Selain itu, burung ini mengeluarkan panggilan singkat saat gembira atau merasa terancam, seperti “Si”, “Fid”, atau “Tek-tek-tek”. Biasanya kicauannya terdengar dari titik tinggi, misalnya cerobong asap atau atap gedung, dengan nada yang kadang terdengar kasar seperti gesekan benda atau kertas yang diremas.
5 Fakta Black Redstart, Ahli Manuver yang Gemar Menjelajah Gedung Tua

- Black Redstart adalah burung kecil lincah dengan bulu gelap dan ekor jingga kemerahan yang mampu beradaptasi di lingkungan perkotaan, terutama gedung tua dan area berbatu.
- Burung ini dikenal sebagai pemburu serangga tangguh serta ahli bermanuver di antara bangunan beton, memanfaatkan celah tembok dan atap sebagai tempat berburu serta bersarang.
- Ekor yang terus bergerak, kicauan khas bernada tinggi, dan perbedaan warna mencolok antara jantan dan betina menjadi ciri utama yang memudahkan pengamat mengenali spesies ini.
Burung Black Redstart atau Phoenicurus ochruros punya tampilan gahar dengan bulu gelap pekat dan ekor berwarna jingga kemerahan yang mencolok. Burung kecil ini dikenal sangat lincah saat bergerak di sela-sela bangunan, bahkan mampu bermanuver cepat di area yang sempit dan penuh rintangan. Tidak heran jika Black Redstart sering ditemukan di kawasan perkotaan yang dipenuhi gedung tua, pabrik terbengkalai, hingga area proyek bangunan.
Kemampuan beradaptasinya sangat mengagumkan karena burung ini memakai infrastruktur urban sebagai pengganti habitat alaminya di pegunungan berbatu. Celah tembok, atap bangunan, hingga cerobong dipakai sebagai tempat bertengger, berburu, dan membuat sarang. Penasaran seperti apa keunikannya? Berikut lima fakta Black Redstart yang dikenal sebagai ahli manuver di gedung tua.
1. Pemburu serangga yang berani menyerang mangsa sulit

Menu harian black redstart jauh dari kata membosankan karena burung ini sanggup memburu hewan yang memiliki pertahanan diri. Mereka sangat aktif berpindah dari satu titik ke titik lain untuk mencari mangsa yang bersembunyi. Gerakannya sangat cepat saat menyisir permukaan tanah berbatu, tumpukan puing, pagar besi, hingga area terbuka di sekitar permukiman.
Burung ini secara teknis merupakan karnivora yang mengonsumsi berbagai jenis serangga hingga hewan tak bertulang belakang lainnya. Dilansir laman Animalia, burung ini gemar menyantap belalang, tawon, lalat, kutu, lebah, hingga laba-laba dan cacing tanah. Saat sumber makanan utama sulit ditemukan, mereka juga terkadang memakan biji-bijian atau buah beri.
2. Ahli manuver di sela bangunan dan tembok beton

Teknik terbang burung ini sangat lincah saat harus bermanuver di antara bangunan beton yang padat. Dilansir laman The Wildlife Trusts, Black Redstart telah beradaptasi dengan mengganti tebing berbatu dengan gedung-gedung tua yang rusak, pembangkit listrik, hingga derek konstruksi sebagai tempat bernaung.
Burung ini sangat berbeda dengan burung pengicau lain yang biasanya hanya hinggap di dahan pohon. Black Redstart bisa melayang di depan permukaan tegak sambil mematuk serangga yang menempel di sana tanpa kesulitan. Burung ini juga sering terlihat berpindah cepat dari pagar besi ke atap bangunan, lalu turun lagi ke tanah berbatu untuk mencari mangsa.
3. Ekor yang terus bergerak saat berpindah tempat

Gerak burung ini saat mendarat terlihat khas, dengan ekor jingga kemerahan yang terus bergetar. Masih dari laman The Wildlife Trusts, kelompok burung ini merupakan kerabat dekat dari robin serta nightingale. Getaran ekor yang cepat itu terus dilakukan sepanjang hari saat mereka berpindah-pindah tempat dan menjadi salah satu ciri yang paling mudah dikenali karena jarang berhenti meski burung sedang diam.
Saat berhenti di tanah, ranting rendah, atau batu kecil, ekornya tetap bergerak naik turun sambil sesekali menoleh ke sekitar. Mereka juga membutuhkan area terbuka dengan sedikit tanaman liar sebagai tempat singgah sementara. Kebiasaan ini diduga membantu black redstart tetap waspada terhadap predator maupun gangguan lain di sekitarnya.
4. Nyanyian dengan karakter suara khas perkotaan

Suara Black Redstart memiliki karakter yang unik dan mudah dikenali bagi yang terbiasa mendengarnya. Dilansir laman Plantura Garden, kicauannya diawali dengan nada tinggi yang keras, diikuti rangkaian kicauan pendek, lalu diakhiri dengan getaran khas “Ti-ti-ti-ti-krrrsh-shrr-tli-tli-li”.
5. Memiliki ciri khas fisik yang mencolok

Perbedaan penampilan antara pejantan dan betina pada spesies ini sangat mudah terlihat dari warna bulu di tubuhnya. Masih dari laman Plantura Garden, burung jantan cenderung memiliki warna hitam legam terutama di bagian wajah dan dada, sedangkan burung betina dan burung muda tampil lebih kalem dengan warna abu-abu kecokelatan yang merata.
Kedua jenis kelamin ini tetap memiliki satu kesamaan fisik, yaitu ekor berwarna karat yang cerah. Ciri fisik ini sangat membantu para pengamat burung untuk mengenali mereka saat sedang terbang, melompat di tanah, atau hinggap di ranting dan pagar. Ekor jingga kemerahan biasanya langsung terlihat mencolok meski tubuh burung tampak gelap dan menyatu dengan lingkungan di sekitarnya.
Black Redstart mampu bertahan di lingkungan yang keras dengan caranya sendiri, termasuk di kawasan perkotaan yang dipenuhi beton dan bangunan tua. Burung kecil ini menyesuaikan perilaku dan kebiasaan hidupnya tanpa bergantung pada habitat alami yang ideal. Black Redstart tetap bisa hidup nyaman di ruang-ruang sempit yang jarang dihuni satwa lain.


















