemetaan wilayah New Mexico pada akhir Perang Meksiko-Amerika. Spesimen tersebut kemudian dipelajari oleh naturalis Spencer Baird.

    Pada 1852, Baird memberikan deskripsi ilmiah untuk burung tersebut dan memberinya nama Melozone aberti. Secara taksonomi, Abert's towhee termasuk ordo Passeriformes dan famili Passerellidae. Burung ini juga memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan California towhee berdasarkan penelitian genetik, meskipun keduanya merupakan spesies yang berbeda.

  2. 2. Bulu tubuhnya berwarna cokelat keabu-abuan

    Abert's Towhee
    Abert's Towhee (commons.wikimedia.org/Alan Vernon)

    Ukuran tubuh burung ini berkisar antara 21 hingga 24 sentimeter dengan rentang sayap mencapai sekitar 32 sentimeter. Dilansir laman Audubon, sebagian besar tubuhnya ditutupi bulu berwarna cokelat keabu-abuan. Warna tersebut terlihat mulai dari kepala, punggung, hingga bagian bawah tubuh sehingga penampilannya cukup sederhana.

    Paruhnya berwarna abu-abu pucat dengan bagian yang lebih gelap di sekitar pangkal. Bagian bawah ekor memiliki warna cokelat kemerahan yang lebih terlihat ketika burung bergerak. Jantan dan betina memiliki penampilan yang hampir sama sehingga jenis kelaminnya sulit dibedakan hanya dari ciri fisik. Burung muda biasanya memiliki warna bulu yang lebih kusam dibandingkan burung dewasa.

  3. 3. Menghuni semak belukar di gurun

    Abert's Towhee
    Abert's Towhee (commons.wikimedia.org/Vickie J Anderson)

    Abert's towhee hidup di kawasan gurun yang memiliki vegetasi cukup rapat, terutama di sekitar aliran air. Masih dari laman Audubon, burung ini banyak ditemukan di habitat riparian (wilayah di sekitar sungai) yang ditumbuhi semak belukar, pohon mesquite, willow, dan cottonwood. Vegetasi tersebut menyediakan tempat berlindung sekaligus area untuk mencari makanan di tengah lingkungan gurun yang kering.

    Persebaran Abert's towhee terutama berada di Gurun Sonoran, termasuk wilayah Arizona dan bagian utara Meksiko. Burung ini tidak melakukan migrasi sehingga tetap berada di habitat yang sama sepanjang tahun. Beberapa populasi juga hidup di kawasan buatan seperti taman dan permukiman yang memiliki vegetasi lebat, selama tersedia semak serta sumber air di sekitarnya.

  4. 4. Mencari makanan dengan menggaruk tanah

    Abert's Towhee
    Abert's Towhee (commons.wikimedia.org/Bettina Arrigoni)

    Sebagian besar aktivitas mencari makan dilakukan burung ini di permukaan tanah. Dilansir laman Snappit, Abert's towhee menggunakan kedua kakinya untuk menggaruk lapisan daun kering dan permukaan tanah secara bersamaan. Cara tersebut membantu membuka bagian bawah tumpukan daun tempat biji-bijian serta hewan kecil bersembunyi.

    Makanannya terdiri dari biji rumput, buah beri, dan berbagai jenis serangga, termasuk kumbang, semut, serta belalang. Serangga biasanya lebih banyak dikonsumsi ketika jumlahnya meningkat pada musim yang lebih hangat. Abert's towhee juga dapat mencari makanan bersama pasangannya di sekitar wilayah yang menjadi tempat mereka tinggal.

  5. 5. Dapat berkembang biak beberapa kali dalam setahun

    Abert's Towhee
    Abert's Towhee (commons.wikimedia.org/Vickie J Anderson)

    Musim berkembang biak Abert's towhee berlangsung cukup lama dan dapat menghasilkan lebih dari satu kelompok anak dalam setahun. Merujuk kembali pada laman All About Birds, pasangan burung ini biasanya membuat sarang berbentuk cangkir yang tersusun dari ranting, rumput, dan material tumbuhan lainnya. Betina kemudian meletakkan beberapa telur yang akan dierami hingga menetas.

    Anak burung yang baru menetas masih bergantung pada induknya untuk mendapatkan makanan. Kedua induk ikut memberi makan dan menjaga anak-anaknya selama berada di sekitar sarang. Jika kondisi lingkungan mendukung, pasangan Abert's towhee dapat kembali berkembang biak setelah anak dari periode sebelumnya mulai mandiri.

    Abert's towhee masih dapat ditemukan di kawasan gurun barat daya Amerika Utara, terutama di sekitar habitat yang memiliki sumber air dan semak belukar. Burung ini tetap berada di kawasan tersebut sepanjang tahun, termasuk ketika kondisi gurun berubah mengikuti musim.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More