Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Catacombe dei Cappuccini, Pemakaman Bawah Tanah di Palermo

5 Fakta Catacombe dei Cappuccini, Pemakaman Bawah Tanah di Palermo
Catacombe dei Cappuccini, sebuah situs pemakaman bersejarah yang terletak di Palermo, Sisilia, Italia. (commons.wikimedia.org/Rolf Dietrich Brecher)
Intinya Sih
  • Catacombe dei Cappuccini awalnya dibangun abad ke-16 sebagai pemakaman biarawan Kapusin, namun berubah jadi tempat penyimpanan ribuan mumi setelah jenazah ditemukan utuh secara alami.
  • Proses pengawetan jenazah dilakukan lewat dehidrasi alami dan teknik kimia seperti cairan arsenik atau formalin, menghasilkan mumi yang tetap awet hingga ratusan tahun kemudian.
  • Tempat ini menampung sekitar 8.000 jenazah yang dikelompokkan berdasarkan status sosial, termasuk mumi terkenal Rosalia Lombardo, dan menjadi simbol kebanggaan bagi warga elit Palermo.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Biasanya, kalau kita bicara soal tempat wisata, yang terbayang pasti pemandangan alam yang hijau, bangunan estetik untuk foto-foto, atau taman bermain yang seru buat kumpul bareng keluarga. Fasilitasnya lengkap, aksesnya gampang, dan memang tujuannya bikin pikiran jadi segar kembali. Namun, Catacombe dei Cappuccini di Palermo, Italia, menawarkan pengalaman yang sangat berbeda. Alih-alih pemandangan cantik, tempat ini justru dikenal karena suasananya yang cukup mencekam, tetapi di sisi lain menjadi catatan sejarah yang luar biasa penting bagi dunia.

Penasaran bagaimana awalnya sebuah tempat pemakaman bawah tanah bisa berubah menjadi rumah bagi ribuan mumi yang masih mengenakan pakaian lengkap hingga sekarang? Yuk, kita intip sejarah unik Catacombe dei Cappuccini dalam artikel berikut ini!

1. Awalnya, direncanakan sebagai pemakaman khusus untuk para biarawan kapusin

Koridor Biara Kapusin di dalam Catacombe dei Cappuccini.
Koridor Biara Kapusin di dalam Catacombe dei Cappuccini. (commons.wikimedia.org/Gmihail at Serbian Wikipedia)

Pada abad ke-16, Biara Kapusin di Palermo mengalami masalah karena area pemakamannya sudah penuh. Para biarawan akhirnya memutuskan untuk menggali ruang bawah tanah baru dengan memanfaatkan gua-gua kuno di sana. Awalnya, tempat ini hanya direncanakan sebagai pemakaman biasa khusus untuk para anggota biara agar mereka bisa beristirahat dengan layak.

Namun, sebuah kejadian mengejutkan terjadi pada tahun 1599 saat mereka hendak memindahkan jenazah lama ke ruangan baru tersebut. Mereka menemukan puluhan jenazah biarawan masih dalam kondisi utuh dan tidak membusuk secara alami. Karena dianggap sebagai tanda keajaiban dari Tuhan, jenazah-jenazah tersebut akhirnya tidak dikubur lagi, melainkan dipajang di dinding koridor. Salah satunya adalah Bruder Silvestro dari Gubbio, yang menjadi jenazah pertama yang dipamerkan di sana.

2. Proses pengawetan jenazah terjadi secara alami

Catacombe dei Cappuccini, sebuah situs pemakaman bersejarah yang terletak di Palermo, Sisilia, Italia.
Catacombe dei Cappuccini, sebuah situs pemakaman bersejarah yang terletak di Palermo, Sisilia, Italia. (commons.wikimedia.org/Giacomo Palermo)

Proses pengawetan jenazah di sini sebagian besar terjadi secara alami melalui teknik dehidrasi atau penghilangan cairan tubuh. Jenazah diletakkan di ruang khusus bernama colatoio, di mana organ dalam dikeluarkan dan diganti dengan jerami atau daun salam, lalu tubuh dibaringkan di atas rak pipa keramik agar cairannya mengalir habis. Selama sekitar satu tahun, udara kering di ruangan tersebut akan membuat kulit mengeras dan bakteri berhenti tumbuh, sehingga tubuh tidak membusuk.

Setelah kering, jenazah akan dicuci dengan cuka agar bersih, lalu dipakaikan baju terbaik mereka sebelum dipajang di dinding atau peti kaca. Selain cara alami, para biarawan juga menggunakan metode khusus seperti merendam jenazah dalam cairan arsenik, terutama saat terjadi wabah penyakit. Teknik ini sangat efektif menjaga keutuhan mumi, bahkan ada jenazah yang wajahnya masih terlihat kemerahan dan sangat awet hingga ratusan tahun kemudian.

3. Ribuan jenazah dan mumi dikelompokkan berdasarkan status sosial dan kategori selama mereka hidup

Cappella Bambini atau Kapel Anak-anak di Catacombe dei Cappuccini, Palermo, Sisilia, Italia.
Cappella Bambini atau Kapel Anak-anak di Catacombe dei Cappuccini, Palermo, Sisilia, Italia. (commons.wikimedia.org/Gmihail at Serbian Wikipedia)

Catacombe dei Cappuccini menampung sekitar 8.000 jenazah dan 1.252 mumi yang disusun rapi di sepanjang dinding koridor. Uniknya, posisi mereka tidak diletakkan sembarangan, melainkan dikelompokkan berdasarkan profesi, jenis kelamin, dan status sosial mereka saat masih hidup. Ada lorong khusus untuk para biarawan dan pendeta yang masih mengenakan jubah kebesaran mereka, hingga lorong untuk kaum pria dari keluarga terpandang di Palermo.

Selain itu, terdapat area yang sangat menarik perhatian seperti lorong khusus wanita yang mengenakan pakaian bersulam indah dan topi hias, serta kapel khusus untuk wanita muda. Ada juga koridor bagi para profesional yang menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi dokter, pengacara, tentara, hingga seniman terkenal. Pengaturan yang teratur ini membuat Catacombe dei Cappuccini tidak hanya berfungsi sebagai pemakaman, tapi juga seperti cermin yang memperlihatkan kehidupan masyarakat masa lalu.

4. Mumi yang paling terkenal adalah seorang balita bernama rosalia lombardo

Rosalia Lombardo, seorang anak perempuan Italia yang meninggal pada tahun 1920 pada usia dua tahun karena pneumonia. Jenazahnya dipajang dalam peti kaca di Catacombe dei Cappuccini.
Rosalia Lombardo, seorang anak perempuan Italia yang meninggal pada tahun 1920 pada usia dua tahun karena pneumonia. Jenazahnya dipajang dalam peti kaca di Catacombe dei Cappuccini. (commons.wikimedia.org/No machine-readable author provided. Maria lo sposo assumed (based on copyright claims))

Mumi yang paling terkenal di Catacombe dei Cappuccini adalah Rosalia Lombardo, seorang balita berusia dua tahun yang meninggal pada tahun 1920 akibat pneumonia. Berbeda dengan jenazah lain yang diawetkan secara alami, Rosalia melalui proses pembalseman buatan oleh Dr. Alfredo Salafia yang hasilnya sangat luar biasa. Hingga kini, wajahnya tampak tenang dengan rambut pirang yang masih indah dan kulit yang terlihat lembut, sehingga ia sering dijuluki sebagai "mumi terindah di dunia."

Rahasia keawetan tubuh Rosalia terletak pada campuran bahan kimia khusus yang disuntikkan ke tubuhnya, seperti formalin untuk membunuh bakteri dan alkohol untuk mengeringkan jaringan. Selain itu, digunakan juga gliserin agar tubuh tidak terlalu kering, asam salisilat untuk mencegah jamur, serta garam seng yang membuat tubuhnya tetap kaku dan kokoh. Berkat teknik canggih pada masanya ini, Rosalia tetap terlihat seperti sedang tidur nyenyak meski sudah lebih dari satu abad berlalu.

5. Menjadi simbol status sosial dan kebanggaan bagi warga palermo

Catacombe dei Cappuccini, sebuah situs pemakaman bersejarah yang terletak di Palermo, Sisilia, Italia.
Catacombe dei Cappuccini, sebuah situs pemakaman bersejarah yang terletak di Palermo, Sisilia, Italia. (commons.wikimedia.org/Gmihail at Serbian Wikipedia)

Seiring berjalannya waktu, dimakamkan di Catacombe dei Cappuccini menjadi simbol status sosial dan kebanggaan bagi kaum elit di Sisilia serta orang-orang kaya di Eropa, khususnya dari abad ke-17 hingga abad ke-19. Keluarga yang ditinggalkan biasanya memberikan sumbangan rutin agar jenazah kerabat mereka tetap mendapatkan perawatan terbaik. Uang tersebut digunakan oleh para biarawan untuk menjaga posisi jenazah tetap layak dan mengganti pakaian mereka secara berkala agar tetap terlihat rapi.

Namun, posisi jenazah di dalam Catacombe dei Cappuccini sangat bergantung pada donasi tersebut. Jika keluarga berhenti mengirimkan biaya perawatan, jenazah akan dipindahkan dari tempat utamanya ke rak-rak yang lebih tersembunyi atau kurang terlihat. Jenazah baru bisa kembali ke tempat semula yang lebih terhormat jika pihak keluarga melanjutkan pembayaran sumbangan mereka.

Jadi, Catacombe dei Cappuccini bukan cuma soal tempat yang menyeramkan, tapi merupakan saksi bisu bagaimana orang-orang di masa lalu menghargai sejarah dan keluarga mereka. Tempat ini memberikan kita gambaran nyata tentang tradisi unik di Palermo yang tidak akan ditemukan di tempat lain. Meskipun suasananya berbeda dari tempat wisata pada umumnya, mengunjungi Catacombe dei Cappuccini bisa membuat kita lebih menghargai waktu dan kehidupan yang kita jalani sekarang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More